• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kredit Berisiko di BNI Turun, Pengamat: Awal yang Baik!

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 12 Januari 2022 - 17:51
in Ekonomi
bni

Menara BNI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai kredit yang terkena restrukturisasi terus menurun di sejumlah bank. Terkini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat penurunan tersebut juga dialami perusahaan hingga akhir 2021.

Berdasarkan data terkini yang dirilis BNI, nilai restrukturisasi kredit perseroan akibat pandemi Covid-19 per November 2021 sebesar Rp79,38 triliun. Nilai ini turun 22,47 persen dibanding posisi Desember 2020 saat restrukturisasi kredit BNI mencapai Rp102,39 triliun.

BacaJuga:

LPDB Koperasi Perluas Akses Pembiayaan Dana Bergulir ke Koperasi Sektor Riil dengan Proses Transparan dan Akuntabel

4 Pilar Jadi Kunci Percepatan Transformasi Ekonomi Syariah Nasional

bankjakarta.co.id Jadi Wajah Baru Bank Jakarta, Bidik Pengalaman Nasabah Lebih Modern

Penurunan jumlah kredit yang direstrukturisasi diikuti berkurangnya rasio Loan at Risk (LaR) BNI pada periode tersebut. LaR BNI per November 2021 tercatat sebesar 25,18 persen, turun dari posisi Desember 2020 yaitu 28,74 persen.

Baca Juga : UMKM Jatim Makin Sukses, Ekspor Porang ke Pasar Asia hingga Eropa

Sederhananya, LaR merupakan istilah untuk menyebut rasio kredit berisiko atau pembiayaan yang masuk pantauan. Semakin kecil nilai LaR menunjukkan terjaganya kualitas pembiayaan yang disalurkan bank.

Penurunan LaR BNI hingga akhir 2021 dianggap sebagai indikator positif oleh Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin. Menurut Amin, penurunan ini bisa mengindikasikan terjadinya tiga hal.

“Terkait menurunnya LaR ini kan karena ada penurunan kredit yang direstrukturisasi. Artinya ada perbaikan di dua sisi yaitu bank dan nasabah,” kata Amin, seperti dikutip, Rabu (12/1).

Amin berkata, indikasi pertama yang muncul dari penurunan LaR adalah potensi terjadinya ekspansi yang bisa dilakukan BNI untuk menambah penyaluran kredit berkualitas. Indikasi kedua, penurunan ini membuat bank bisa menahan laju CKPN yang berdampak pada laba.

Baca Juga : Kembali Eksis di Proliga 2022, BNI Perkenalkan Susunan Tim Baru

Ketiga, BNI bisa mengirimkan sinyal kepada dunia usaha terkait pemenuhan kebutuhan kredit. Sinyal ini dapat menarik pelaku usaha yang kini memasuki masa pemulihan pasca terdampak pandemi sejak awal 2020.

“Pada 2022 pasti ada kemungkinan penurunan LaR lagi. Sektor yang mulai bisa menjadi pendorong pertumbuhan (kredit) adalah pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan (sawit), dan farmasi. Meski pandemi menurun tapi masih akan ada potensi pertumbuhan bisnis farmasi,” sambung Amin.

Pendapat senada disampaikan Pengamat Perbankan Paul Sutaryono. Dia menilai penurunan LaR menunjukkan semakin kecilnya risiko kenaikan non performing loan (NPL) di suatu bank.

“Penurunan LaR itu merupakan isyarat bahwa risiko kenaikan NPL suatu bank semakin kecil. Itu awal yang baik dalam memperbaiki kualitas kredit sejalan dengan penurunan restrukturisasi kredit,” ujar Paul.

Menurut Paul, penurunan LaR dan berkurangnya risiko NPL memberi kesempatan bagi bank untuk melakukan ekspansi kredit. Akan tetapi, ekspansi ini disebutnya harus dilakukan bank dengan hati-hati.

“Dari sisi lain, hal itu kesempatan bagi bank untuk melakukan ekspansi kredit. Tentu saja, ekspansi kredit wajib disertai penerapan manajemen risiko yang ketat,” katanya.

Menyikapi perbaikan risiko kredit tersebut, Sekretaris Perusahaan BNI Mucharom bilang penurunan restrukturisasi ini terjadi secara linier baik di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pun korporasi.

“Hal ini turut menggerakkan ekonomi dan memberi optimisme kepada debitur restrukturisasi untuk kembali optimistis melanjutkan rencana ekspansinya. Loan at risk (LAR) pun juga menunjukkan tren serupa sehingga membuat BNI semakin percaya diri untuk ekspansi lebih berkualitas tahun depan,” tuturnya.

Beberapa langkah strategis diambil BNI untuk meningkatkan kualitas kredit yang direstrukturisasi seperti dengan perbaikan manajemen risiko dan inisiatif. Pertama, perbaikan end-to-end credit process baik segmen business banking maupun segmen consumer, meliputi pipeline management, underwriting process dan monitoring.

Selain itu, lanjut Mucharom, BNI juga tetap melihat dan mengevaluasi LaR secara periodik. Tidak ketinggalan, perseroan melakukan monitoring kredit secara disiplin melalui review debitur watchlist atau LAR yang dilakukan secara periodik. (arm)

Tags: bnikredit

Berita Terkait.

lpdb
Ekonomi

LPDB Koperasi Perluas Akses Pembiayaan Dana Bergulir ke Koperasi Sektor Riil dengan Proses Transparan dan Akuntabel

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:05
Ekonomi-Syariah
Ekonomi

4 Pilar Jadi Kunci Percepatan Transformasi Ekonomi Syariah Nasional

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:23
Digital
Ekonomi

bankjakarta.co.id Jadi Wajah Baru Bank Jakarta, Bidik Pengalaman Nasabah Lebih Modern

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:08
Muhaimin
Ekonomi

Menko PM: Akses Pembiayaan Tingkatkan Produktivitas dan Ekonomi Masyarakat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:08
Pramono-Anung
Ekonomi

Bank Jakarta dan Persija Naik Kelas, “United for Jakarta” Jadi Kemitraan Strategis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:17
Maman
Ekonomi

Menteri UMKM Gandeng APPI Perkuat Industri dan Pasar Produk Lokal

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:03

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2464 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2202 shares
    Share 881 Tweet 551
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.