• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pasar Saham dan Pasar Obligasi Diprediksi Tumbuh Positif Tahun Depan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 7 Desember 2021 - 17:42
in Ekonomi
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia(MAMI) Samuel Kesuma saat jumpa pers di Jakarta, Selasa.

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia(MAMI) Samuel Kesuma saat jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia memprediksi pasar saham dan pasar obligasi Indonesia pada tahun depan akan tumbuh positif, bersamaan pemulihan perekonomian domestik.

“Situasi dan penanganan pandemi sempat membuat kinerja pasar saham tertinggal. Namun perbaikan penanganan dan kondisi fundamental yang semakin kuat membuat pasar saham menawarkan peluang pertumbuhan yang baik di 2022,” tutur Senior Portfolio Manager, Equity, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia(MAMI) Samuel Kesuma saat jumpa pers di Jakarta, Selasa.

BacaJuga:

Bea Cukai Perkuat Pengawasan Industri Rokok, Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha di Semarang dan Malang

Kinerja Moncer BTN Berlanjut, Laba Bersih Tembus Rp1,85 Triliun per Mei 2026

LinkUMKM BRI Dorong Perajin Batik Semarang Tumbuh dari Usaha Rumahan ke Pasar Internasional

Selain itu, lanjut dia, peluang pemulihan ekonomi yang lebih kuat dan resilient mendorong normalisasi pertumbuhan profitabilitas perusahaan ke level yang lebih sehat pada 2022.

Hal lainnya, lanjut Samuel, adalah peluang pertumbuhan e-economy yang terang mendorong tingginya minat investor, terutama dibantu potensi inklusi pada indeks saham global dan rencana IPO beberapa saham e-economy pada 2022.

“Di tahun 2022, kami mempertahankan posisi overweight pada sektor inti yang mendapatkan manfaat dari perubahan struktural, seperti e-economy, green economy, dan telekomunikasi. Sementara itu, secara selektif kami mengambil posisi overweight pada beberapa sektor yang menjadi proxy pembukaan kembali ekonomi, seperti finansial, otomotif, dan properti. Kami memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) akan berada di level 7.600,” ucap Samuel.

Sementara itu Director& Chief Investment Officer, Fixed Income MAMI Ezra Nazula mengatakan saat ini pasar obligasi Indonesia memberikan imbal hasil riil yang relatif tinggi dibandingkan kawasan.

“Hal ini membuat pasar obligasi kuat menghadapi perubahan sentimen global di 2022,” ucap Ezra.

Peluang pasokan yang teratasi dan permintaan domestik yang kuat, tutur dia, ditopang oleh laju pertumbuhan kredit yang masih relatif rendah dan imbal hasil obligasi yang menarik, dapat mendukung pergerakan obligasi Indonesia.

“Faktor sentimen dan fundamental yang lebih kokoh berkontribusi pada stabilitas pergerakan pasar obligasi Indonesia, menjadi sarana diversifikasi portofolio yang baik,” tutur Ezra.

Ia menambahkan pemerintah dan Bank Indonesia telah berkomitmen mereformasi perpajakan dan meneruskan skema memberi beban bagian III untuk pendanaan APBN pada 2022. Kondisi itu menjaga ruang dan berkelanjutan fiskal dalam jangka menengah, terutama dalam merendahkan defisit anggaran menuju di bawah 3 persen terhadap PDB pada 2023.

“Di tengah kondisi fiskal yang lebih hati-hati, sinergi fiskal-moneter dinilai sebagai hal yang positif berpotensi mengurangi tekanan terhadap peringkat kredit Indonesia. Kami memperkirakan imbal hasil obligasi pemerintah dengan durasi 10 tahun untuk tahun 2022 akan berada di level 6 persen hingga 6, 25 persen,” ucap Ezra. (mg4)

Tags: ekonomiipopasar saham

Berita Terkait.

bc2
Ekonomi

Bea Cukai Perkuat Pengawasan Industri Rokok, Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha di Semarang dan Malang

Senin, 15 Juni 2026 - 19:27
btnnn
Ekonomi

Kinerja Moncer BTN Berlanjut, Laba Bersih Tembus Rp1,85 Triliun per Mei 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 19:17
bri
Ekonomi

LinkUMKM BRI Dorong Perajin Batik Semarang Tumbuh dari Usaha Rumahan ke Pasar Internasional

Senin, 15 Juni 2026 - 18:08
bcc
Ekonomi

Bea Cukai Perkuat Daya Saing Industri Morowali dan Eksportir Surabaya lewat Pendampingan Kepatuhan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:47
bc
Ekonomi

Sektor Batu Bara Dominasi Ekspor Aceh, Bea Cukai Catat Kontribusi Devisa Rp6,98 Triliun

Senin, 15 Juni 2026 - 15:24
Hokkop Situngkir
Ekonomi

PLN EPI Siapkan Ekosistem Biomethane, POME Disulap Jadi Bahan Bakar Pembangkit

Senin, 15 Juni 2026 - 15:09

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    6403 shares
    Share 2561 Tweet 1601
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1693 shares
    Share 677 Tweet 423
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1020 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    957 shares
    Share 383 Tweet 239
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.