• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

20 Paket Wisata Baru Kampung Cikadu Tanjung Lesung Diluncurkan

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 14 November 2021 - 15:21
in Ekonomi
Kampung wisata

Kampung wisata Cikadu KEK Tanjung Lesung penghasil kerajinan bambu (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tanjung Lesung di Provinsi Banten menjadi salah satu dari destinasi super prioritas telah bersiap menerima kunjungan wisatawan. Sepinya roda ekonomi pariwisata akibat pandemi dalam hampir dua tahun terakhir jelas berdampak pada kawasan ekonomi khusus itu.

Dan tiba saatnya bagi Tanjung Lesung untuk bangkit kembali membangun dan mensejahterakan masyarakatnya melalui ekonomi pariwisata. Kawasan itu dikembangkan dengan melibatkan berbagai pihak termasuk kalangan swasta dan perguruan tinggi.

BacaJuga:

Ekonomi Syariah Masuk Agenda Besar Negara, KNEKS Dorong Akselerasi

PLN NP Bikin Terobosan, Emisi PLTGU Muara Karang Disedot Mikroalga

Iran Buka Selat Hormuz, Kementerian ESDM: Stabilitas Energi Indonesia Kian Terjamin

Salah satunya President University yang mendapat dukungan nyata dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, dalam bentuk Matching-Fund untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis dengan pihak Industri.

Baca Juga : Berwisata ke Obelix Hills Yogyakarta

Dalam mengemban dukungan itu, President University bekerja sama dengan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Tanjung Lesung, PATA (Pacific Asia Tourism Association) Indonesia, ASITA (The Association of Indonesia Travel Agents), dan WTD Indonesia (World Tourism Day).

Kolaborasi itu menangani kegiatan Akselerasi dan Komersialisasi Kampung Wisata Cikadu, Desa Tanjung Jaya di Kawasan Penyangga (buffer-zone) KEK Tanjung Lesung, yang berjarak 180 km dari Jakarta, atau ditempuh sekitar 3 jam via Tol Jakarta-Merak dengan =mobil.

KEK Tanjung Lesung merupakan salah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas yang ditetapkan Pemerintah untuk dikembangkan, dan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor Pariwisata di Indonesia.

Baca Juga : Pulau Kolorai, Malut, Ditetapkan Kemenparekraf Jadi Daerah Wisata

Penetapan KEK Tanjung Lesung sebagai kawasan pariwisata merupakan salah satu program pemerintah dalam peningkatan perekonomian nasional, selain peningkatan pendapatan negara, KEK ditujukan sebagai “trigger effect” bagi wilayah sekitarnya.

Dengan penetapan itu, kawasan KEK Tanjung Lesung direncanakan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten bagian selatan. Dan hub dari KSPN KEK Tanjung Lesung, berada di Kampung wisata Cikadu, Desa Tanjung Jaya.

Menurut Dr. Agus Canny, M. A., M. Sc., Executive Director, PATA Indonesia, kerja sama perguruan tinggi dengan industri diharapkan dapat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Hal ini tidak lain bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi dan keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat Desa Tanjung Jaya secara berkesinambungan, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif, dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan generasi berikutnya.

Dalam proyek itu, President University telah merampungkan pemetaan potensi kampung wisata, dimulai dengan survei lapangan, menemukan permasalahan, kemudian mempelajari teori yang sesuai dengan permasalahan.

Pemetaan itu, mengacu pada pendekatan komprehensif (seluruh aspek), pendekatan integratif (memadukan seluruh pihak terlibat), dan pendekatan realistis (memadukan pertimbangan ideal vs pragmatis), dengan mengambil data primer melalui FGD (Focus Group Discussion) dan In-Depth Interview kepada para pengrajin serta kelompok UMKM terkait. Mereka tersebar di 6 kluster kampung, DesaTanjung Jaya, yaitu Cikadu; Kepuh; Muncang; Sukamulya; Cipanon, Sumber Jaya, sebagai salah satu dasar untuk pengembangan desa wisata.

Director of Partnership President University Michael Rino, SE., MBA, mengatakan berdasarkan empat aspek 4-A yaitu Attraction (daya tarik); Aksesibilitas; Amenities (fasilitas); Ancillary( kelembagaan); pihaknya didukung oleh PATA Indonesia, WTD Indonesia dan ASITA, mencoba mengaplikasikannya dalam model produk desain, yaitu 20 paket wisata baru, yang ideal dan kontekstual untuk Kampung Wisata Cikadu.

Maka terhitung mulai 13 November 2021, Program Komunikasi Informasi Edukasi( KIE) Kampung Wisata Cikadu, dipimpin oleh Danni Wahyudi Manta, dari Cikadu Edutourism Center sebagai operator penyelenggara, siap menjadi hub Desa Tanjung Jaya.

Pada kesempatan yang sama juga diluncurkan 20 paket wisata baru yang dikembangkan melibatkan berbagai pihak dapat dilihat di website Window of Tanjung Lesung.

Ketua Umum ASITA, Dr. Nunung Rusmiati, M. Si, menyambut baik peluncuran 20 Paket Baru Kampung Wisata Cikadu, KEK Tanjung Lesung, yang akan diteruskan kepada sekitar 7.000 perusahaan anggota ASITA, yang merupakan perusahaan travel agents di seluruh Indonesia.

Cikadu Edutourism Center di dalamnya ke depan akan ditawarkan kepada wisatawan selaku kawasan wisata desa berbasis edukasi (Edutourism) yang berpusat di Kampung Cikadu, Desa Tanjungjaya, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

President/ CEO PATA Indonesia, Purnomo Siswoprasetjo, yang juga Direktur Utama KEK Tanjung Lesung, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengambil peran turut membina pengembangan 20 paket wisata baru, Kampung Wisata Cikadu.

Sampai sejauh ini kawasan itu dikelola oleh para penggerak pariwisata di Desa Tanjungjaya yang memiliki semangat dalam mengembangkan pariwisata desa berbasis masyarakat dan melestarikan nilai- nilai sosial budaya lokal yang dimiliki.

Selain berfokus pada penjualan paket-paket wisata, di kawasan tersebut juga dikembangkan program pemberdayaan pada industri mikro Masyarakat di Desa Tanjungjaya. Sebanyak 50 pengrajin dari 4 kampung yang tersebar di desa ini didampingi dalam pengembangan riset produk, pengemasan, hingga penjualan produk- produk baik offline maupun online.

Sementara Panca R Sarungu, Ketua Umun MASATA (Masyarakat Sadar Wisata) mengungkapkan kerja sama antara President University dengan Kampung Wisata Cikadu, harus terus berlanjut dan terwujud dalam pengembangan kawasan buffer-zone KEK Tanjung Lesung, diharapkan akan menjadi“ role model” nasional khususnya dalam peluncuran paket-paket wisata.

Lanjut Panca yang juga Wakil ketua umum DPP GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) juga melihat ke depan desa wisata berbasis bahari harus semakin diperbanyak dan diharapkan dengan kolaborasi ini mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja untuk masyarakat sehingga mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi. (mg1)

Tags: destinasi super prioritasKEK Tanjung Lesungtempat wisata

Berita Terkait.

knecks
Ekonomi

Ekonomi Syariah Masuk Agenda Besar Negara, KNEKS Dorong Akselerasi

Senin, 20 April 2026 - 01:11
ccs
Ekonomi

PLN NP Bikin Terobosan, Emisi PLTGU Muara Karang Disedot Mikroalga

Minggu, 19 April 2026 - 18:08
Iran Buka Selat Hormuz, Kementerian ESDM: Stabilitas Energi Indonesia Kian Terjamin
Ekonomi

Iran Buka Selat Hormuz, Kementerian ESDM: Stabilitas Energi Indonesia Kian Terjamin

Minggu, 19 April 2026 - 01:21
Perkuat Standardisasi Laboratorium Halal Nasional, BPJPH Benchmarking ke BPOM
Ekonomi

Perkuat Standardisasi Laboratorium Halal Nasional, BPJPH Benchmarking ke BPOM

Sabtu, 18 April 2026 - 23:54
Dukung Pembatasan Alih Fungsi Sawah oleh Kementerian ATR/BPN, Komisi II: Demi Ketahanan Pangan
Ekonomi

Dukung Pembatasan Alih Fungsi Sawah oleh Kementerian ATR/BPN, Komisi II: Demi Ketahanan Pangan

Sabtu, 18 April 2026 - 22:05
Kemenkop Dorong Hilirisasi Kelapa di Halmahera Utara, Ubah Limbah Sabut Jadi Komoditas Bernilai Ekspor
Ekonomi

Kemenkop Dorong Hilirisasi Kelapa di Halmahera Utara, Ubah Limbah Sabut Jadi Komoditas Bernilai Ekspor

Sabtu, 18 April 2026 - 19:43

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    811 shares
    Share 324 Tweet 203
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Ketika Delapan Pameran Seni Visual TKS ISI Yogyakarta Ramaikan Ruang Seni Kota

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.