• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bea Cukai Lampaui Target Penerimaan Senilai Rp269 Triliun

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 7 Januari 2022 - 23:28
in Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sepanjang 2021, pandemi Covid-19 masih menjadi isu utama penyebab melemahnya perekonomian dunia. Pengurangan mobilisasi disebut sebagai penyebab lambatnya laju ekonomi. Tak hanya dunia, dampak pandemi juga melanda Indonesia.

Di tengah ketidakpastian akibat pandemi, penerimaan Bea Cukai tumbuh secara signifikan dari target yang ditentukan. Bea Cukai berhasil lampaui target yang ditetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 125,1 persen dan tumbuh sebesar 26,23 persen year on year (yoy). Target APBN 2021 di bidang kepabeanan dan cukai senilai Rp215 triliun, sedangkan realisasi penerimaan hingga 31 Desember 2021 mencapai Rp269 triliun.

BacaJuga:

Pandji Pragiwaksono Soroti Sistem Politik Indonesia: Jangan Berpikir Ganti Presiden Semua Beres

Airlangga Tegaskan Riset Jadi Senjata Utama Sawit Indonesia Tembus Industri Masa Depan

Mendiktisaintek: Kampus Harus Jadi Motor Lahirnya Industri Kreatif Baru

Penerimaan di sektor kepabeanan dan cukai didapat dari tiga sumber, antara lain bea masuk (BM), cukai, dan bea keluar (BK). Penerimaan cukai lebih rinci dibagi menjadi hasil tembakau (HT), etil alkohol (EA), minuman mengandung etil alkohol (MMEA), denda administrasi cukai, cukai lainnya, dan plastik.

Baca Juga: Bea Cukai Sambangi Mahasiswa, Beri Edukasi Kepabeanan dan Cukai

Selain mengoptimalkan pada sisi penerimaan, Bea Cukai juga mengutamakan pada fasilitas pelayanan. Di tengah mendesaknya kebutuhan layanan kesehatan, Bea Cukai terapkan fasilitas pembebasan impor barang penanganan pandemi Covid-19 sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 92/PMK.04/2021. Bea Cukai juga menerapkan percepatan pelayanan pada barang-barang yang memerlukan pelayanan segera (rush handling) sesuai PMK nomor 74/PMK.04/2021.

Meskipun berikan layanan pembebasan pada tahun 2021, Bea Cukai berhasil melampaui target penerimaan bea masuk sebesar 117,22 persen. Penerimaan bea masuk pun mengalami pertumbuhan sebesar 19,83 persen (yoy). Sedangkan realisasi penerimaan senilai Rp38,87 triliun atau mencapai kenaikan senilai Rp6,4 triliun.

Persentase pertumbuhan penerimaan cukai paling rendah dibandingkan sektor kepabeanan yakni sebesar 10,91 persen (yoy). Namun tetap sebagai penyumbang penerimaan Bea Cukai paling tinggi dengan realisasi senilai Rp195,5 triliun. Penerimaan di bidang cukai masih didominasi cukai HT senilai Rp188,8 triliun, dilanjutkan EA Rp0,11 triliun, MMEA Rp6,5 triliun, denda administrasi cukai Rp0,07 triliun, cukai lainnya Rp0,02 triliun, dan plastik paling rendah yakni 0 rupiah.

Komoditas ekspor menjadi salah satu penopang perekonomian negara yang utama, tak heran penerimaan bea keluar mengalami pertumbuhan paling signifikan yakni sebesar 706,94 persen (yoy) dan realisasi penerimaan senilai Rp34,52 triliun. Bea keluar mencapai target penerimaan paling tinggi yakni sebesar 1930,67 persen. Capaian ini tak terlepas dari peran Bea Cukai dalam memberi bantuan pada pelaku usaha melalui layanan klinik ekspor dan berbagai fasilitas ekspor.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa, Nirwala Dwi Heryanto mengatakan bahwa sepanjang 2021 perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan. Indonesia juga dianggap tangguh oleh menteri-menteri yang tergabung dalam G20 (Group of Twenty) dalam mengatasi pandemi dan krisis ekonomi. Namun masih ada tantangan yang harus diperbaiki, misalnya dari sisi penyelarasan proses bisnis dan sistem IT. Selain itu dari dalam perlu adanya penguatan dan pengembangan SDM.

“Dalam menghadapi tantangan ke depan kita perlu menyiapkan pondasi yang kuat dalam berbagai aspek. Pertama, menguatkan reformasi sehingga Bea Cukai menjadi institusi yang senantiasa terpercaya. Kedua, mengoptimalkan peran Bea Cukai sehingga memberi kontribusi signifikan pada APBN. Ketiga, menjalin hubungan baik sehingga sinergi antarinstasi dapat mewujudkan Indonesia yang makin baik,” jelas Nirwala. “Mudah-mudahan ekonomi kita terus tumbuh positif dan penerimaan dapat melampaui target yang ditetapkan APBN,” pungkasnya. (ipo)

Tags: Bea CukaiTarget Penerimaan

Berita Terkait.

Panji
Nasional

Pandji Pragiwaksono Soroti Sistem Politik Indonesia: Jangan Berpikir Ganti Presiden Semua Beres

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:24
Airlangga Tegaskan Riset Jadi Senjata Utama Sawit Indonesia Tembus Industri Masa Depan
Nasional

Airlangga Tegaskan Riset Jadi Senjata Utama Sawit Indonesia Tembus Industri Masa Depan

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:04
Brian
Nasional

Mendiktisaintek: Kampus Harus Jadi Motor Lahirnya Industri Kreatif Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:43
IPDN
Nasional

Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:23
Mendagri
Nasional

Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:42
ASN dalam Pusaran Korupsi Kepala Daerah, Prof Djoehermaanyah: Tolak Perintah Jabatan Melayang, Turuti Masuk Penjara
Nasional

ASN dalam Pusaran Korupsi Kepala Daerah, Prof Djoehermaanyah: Tolak Perintah Jabatan Melayang, Turuti Masuk Penjara

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:32

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3187 shares
    Share 1275 Tweet 797
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2780 shares
    Share 1112 Tweet 695
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
  • Hasil Piala Dunia: Hat-trick Bukayo Saka Antar Inggris Raih Perunggu

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.