• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Negara Belum Sepenuhnya Ramah Pada Penyandang Disabilitas

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 2 Desember 2021 - 23:07
in Headline
stafsus pres

Tangkapan Layar-Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/12), usai Presiden Joko Widodo melantik tujuh Komisioner Komisi Nasional Disabilitas. ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia mengatakan bahwa kondisi di Indonesia masih belum bisa sepenuhnya ramah terhadap para penyandang disabilitas dalam berkehidupan sehari-hari.

“Dari lubuk yang paling dalam mereka ingin bisa tinggal dengan nyaman di Indonesia. Karena negara kita termasuk negara yang sesungguhnya belum ramah terhadap disabilitas,” kata Angkie seperti dikutip Antara, Kamis (2/12/2021).

BacaJuga:

Six UNIFIL Peacekeepers Killed in Lebanon, Indonesian Troops Suffer Highest Casualties

Total 6 Pasukan UNIFIL Gugur di Lebanon, Prajurit TNI Jadi Korban Terbanyak

Indonesian Soldier Killed, House Urges UN to Review Protection of UNIFIL Troops

Berdasarkan data milik BPS Susenas tahun 2018, lebih dari 30 juta jiwa penyandang disabilitas hidup di Indonesia dengan beragam jenis disabilitas. Seperti disabilitas motorik, sensorik, intelektual, mental dan juga ganda.

Dengan banyaknya disabilitas, Angkie sangat menyayangkan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, masih banyak diskriminasi dan ketidaksetaraan yang didapatkan oleh penyandang disabilitas seperti dalam aksesbilitas, peningkatan kualitas diri dan turut disertakan dalam program-program yang dijalankan pemerintah.

Baca Juga: Tangani Disabilitas, KND Diharapkan Bisa Bersinergi dengan Kemensos

Di daerah, kata dia, masih terdapat stigma di mana terdapat sejumlah pihak yang memandang penduduk disabilitas tidak mampu berbuat apapun. Hal itu menyebabkan para penyandang disabilitas tidak bisa mendapatkan hak untuk memperoleh kesempatan, pendidikan dan lingkungan yang sama seperti masyarakat pada umumnya.

“Padahal penyandang disabilitas ini adalah kondisi fisik yang di mana mereka tidak bisa melakukan hal-hal tertentu tapi bukan berarti tidak memiliki kesempatan yang sama,” tegas Angkie.

Ia mengatakan dengan bakat yang dimiliki oleh penyandang disabilitas dalam keterampilan kreatif seperti menari dan menggambar merupakan bentuk aktualitas mereka memiliki kemampuan yang dapat lebih dikembangkan.

Sehingga yang diperlukan supaya para penyandang disabilitas dapat merasa hidup dengan nyaman di negara ini adalah dukungan dan ajakan yang membuat mereka turut aktif dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah sendiri.

Ia berharap dalam menyambut Hari Disabilitas Internasional yang akan jatuh pada tanggal 3 Desember 2021 besok, semua pihak dapat bekerja sama memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas, lebih mengajak dan bersuara sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Angkie turut berharap, dengan dibentuknya Komisi Nasional Disabilitas dapat menjadi momentum bagi sejarah untuk mengajak lingkungan lebih memperhatikan penyandang disabilitas serta memperkuat sinergi untuk mendorong kementerian atau lembaga terkait untuk memberikan hak-hak mereka.

“Terus terang kita butuh lebih banyak support dan lebih banyak aktif. Jadi memang dua sisi, tidak bisa saling menunggu satu sama lain. Bagaimana kita terus mengajak pergerakan teman-teman disabilitas,” kata dia. (mg2)

Tags: negaraPenyandang Disabilitas

Berita Terkait.

Prajurit
Headline

Six UNIFIL Peacekeepers Killed in Lebanon, Indonesian Troops Suffer Highest Casualties

Sabtu, 25 April 2026 - 19:08
Pasukan
Headline

Total 6 Pasukan UNIFIL Gugur di Lebanon, Prajurit TNI Jadi Korban Terbanyak

Sabtu, 25 April 2026 - 19:08
Prajurit
Headline

Indonesian Soldier Killed, House Urges UN to Review Protection of UNIFIL Troops

Sabtu, 25 April 2026 - 18:07
Prajurit
Headline

Prajurit TNI Jadi Korban, DPR RI Dorong PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL

Sabtu, 25 April 2026 - 18:07
Lagi, Prajurit TNI Kontingen UNIFIL Gugur di Lebanon Selatan
Headline

Lagi, Prajurit TNI Kontingen UNIFIL Gugur di Lebanon Selatan

Sabtu, 25 April 2026 - 09:26
bahlil
Headline

Respons Bahlil terkait Usulan KPK: di Golkar Tiap Munas Ada Ketua Umum Baru

Sabtu, 25 April 2026 - 07:07

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1348 shares
    Share 539 Tweet 337
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    867 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    759 shares
    Share 304 Tweet 190
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.