• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Cegah Terorisme, Perlu Vaksinasi Ideologi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 1 Desember 2021 - 16:57
in Nasional
terorisme

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. ANTARA/HO-Humas MPR

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak semua pihak agar menangkal ancaman radikalisme dan terorisme dengan vaksinasi ideologi.

Bambang Soesatyo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menjelaskan strategi menangkal ancaman radikalisme dan terorisme memerlukan pendekatan yang bersifat” soft power”.

BacaJuga:

Prabowo Pastikan Mekanisme Penunjukan Kapolri Tetap Lewat Persetujuan DPR

Hardiknas 2026: Ary Ginanjar Raih Lencana Emas, Jatim Percepat Mesin Talenta

Dokter Internship Meninggal Saat Bertugas, DPR Desak Audit: “Alarm Keras Sistem Kesehatan!”

Hal itu, kata dia, mengingat upaya deradikalisasi tidak akan efektif apabila hanya dilakukan secara represif yang hanya bersifat mengobati secara instan, tetapi belum tentu mencabut akar persoalan.

Baca Juga : Mahfud MD: Tak Ada Hubungan MUI dan Terduga Teroris di Bekasi

“Semangat Tri Dharma Kosgoro 1957 yang terdiri atas pengabdian, kerakyatan, dan solidaritas adalah bagian tidak terpisahkan dari program vaksinasi ideologi Empat Pilar MPR RI untuk membangun imunitas kebangsaan dan jati diri,” kata dia

Gelombang tantangan kebangsaan yang datang silih berganti dalam berbagai dimensi dan fenomena, kata dia, menuntut adanya keteguhan soliditas dan solidaritas kebangsaan.

“Nilai-nilai pengabdian, kerakyatan, dan solidaritas inilah yang akan menghimpun kita dalam satu ikatan komitmen kebangsaan,” kata dia.

Ia mengingatkan hingga saat ini ancaman radikalisme dan terorisme masih menjadi ancaman kebangsaan. Merujuk laporan tahunan tentang Indeks Terorisme Global, tahun 2020 Indonesia berada di peringkat ke-37 atau dalam kategori medium terdampak terorisme.

Baca Juga : Data yang Bocor Dapat Digunakan oleh Pelaku Terorisme

Berdasarkan hasil Survei Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), tren potensi radikalisme di Indonesia pada 2017 tercatat sebesar 55,2 persen (kategori sedang), untuk 2019 turun menjadi 38,4 persen (kategori rendah), dan 2020 turun kembali menjadi 14 persen (kategori sangat rendah).

“Meskipun tren potensi radikalisme cenderung mengalami penurunan, kita merasa prihatin bahwa dari aspek tingkat kenekatan, manifestasi dari paham radikal justru lebih mengkhawatirkan. Misalnya, ditandai dengan adanya aksi bom bunuh diri yang melibatkan wanita dan anak-anak,” kata Bamsoet.

Ketua DPR RI Ke-20 itu menjelaskan paham radikal tidak semata-mata terdistribusi melalui proses indoktrinasi yang dilakukan secara langsung atau melalui pendekatan konvensional lainnya.

Perkembangan teknologi informasi memungkinkan paparan paham radikal dapat dijangkau dan diakses hanya dalam batas sentuhan jari di layar telepon pintar.

Terutama, menurut Bamsoet, pada masa pandemi Covid-19 ketika berbagai aktivitas sosial mengalami pembatasan, justru hal itu menjadi pintu masuk dan membuka peluang bagi propaganda dan indoktrinasi paham radikal dan teror melalui dunia maya.

“Tantangan menghadapi paham radikal bukanlah persoalan gampang. Tekanan dan beban kehidupan yang dirasakan semakin sulit,” kata Bamsoet.

Khususnya, kata dia, saat pandemi Covid-19 berpotensi mendesak berkembang suburnya radikalisme sebagai solusi instan dan pelarian dari berbagai himpitan persoalan.

“Di samping itu, fakta sosiologis bahwa Indonesia ditakdirkan menjadi sebuah bangsa dengan tingkat heterogenitas yang tinggi, menjadikan kita berada dalam posisi rentan dari ancaman potensi konflik,” ucap Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI itu mengatakan tidak hanya dari aspek propaganda dan indoktrinasi, teknologi informasi juga dimanfaatkan kalangan teroris untuk penggalangan dana (“crowdfunding”) mendukung aktivitas terorisme.

Menurut catatan BNPT selama pandemi terdapat kenaikan 101 persen transaksi keuangan mencurigakan yang diduga kuat terkait aktivitas terorisme. Internet telah menjadi senjata baru dalam penyebaran paham radikal dan teror.

“Inilah yang memungkinkan, misalnya, remaja wanita yang berada di Inggris atau Australia dapat dengan mudahnya bergabung dengan ISIS yang berada di Irak,” kata dia.

Contoh lain, ujar dia, kasus wanita muda yang menyerang Mabes Polri beberapa waktu lalu diduga kuat terpapar ideologi ISIS dari internet.

“Kita harus menyadari bahwa era disrupsi yang mengantarkan fenomena the internet of things menjadikan ancaman paparan radikalisme terasa begitu dekat, dimana jarak dan waktu tidak lagi menjadi hambatan dan kendala untuk melakukan propaganda,” ujarnya, Rabu (1/12/2021). (mg3)

Tags: Ideologimpr riTerorismeVaksinasi Ideologi

Berita Terkait.

bowo
Nasional

Prabowo Pastikan Mekanisme Penunjukan Kapolri Tetap Lewat Persetujuan DPR

Rabu, 6 Mei 2026 - 01:11
ary
Nasional

Hardiknas 2026: Ary Ginanjar Raih Lencana Emas, Jatim Percepat Mesin Talenta

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:23
Dokter Internship Meninggal Saat Bertugas, DPR Desak Audit: “Alarm Keras Sistem Kesehatan!”
Nasional

Dokter Internship Meninggal Saat Bertugas, DPR Desak Audit: “Alarm Keras Sistem Kesehatan!”

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:31
Dugaan Pelecehan Puluhan Santri di Pati, DPR Desak Hukuman Maksimal: Ini Kejahatan Serius!
Nasional

Dugaan Pelecehan Puluhan Santri di Pati, DPR Desak Hukuman Maksimal: Ini Kejahatan Serius!

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:55
Tak Sekadar Populis, Program MBG Kunci Kualitas SDM Masa Depan
Nasional

Tak Sekadar Populis, Program MBG Kunci Kualitas SDM Masa Depan

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:31
99 Persen Kader Internal Isi Kepengurusan Baru, Jazuli: PB Mathla’ul Anwar Siap Melesat Lebih Tinggi
Nasional

51 Jemaah Haji Ilegal Ditangkap di Soetta Selama April – Mei 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:32

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3689 shares
    Share 1476 Tweet 922
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.