• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

PM Sudan Lengser Setelah Gagal Pulihkan Pemerintahan Sipil

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Senin, 3 Januari 2022 - 10:45
in Internasional
Abdalla Hamdok, PM Sudan yang digulingkan militer.

Abdalla Hamdok, PM Sudan yang digulingkan militer. ANTARA/ REUTERS/ Mohamed Nureldin Abdallah/ aa.( REUTERS// MOHAMED NURELDIN ABDALLAH)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok mengatakan pada Minggu (2/1) mengundurkan diri, enam pekan setelah kembali ke jabatannya dalam kesepakatan dengan para pemimpin kudeta militer.

Dalam kesepakatan itu Hamdok mengatakan bahwa dia dapat menyelamatkan transisi menuju demokrasi.

BacaJuga:

Swiss-belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?

Sempat Dikritik Dino Patti Djalal, Pemerintah Akhirnya Utus Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei

Hamdok, yang gagal membentuk pemerintahan saat protes berlanjut terhadap pengambilalihan militer pada Oktober, mengatakan perundingan dengan berbagai pihak yang berkepentingan diperlukan untuk menghasilkan kesepakatan baru untuk transisi politik Sudan.

“Saya memutuskan buat mengembalikan tanggung jawab dan mengumumkan pengunduran diri saya sebagai perdana menteri, dan memberikan kesempatan kepada siapa pun dari negara mulia ini untuk… membantu negara ini melewati masa transisi menuju negara sipil yang demokratis,” kata Hamdok dalam pidato yang disiarkan televisi, Senin (3/1/2022), seperti dikutip Antara.

Pengumuman itu membuat masa depan politik Sudan semakin dalam ke arah ketidakpastian, tiga tahun setelah pemberontakan yang menyebabkan penggulingan pemimpin lama Omar al-Bashir.

Sebagai seorang ekonom dan mantan pejabat PBB yang dihormati secara luas oleh masyarakat internasional, Hamdok menjadi perdana menteri di bawah perjanjian pembagian kekuasaan antara militer dan warga sipil setelah penggulingan Bashir.

Digulingkan dan ditempatkan di bawah tahanan rumah oleh militer selama kudeta pada 25 Oktober, dia diangkat kembali pada November.

Namun kesepakatan atas kembalinya ke posisi PM dikecam oleh banyak orang di koalisi sipil yang sebelumnya mendukungnya. Pengunjuk rasa yang terus mengadakan demonstrasi massal menentang kekuasaan militer.

Dalam unjuk rasa mutakhir pada Minggu, beberapa jam sebelum pidato Hamdok, pasukan keamanan menembakkan gas air mata ke demonstran di Khartoum ketika pengunjuk rasa bergerak menuju istana presiden.

Sedikitnya dua orang tewas, menjadikan 56 korban tewas dalam protes sejak kudeta 25 Oktober, kata komite dokter yang bergabung dengan gerakan protes.

Di antara reformasi ekonomi yang dijalankan Hamdok adalah penghapusan subsidi bahan bakar yang mahal serta devaluasi mata uang yang tajam. Itu memungkinkan Sudan untuk memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan utang luar negeri setidaknya 56 miliar dolar AS (Rp797 triliun). Namun kesepakatan atas bantuan utang itu mengalami ketakpastian akibat kudeta. Kudeta itu juga membekukan dukungan ekonomi Barat yang luas untuk Sudan.

Sekembalinya sebagai perdana menteri pada November, Hamdok mengatakan ingin mempertahankan langkah-langkah ekonomi yang diambil oleh pemerintah transisi dan menghentikan pertumpahan darah setelah meningkatnya jumlah korban akibat penumpasan terhadap protes.(mg3)

Tags: pemimpin kudeta militerPerdana Menteri Sudan Abdalla Hamdokpolitik Sudan

Berita Terkait.

SB
Internasional

Swiss-belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:25
Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?
Internasional

Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:04
Sugiono
Internasional

Sempat Dikritik Dino Patti Djalal, Pemerintah Akhirnya Utus Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:41
KPTDP Gandeng Tony Blair Percepat Pemerintahan Digital Berbasis AI
Internasional

KPTDP Gandeng Tony Blair Percepat Pemerintahan Digital Berbasis AI

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:44
Run for Free Palestine Jadi Aksi Perdana, Komnas Palestina Resmi Menggalang Solidaritas Warga
Internasional

Run for Free Palestine Jadi Aksi Perdana, Komnas Palestina Resmi Menggalang Solidaritas Warga

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:01
Asia Tenggara Satukan Kekuatan Riset, ASEAN4TB Siap Percepat Eliminasi Tuberkulosis
Internasional

Asia Tenggara Satukan Kekuatan Riset, ASEAN4TB Siap Percepat Eliminasi Tuberkulosis

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:22

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3196 shares
    Share 1278 Tweet 799
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1280 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2829 shares
    Share 1132 Tweet 707
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.