• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dolar Merosot Terpicu Ekspektasi Kenaikan Cepat Suku Bunga AS

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 1 Februari 2022 - 18:27
in Ekonomi
dolar

Ilustrasi - Dolar AS dihitung oleh seorang bankir di bank di Westminster, Colorado, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dolar AS jatuh pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), membukukan penurunan harian terbesar sejak November lalu karena investor mengkonsolidasikan keuntungan setelah mencapai tertinggi 1,5 tahun pada Jumat (28/1/2022) di tengah ekspektasi laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat oleh Federal Reserve.

Dengan The Fed secara jelas mengisyaratkan minggu lalu bahwa mereka bermaksud untuk menaikkan suku bunga sedini mungkin pada pertemuan kebijakan 15-16 Maret, bank-bank Wall Street sekarang memperkirakan sekitar lima sampai tujuh kenaikan suku bunga tahun ini.

BacaJuga:

RUPST 2026 Sunindo Pratama Kukuhkan Strategi Pertumbuhan, Dividen Tunai Rp25 Miliar Dibagikan

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Masal 2026 bagi 500 Anak

Jakarta Fair 2026 Lebih Seru! Indodana PayLater Bawa Cicilan 0% dan Ratusan Promo Menarik

Dana Fed berjangka pada Senin (31/1/2022) malam telah memperkirakan hanya di bawah lima kenaikan untuk tahun 2022, atau sekitar 121 basis poin pengetatan. Mereka juga menunjukkan peluang 17 persen untuk kenaikan 50 basis poin pada Maret, turun dari setinggi 32 persen pada Jumat (28/1/2022).

Baca Juga : Dolar Melemah Di Tengah Penurunan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS

Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, seorang non-pemilih di Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) seperti dikutip Antara, Selasa (1/2/2022) mengatakan bahwa Fed dapat mengukur kenaikan suku bunga menjadi setengah poin persentase jika inflasi tetap tinggi.

Indeks dolar yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama saingannya turun 0,7 persen hari ini, persentase penurunan harian paling tajam dalam dua bulan. Tetapi, selama Januari, greenback naik hampir 1,0 persen.

“Dominasi dolar sebagian besar telah diperkirakan karena Fed sekarang tampaknya siap untuk memberikan kenaikan suku bunga 5-7 kali tahun ini,” tulis Edward Moya, analis pasar senior, di OANDA, dalam sebuah catatan penelitian.

Dolar bisa mulai memperkirakan “beberapa kinerja yang kurang baik terhadap ekonomi maju yang tumbuh lebih agresif dalam pengetatan,” tambahnya.

Investor juga menunggu data penggajian non-pertanian (NFP) AS yang akan dirilis Jumat (4/2/2022) untuk indikasi seberapa agresif Fed dapat berada di jalur pengetatannya. Data penggajian AS diperkirakan menunjukkan kenaikan 153.000 pekerjaan untuk Januari, turun dari 199.000 pada Desember, dengan tingkat pengangguran tetap stabil di 3,9 persen, menurut jajak pendapat Reuters.

“Uang tampaknya telah mencapai puncaknya untuk saat ini karena laporan pekerjaan Jumat (4/2/2022) diperkirakan menunjukkan satu bulan lagi perekrutan yang hangat,” kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington.

Laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat juga dilihat sebagai meredam ekspektasi pertumbuhan di masa depan, sebuah skenario yang dimainkan di pasar obligasi di mana spread antara imbal hasil obligasi pemerintah AS 2-tahun dan 10-tahun turun di bawah 59 basis poin untuk pertama kalinya sejak awal November, sebuah fenomena dikenal sebagai “bear-flattening.”

Dalam mata uang lainnya, dolar Australia memimpin kenaikan, menguat 1,0 persen menjadi 0,7068 dolar AS sebelum pertemuan kebijakan bank sentral Australia (RBA) padai Selasa.

Terhadap yen, dolar melemah 0,2 persen menjadi 115,045 yen.

Bank sentral Inggris (BOE) juga mengadakan pertemuan kebijakan pada Kamis (3/2/2022), dengan jajak pendapat Reuters memprediksi kenaikan suku bunga kedua dalam waktu kurang dari dua bulan setelah inflasi Inggris melonjak ke level tertinggi dalam hampir 30 tahun.

Sterling terakhir naik 0,4 persen pada 1,354 dolar AS. Bank Sentral Eropa juga bertemu pada Kamis (3/2/2022). Meskipun tidak ada perubahan kebijakan yang diharapkan, analis mengatakan kenaikan suku bunga The Fed akan mempersempit peluang ECB untuk bertindak. Euro terakhir diperdagangkan naik 0,8 persen pada 1,1240 dolar AS, persentase kenaikan harian terbaik dalam dua bulan. (mg3)

Tags: dolardolar ASFederal Reserve

Berita Terkait.

sunindo
Ekonomi

RUPST 2026 Sunindo Pratama Kukuhkan Strategi Pertumbuhan, Dividen Tunai Rp25 Miliar Dibagikan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:55
gadai
Ekonomi

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Masal 2026 bagi 500 Anak

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:40
Presscon
Ekonomi

Jakarta Fair 2026 Lebih Seru! Indodana PayLater Bawa Cicilan 0% dan Ratusan Promo Menarik

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:10
Target Ekonomi 6,5 Persen Dikejar, DPD Ingatkan Jangan Tinggalkan Daerah
Ekonomi

Target Ekonomi 6,5 Persen Dikejar, DPD Ingatkan Jangan Tinggalkan Daerah

Senin, 22 Juni 2026 - 22:02
PDC Gaungkan Pentingnya Kesehatan Pekerja untuk Jaga Keselamatan dan Bisnis Berkelanjutan
Ekonomi

PDC Gaungkan Pentingnya Kesehatan Pekerja untuk Jaga Keselamatan dan Bisnis Berkelanjutan

Senin, 22 Juni 2026 - 19:33
budi
Ekonomi

Mendag: Jangan Cuma Jualan, Waralaba Lokal Ditantang Berani Berinovasi

Senin, 22 Juni 2026 - 18:08

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    867 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
haaland
Piala Dunia 2026

Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Bawa Norwegia Bekuk Senegal, Pastikan Tiket 32 Besar

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 23 Juni 2026 - 11:22

INDOPOSCO.ID – Norwegia memastikan diri melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Senegal dengan skor 3-2 dalam...

SelengkapnyaDetails
lionell

Hasil Piala Dunia: Messi Sebut Kemenangan Argentina atas Austria Bikin Tim Lebih Tenang

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:10
mbappe

Hasil Piala Dunia: Prancis ke Fase Gugur Usai Cukur Irak, Mbappe Jadi Bintangnya

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:50
messi

Hasil Piala Dunia: Cetak Brace saat Argentina Tekuk Austria, Messi Pecahkan Rekor

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:35
Piala Dunia 2026: Rashford Desak Inggris Tampil Dominan Kontra Ghana

Piala Dunia 2026: Rashford Desak Inggris Tampil Dominan Kontra Ghana

Senin, 22 Juni 2026 - 23:00
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.