• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Protes ke Pabrik Semen Merah Putih, Petani Bakar Tanaman Padi

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 25 Januari 2022 - 08:30
in Nusantara
Padi

Areal persawahan yang mengering karena sumber mata air rusak akibat aksi penambangan oleh PT CI produsen semen Merah Putih

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID– Sejumlah petani di Kampung Cinangga Lebak, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten yang memiliki lahan sawah di blok Tangkele, Desa Pamubulan, mencabut tanaman padi yang baru saja ditaman di sawahnya. Usai mencabut tanaman padi, para petani lalu membakar tanaman padi tersebut.

Menurut sejumlah petani, sejak berdirinya pabrik semen Merah Putih di wilayah mereka, sejumlah petak sawah milik petani terlihat mengering dan tanahnya retak-retak. Hal itu terjadi, akibat tidak adanya pasokan air untuk mengairi sawah mereka karena hilangnya pasokan air ke areal persawahan akibat adanya penambangan yang dilakukan oleh pabrik semen raksasa tersebut.

BacaJuga:

Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,5 Berturut-turut Guncang Mandailing Natal di Sumut

Perkuat Kontribusi bagi Daerah, Wamendiktisaintek Dorong Kampus Riau-Kepri Bentuk Konsorsium

Waduk Pusong Dinormalisasi, Tambahan TKD Lhokseumawe Mulai Dioptimalkan

Aksi bakar tanaman padi ini dilakukan petani, sebagai bentuk protes dan kekecewaan mereka kepada perusahaan PT Cemindo Gemilang yang diduga menjadi penyebab hilangnya pasokan air akibat mata air yang telah rusak.

Baca Juga :

“Sebelum ada tambang milik perusahaan, dalam setahun kami bisa dua kali panen. Sekarang, setelah gunung yang ada di atas dijadikan tambang oleh pabrik semen, pasokan air sudah tidak ada,” ujar Sardan, salah satu petani kepada indoposco, Selasa (25/1/2022).

Sardan menjelaskan, sebelum ada tambang batu milik perusahaan, selokan yang ada di sekitar sawah selalu teraliri air. Namun kini, selokan itu sudah tidak ada air sama sekali karena hutan yang ada di gunung sudah rusak. “Dulu mah meski musim kemarau di selokan masih ada air Pak. Sekarang, meski musim hujan, tidak ada air sama sekali di selokan. Kami harus gimana?,” keluhnya.

Keluhan Sardan pun dialami oleh petani lainnya yang memiliki sawah di wilayah tersebut. Endi, petani lainnya, akhirnya mencabut paksa tanaman padi yang belum lama ditanam kemudian membakarnya.

“Percuma Pak dilanjutkan ditanam juga, karena inimah pastinya gagal panen. Ini udah yang kesekian kalinya terjadi. Kami bingung mau protes kemana, ke perusahaan juga kayaknya percuma,” ujar Endi.

Kois, salah satu petani pemilik lahan yang lokasinya tidak jauh dari lokasi tambang milik pabrik semen mengaku tidak berani menggarap sawahnya, karena khawatir tertimpa longsoran batu yang berasal dari area tambang yang berada persis di atas lahannya. “Mau garap gimana Pak, yang ada saya takut ketimpa batu dari lokasi tambang. Kalau lagi meledakan tambang, batu pada jatuh ke lokasi sawah saya. Makanya ketimbang bahaya, mendingan saya nggak garap sawah itu,” kata Kois.

Kois pun berharap, adanya perhatian dan bantuan dari perusahaan pabrik semen Merah Putih, selaku pemilik tambang tersebut.

Ketua Asosiasi pemerintahan desa seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Bayah, Rafik Rahmat Taufik mengecam adanya kesemena-menaan pihak perusahaan kepada para petani di Desa Bayah Timur. Menurut Rafik, harusnya pihak perusahaan bertanggung jawab penuh atas kerugian yang dialami oleh para petani.

“Ini seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan. Diakui atau tidak, kerugian yang dialami oleh petani itu terjadi pasca adanya lokasi tambang milik perusahaan. Kejadian ini sudah bertahun-tahun dan berulang. Tapi nyatanya belum ada langkah kongkrit dari perusahaan kepada para petani,” ujar Rafik yang juga Kepala Desa Bayah Timur ini.

Rafik pun mendesak kepada PT. Cemindo Gemilang selaku pemilik semen Merah Putih, agar bertanggung jawab secara penuh dan mengganti kerugian yang dialami oleh para petani di Bayah Timur. “Bisa kita hitung angka kerugian yang dialami petani. Berapa kali mereka panen dalam setahun, berapa petak sawah yang gagal panen dan berapa tahun kerugian ini dialami oleh petani. Nanti akan muncul nilai kerugian. Nah, nilai itulah yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk mengganti kerugian,” tegas Rafik.

Rafik pun menegaskan, jangan sampai keberadaan perusahaan di wilayah Kecamatan Bayah malah merugikan sebagian warganya. Harusnya, keberadaan perusahaan bisa berdampak positif secara menyeluruh. “Jangan sampai pihak satu diuntungkan, tapi ada pihak lain dirugikan. Harga mati bagi saya, industri di Kecamatan Bayah harus menar-benar memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya,” tegasnya.

Sementara General Manager (GM) PT Cemindo Gemilang Tanmin Tan yang dikonfirmasi INDOPOSCO terkait keluhan para petani padi di Desa Bayah Timur, mengaku kurang memahami persoalan lapangan di Bayah, dan mempersilakan wartawan untuk konfirmasi ke humasnya bernama Adul.

”Saya kurang memahami kondisi di lapangan, silakan ke pak Adul humas saya, dan dia sudah sangat femiliar dengan wartawan di Bayah,” kilahnya (yas)

Tags: lebakPabrik Semen merah putihpadipanenPetani

Berita Terkait.

Gempa-Sumut
Nusantara

Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,5 Berturut-turut Guncang Mandailing Natal di Sumut

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:49
Karhutla dan Kekeringan Masih Dominasi, BNPB Minta Daerah Perkuat Kesiapsiagaan
Nusantara

Perkuat Kontribusi bagi Daerah, Wamendiktisaintek Dorong Kampus Riau-Kepri Bentuk Konsorsium

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:05
WADUK
Nusantara

Waduk Pusong Dinormalisasi, Tambahan TKD Lhokseumawe Mulai Dioptimalkan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:40
phi
Nusantara

Grup PHI Tanam 2.800 Bibit Mangrove, Perkuat Ekosistem Pesisir dan Serap Karbon

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:12
petani
Nusantara

Usai Menempuh Perjalanan Pertumbuhan 5.108 Km, Cuprinomat® Resmi Hadir di Sidrap

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 03:30
soni
Nusantara

Komitmen Gubernur Andra Soni Perkuat Ketahanan Pangan di Banten Dipuji Pramono Anung

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:23

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2097 shares
    Share 839 Tweet 524
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Persebaya Juara Grup B, Persija Dampingi ke Semifinal Piala Presiden

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Hotel Pullman Central Park Kebakaran, 14 Mobil Damkar Dikerahkan

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.