• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pengamat: Cuitan Ferdinand Timbulkan Multi Tafsir

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Sabtu, 8 Januari 2022 - 11:54
in Nasional
Ilustrasi media sosial

Ilustrasi media sosial Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Cuitan Ferdinand Hutahaean yang menyatakan Allahmu lemah kalau Allahku kuat memang berpeluang menimbulkan multi tarfsir.

Pernyataan tersebut diungkapkan Pengamat Komunikasi Politik M Jamiluddin Ritonga melalui gawai, Sabtu (8/1/2022).

BacaJuga:

Gugatan Pencalonan Gibran Masuk MK, Analisis Soroti Syarat Pendidikan

Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi

Arus Informasi Makin Cepat, Wartawan Diingatkan Jaga Etika dan Akurasi

Baca juga: Cuitan Ferdinand Hutahaean, Bareskrim Minta Keterangan Lima Ahli Agama

Menurut dia, bisa saja masyarakat menafsirkan Allahmu lemah ditujukan kepada yang memiliki keyakinan di luar keyakinan Ferdinand. Sementara Allah yang sejalan dengan keyakinannya dianggap kuat.

“Kalau tafsirnya seperti ini, tentu akan menimbulkan persepsi cuitan Ferdinand mengandung SARA,” katanya.

“Hal ini dengan sendirinya dapat menimbulkan kemarahan di tengah masyarakat. Sebab, persoalan SARA, khususnya agama, memang sensitif di negeri tercinta ini,” imbuhnya.

Cuitan Ferdinand, masih ujar Jamiluddin, bisa ditafsirkan Allah itu kuat atau lemah tak perlu di bela. Masyarakat yang menafsirkan seperti ini menilai Allah sebagai sang pencipta tentu tidak perlu dibela oleh manusia yang diciptakannya.

“Namanya persepsi tentu sifatnya personal. Berbeda latar belakang akan berbeda pula persepsinya terhadap suatu objek,” ungkapnya.

Lagi pula, dikatakan dia, persepsi tersebut bukan soal benar dan salah. Dalam komunikasi, setiap orang berhak punya persepsi sendiri.

Jadi, menurut dia, dalam komunikasi penyampai pesan tidak bisa memaksakan persepsinya. Khalayak berhak mempersepsi berbeda dengan persepsi penyampai pesan.

“Jadi, Ferdinand boleh saja punya persepsi tertentu terhadap pesan yang disampaikannya. Namun khalayak juga punya hak punya persepsi yang berbeda dengan pesan yang diterimanya,” terangnya.

Sebelumnya, cuitan Ferdinand Hutahaean menjadi perbincangan warganet. Bahkan, cuitan tersebut kemudian sejumlah organisasi masyarakat melaporkan Ferdinand Hutahaean ke pihak berwajib, atas dugaan penistaan agama. (nas)

 

Tags: Ferdinand Hutahaeankasus Ujaran Kebencianujaran kebencian

Berita Terkait.

mk
Nasional

Gugatan Pencalonan Gibran Masuk MK, Analisis Soroti Syarat Pendidikan

Senin, 21 September 2026 - 17:17
menkop
Nasional

Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi

Senin, 21 September 2026 - 16:17
ukw
Nasional

Arus Informasi Makin Cepat, Wartawan Diingatkan Jaga Etika dan Akurasi

Senin, 21 September 2026 - 16:06
Penataan Jabatan Kementerian Keuangan Tuntas, Menkeu Tekankan Integritas dan Koordinasi
Nasional

Wartawan Diingatkan Pentingnya Kompetensi dan Analisis Risiko

Senin, 21 September 2026 - 15:15
Penataan Jabatan Kementerian Keuangan Tuntas, Menkeu Tekankan Integritas dan Koordinasi
Nasional

Materi UKW Cerminan Aktivitas Wartawan Sehari-hari di Lapangan

Senin, 21 September 2026 - 14:28
Pakar: Karhutla Kejahatan Serius, Sanksi Pelaku Harus Diperkuat
Nasional

Tak Sekadar Ujian, UKW Bantu Peserta Introvert Jadi Lebih Percaya Diri Berkomunikasi

Senin, 21 September 2026 - 11:08

OLAHRAGA

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak
Olahraga

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Editor Folber Siallagan
Minggu, 20 September 2026 - 20:05

PRIHATIN, kecewa, jengkel campur aduk rasanya, ketika menyaksikan pertandingan di level pembinaan MSI YOUTH DEVELOPMENT 2026 (KU 10–18) yang mempertontonkan...

SelengkapnyaDetails
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30
sumaya

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Sabtu, 19 September 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5538 shares
    Share 2215 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.