• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

KemenKopUKM Perkuat Kerjasama Pengembangan KUKM Bersama Korea Melalui Green Business Center

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 13 Januari 2022 - 23:15
in Nasional
kemenkopukm
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pada 2011 Pemerintah Indonesia (Kementerian Koperasi dan UKM) dan Korea Selatan (Ministry of SME’s and Startups) sepakat mendirikan Green Business Center (GBC) sebagai bentuk pelaksanaan kerjasama pengembangan koperasi dan UKM berbasis eco-green yang ramah lingkungan.

Dalam perjalanannya, GBC menyediakan kesempatan bagi UKM di Indonesia dan Korea untuk membangun kerjasama melalui pertukaran teknologi dan business matching antara UKM di Indonesia dan Korea.

BacaJuga:

Kolom Komentar Diserbu Judol, Bot Berkedok Cewek Cantik Berkeliaran

BMKG: Es Abadi Papua Terancam Lenyap di Akhir 2026 atau Awal 2027

Wamendagri Ribka Haluk Ingatkan Pemda Prioritaskan Urusan Pendidikan

Lebih dari itu, GBC didedikasikan untuk inkubasi, konsultasi, dan membangun UKM dalam mengembangkan bisnis dan industrinya agar dapat mengadopsi atau mempercepat potensi bisnisnya dengan inovasi hijau.

Di depan Senior Advisor GBC Meliadi Sembiring dan Direktur GBC Lee Jong Soon, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim berharap ke depan GBC dapat menjadi pusat pengembangan kewirausahaan, transfer teknologi terutama teknologi yang berwawasan lingkungan. Juga, dapat semakin mendorong kemitraan usaha antara UKM Indonesia dengan UKM Korea.

Baca Juga: Program LPDB-KUMKM “Inline” dengan Program KemenKopUKM

“Kita akan terus perkuat kerjasama ini dan saling mendukung dalam pengembangan koperasi dan UKM di Indonesia,” kata Arif, usai mengikuti rapat Steering Commitee Green Business Center (GBC), di Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Komitmen tersebut akan dilakukan melalui peningkatan iklim kewirausahaan, pengembangan inkubator wirausaha, dan peningkatan akses pembiayaan bagi wirausaha.

Dari segi reformasi aturan dan regulasi, penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang KUMKM juga akan memfasilitasi berbagai kemudahan.

Salah satu kemudahan yang diberikan untuk UMKM maupun startup adalah dalam hal mendapatkan inkubasi dari lembaga inkubator, baik inkubator pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, maupun dunia usaha.

Menurut Arif, lembaga inkubasi memiliki peran strategis dalam penciptaan dan pengembangan usaha. Khususnya, bagi usaha-usaha yang berbasis teknologi, berwawasan lingkungan, berorientasi ekspor, maupun berbasis industri kreatif.

Terlebih lagi, lanjut SesKemenkopUKM, pihaknya memiliki beberapa program strategis lain yang salah satunya adalah menciptakan sebanyak mungkin produk dari usaha mikro dan kecil setelah dikurasi masuk rantai pasok.

“Intinya, kita akan mendorong usaha mikro dan kecil terhubung pada usaha yang lebih maju. Apalagi, Korea banyak membuka industri di Indonesia. Bagi saya, mereka bisa masuk rantai pasok industri perusahaan Korea yang ada di Indonesia, itu sudah cukup bagus,” jelas Arif.

Di samping itu, KemenkopUKM juga memiliki target menumbuhkan banyak wirausaha muda berbasis teknologi. “Kita akan mendesain terciptanya wirausaha-wirausaha muda di Indonesia. Bukan lagi menjadi wirausaha karena susah mencari lapangan kerja. Termasuk melahirkan startup-startup baru, yang unggul, inovatif, dan berdaya saing,” ungkap Arif.

Menurut SesKemenkopUKM, kedua program tersebut bisa disejajarkan dan disinergikan dengan GBC. “Saya menilai, GBC banyak memiliki kegiatan bagus. Artinya, kita bisa berjalan bersama, dan yang sudah ada akan lebih dioptimalkan lagi,” tandas Arif.

Sementara Direktur Green Business Center (GBC) Lee Jong Soon mengatakan bahwa GBC memiliki misi mempercepat Green Business untuk potensi bisnis dengan cara meningkatkan perusahaan digital, yang berdampak baik terhadap lingkungan sebagai upaya untuk masa depan.

“GBC juga menjadi pusat dan penghubung untuk Green Business,” imbuh Lee.

Tak hanya itu, GBC juga memiliki banyak kegiatan pendukung, yaitu untuk meminimalisir risiko investasi asing dan membantu meningkatkan daya saing melalui inkubasi.

“Kita juga akan memberikan dukungan pendidikan berskala internasional dan membantu memperluas jaringan, baik di dalam maupun luar negeri. Termasuk memberikan fasilitas bagi tenant seperti konsultasi, pemasaran, dan memberikan update pasar terkini,” pungkas Lee. (bro)

Tags: Green Business CenterKemenKopUKMKerjasamakoreaKUKMPengembangan KUKM

Berita Terkait.

Media-Sosial
Nasional

Kolom Komentar Diserbu Judol, Bot Berkedok Cewek Cantik Berkeliaran

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:45
Es-Abadi
Nasional

BMKG: Es Abadi Papua Terancam Lenyap di Akhir 2026 atau Awal 2027

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:25
Wamendagri
Nasional

Wamendagri Ribka Haluk Ingatkan Pemda Prioritaskan Urusan Pendidikan

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:05
Tomsi-Tohir
Nasional

Pendidikan Kepemimpinan Harus Melahirkan Pelayanan Publik Berkualitas

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:24
Wamendagri
Nasional

Kelautan dan Perikanan Salah Satu Kunci Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:33
I-Dewa
Nasional

Tak Lengkapi Syarat Administrasi, DKPP Tegaskan Aduan terhadap Anggota M Tio Aliansyah Dinyatakan Gugur

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:23

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1645 shares
    Share 658 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1022 shares
    Share 409 Tweet 256
  • Menteri Ekraf: Arsip Jadi Jejak Transformasi Ekonomi Kreatif Indonesia

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
Belgia
Olahraga

Belgia Menang Kontroversial di Babak Gugur Piala Dunia, Pelatih Senegal Tetap Legawa

Editor Dilianto
Kamis, 2 Juli 2026 - 17:02

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Senegal Pape Thiaw mengaku kecewa atas kekalahan dramatis timnya saat bersua Timnas Belgia pada babak 32...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia Kunci Sukses Inggris Redam Perlawanan Kongo: Sabar dan Jaga Kepercayaan Diri

Hasil Piala Dunia Kunci Sukses Inggris Redam Perlawanan Kongo: Sabar dan Jaga Kepercayaan Diri

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:22
Hasil Piala Dunia: Pulangkan Bosnia dengan 10 Pemain, AS Lanjut ke 16 Besar

Hasil Piala Dunia: Pulangkan Bosnia dengan 10 Pemain, AS Lanjut ke 16 Besar

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:56
Hasil Piala Dunia: Belgia Lolos Dramatis, Penalti Ujung Laga Akhiri Mimpi Senegal

Hasil Piala Dunia: Belgia Lolos Dramatis, Penalti Ujung Laga Akhiri Mimpi Senegal

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:35
Hasil Piala Dunia: Brace Harry Kane Antar Inggris Comeback Spektakuler

Hasil Piala Dunia: Brace Harry Kane Antar Inggris Comeback Spektakuler

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:25
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.