• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

ADB Pangkas Pertumbuhan Negara Berkembang Asia Atas Risiko Omicron

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 14 Desember 2021 - 10:05
in Ekonomi
asian development

Foto Dokumen: Seorang pekerja berjalan melewati kantor pusat Asian Development Bank (ADB) di Manila 17 Juni 2009. Antara/Reuters/Cheryl Ravelo

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bank Pembangunan Asia (ADB) pada Selasa (14/12) memangkas perkiraan pertumbuhannya untuk negara-negara berkembang Asia tahun ini dan selanjutnya guna mencerminkan risiko dan ketidakpastian yang dibawa oleh varian baru virus corona Omicron.

Pemberi pinjaman yang berbasis di Manila itu sekarang memproyeksikan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 2021 sebesar 7,0 persen untuk negara-negara berkembang Asia, turun dari 7,1 persen, dan pertumbuhan 2022 sebesar 5,3 persen, turun dari 5,4 persen pada September.

BacaJuga:

Geopolitik Memanas, Rupiah Tersungkur ke Rp17.414 Usai Trump Tolak Proposal Iran

Purbaya Pastikan Era Tax Amnesty Berakhir, Pengusaha Diminta Tetap Tenang

Wuling Eksion Temani Perjalanan Baru Keluarga Indonesia, Lebih dari 1.000 Konsumen Sudah Memesan

“Covid-19 telah surut di negara berkembang Asia, tetapi meningkatnya infeksi di seluruh dunia dan munculnya varian yang menyebar cepat menunjukkan bahwa pandemi akan membutuhkan waktu untuk berhenti,” kata ADB dalam suplemen untuk laporan Asian Development Outlook.

Baca Juga : Rupiah Terus Menguat Seiring Makin Meredanya Kekhawatiran Omicron

Sebagian besar subkawasan berkembang Asia diperkirakan tumbuh lebih lambat dari perkiraan sebelumnya tahun ini, sebagian karena pemulihan yang lemah di China.

Ekonomi China, yang melakukan rebound mengesankan dari kemerosotan pandemi tahun lalu, telah kehilangan momentum dalam beberapa bulan terakhir karena bergulat dengan lonjakan harga- harga, sektor manufaktur yang melambat, masalah utang di pasar properti, dan wabah Covid-19 yang terus-menerus.

ADB memproyeksikan ekonomi China akan tumbuh 8,0 persen tahun ini, sedikit lebih lemah dari perkiraan 8,1 persen pada September, sebelum melambat menjadi 5,3 persen pada 2022, turun dari proyeksi sebelumnya 5,5 persen.

Kemunculan Omicron baru- baru ini, yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia telah dilaporkan oleh lebih dari 60 negara sejak pertama kali terdeteksi bulan lalu di Afrika Selatan dan Hong Kong.

“Adalah pengingat yang serius bahwa wabah lebih lanjut kemungkinan tetap ada,” kata ADB seperti dikutip Antara, Selasa (14/12/2021).

ADB memangkas perkiraan pertumbuhan 2021 untuk India menjadi 9,7 persen dari perkiraan 10, 0 persen yang dibuat pada September, tetapi membiarkan perkiraan pertumbuhan 2022 tidak berubah pada 7,5 persen.

Bank pembangunan itu, mempertahankan perkiraan pertumbuhan 2021 untuk Indonesia tak berubah pada 3,5 persen sama seperti yang dibuat pada September, serta meningkatkan perkiraan pertumbuhan 2022 menjadi 5,0 persen dari 4,8 persen yang dibuat September.

Untuk mempertimbangkan ekspansi kuartal ketiga yang lebih lambat di Asia Tenggara, ADB memangkas perkiraan pertumbuhannya untuk subkawasan menjadi 3,0 persen pada tahun 2021 dari 3,1 persen, tetapi ADB menaikkan proyeksi pertumbuhannya untuk subkawasan tahun depan menjadi 5,1 persen dari 5,0 persen.

Inflasi diperkirakan akan tetap terkendali di Asia, kata ADB, yang akan memungkinkan kebijakan moneter untuk tetap mendukung pertumbuhan di tengah berlanjutnya risiko dari pandemi.(mg1)

Tags: ADBasian development banknegera berkembangPertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait.

Mata-Uang
Ekonomi

Geopolitik Memanas, Rupiah Tersungkur ke Rp17.414 Usai Trump Tolak Proposal Iran

Senin, 11 Mei 2026 - 17:27
Purbaya
Ekonomi

Purbaya Pastikan Era Tax Amnesty Berakhir, Pengusaha Diminta Tetap Tenang

Senin, 11 Mei 2026 - 15:05
wuling
Ekonomi

Wuling Eksion Temani Perjalanan Baru Keluarga Indonesia, Lebih dari 1.000 Konsumen Sudah Memesan

Senin, 11 Mei 2026 - 12:02
pgn
Ekonomi

Program HUT Ke-61 PGN: Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas

Senin, 11 Mei 2026 - 10:04
PTC Cetak Kinerja Solid Sepanjang 2025, Siap Akselerasi Roadmap “Driving Nine to Twentynine”
Ekonomi

PTC Cetak Kinerja Solid Sepanjang 2025, Siap Akselerasi Roadmap “Driving Nine to Twentynine”

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:57
UMKM Binaan Pertamina Bersinar di Inabuyer 2026, Buyer Berebut Kerja Sama
Ekonomi

UMKM Binaan Pertamina Bersinar di Inabuyer 2026, Buyer Berebut Kerja Sama

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:02

BERITA POPULER

  • madura

    Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    725 shares
    Share 290 Tweet 181
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.