• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekonom Berikan Skenario Bila Indonesia Bertransisi Pandemi ke Endemi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 11 November 2021 - 08:17
in Ekonomi
Tangkapan layar Ekonom senior Chatib Basri dalam webinar “Tren Masa Depan Dunia Kerja dan K3 Usai Pandemi” yang diikuti di akun Youtube ILO di Jakarta, Rabu (10/11/2021). Foto: Antara/Hreeloita Dharma Shanti

Tangkapan layar Ekonom senior Chatib Basri dalam webinar “Tren Masa Depan Dunia Kerja dan K3 Usai Pandemi” yang diikuti di akun Youtube ILO di Jakarta, Rabu (10/11/2021). Foto: Antara/Hreeloita Dharma Shanti

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ekonom senior Chatib Basri memberikan skenario yang akan terjadi bila Indonesia berhasil bertransisi dari masa pandemi menuju endemi.

“Skenario pertama, pandemi masih terjadi. Jadi kita belum dapat yang namanya herd immunity (kekebalan kelompok) dan macam-macam belum masuk ke endemi,” tutur Chatib dalam webinar “Tren Masa Depan Dunia Kerja dan K3 Usai Pandemi” yang diikuti di akun Youtube ILO di Jakarta, Rabu (10/11).

BacaJuga:

Dua Konflik Dunia Mengintai, Begini Prospek Harga Emas Pekan Depan

BTN Dorong Kualitas dan Keterhunian Rumah Subsidi di Jambi

iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS Surabaya 2026, Tawarkan Dua Pilihan Teknologi Kendaraan Energi Baru

Chatib mengatakan pada skenario pertama, dunia perekonomian akan tetap terbatas karena adanya protokol akan membatasi segala bentuk kegiatan masyarakat sehingga berdampak pada produksi suatu barang atau jasa dan pengaruhi transaksi jual beli.

Ia memberikan contoh, sebuah industri tidak akan memproduksi banyak barang bila tidak ada permintaan dari konsumen. Akhirnya, bunga bank menjadi turun namun kredit tidak mengalami pertumbuhan karena perusahaan tidak meminjam dana untuk melakukan usaha.

“Untuk apa orang produksi barang banyak-banyak kalau yang minta tidak ada? Motor dibuat, mobil dibuat akhirnya hanya jadi stok di dealer,” ucapnya.

Chatib mengatakan bila skenario ini masih terjadi, maka Indonesia sedang memasuki fase dimana pemerintah harus mementingkan diri pada disaster relived di bidang kesehatan, sosial dan UMKM agar dapat bertahan.

Dalam fase ini, pola pemulihan akan terjadi secara kesekian. Mulai dari pemerintah meringankan mobilitas sosial untuk membuat ekonomi menjadi membaik yang diiringi dengan bertambahnya kasus. Bertambahnya kasus kemudian akan menyebabkan resiko pengetatan aturan kembali sehingga mobilitas kembali turun.

Pola tersebut, tutur ia, telah terjadi pada saat ekonomi triwulan II 2020 di mana perekonomian nasional terkontraksi 5 persen secara year on year (yoy).

Namun perekonomian mulai membaik bersamaan dengan pelonggaran kegiatan masyarakat. Oleh sebab itu, pada kuartal II 2021 kembali tumbuh secara positif menjadi 7 persen.

Sementara pada kuartal III 2021, adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM) menyebabkan mobilitas masyarakat menyusut sehingga perekonomian tumbuh lebih rendah dari sebelumnya.

“Jadi pola ini akan berulang sampai pandemi bisa ditangani. Jadi saya katakan ekonomi tidak bisa pulih kecuali kesehatannya beres,” tegas Chatib, seperti dikutip Antara.

Sebaliknya pada skenario kedua, bila negara berhasil mengubah pandemi menjadi epidemi, maka mobilitas dapat kembali meningkat dan melaksanakan kegiatan produksi akibat melonjaknya jumlah permintaan terhadap suatu produk. Sehingga perekonomian bangsa menjadi lebih membaik.

Dalam skenario itu pula, ia beranggapan segala berbagai bentuk kegiatan akan berubah yang didominasi dilakukan secara hybrid (daring). Pada fase ini, industri akan menjadi pihak yang mengalami sedikit kesulitan karena memerlukan penyesuaian dalam melaksanakan bisnis.

Tidak hanya industri, ada mungkin bila bidang pariwisata dan bisnis penerbangan akan mengubah pola bisnis mereka karena ingin membiasakan diri dengan kebutuhan konsumen yang disesuaikan dengan protokol kesehatan. Dalam perihal ini, pemerintah dapat dikatakan bisa mementingkan diri pada bidang pembangunan ekonomi.

“Dalam konteks ini kita bisa berharap bahwa pertumbuhan ekonominya itu akan recover. Makanya kalau lihat dari jadwal pemerintah di tahun 2022, vaksin selesai ya 70-80 persen berarti fully recovery mungkin itu terjadi di 2023 provided tidak ada pandemi,” ujar dia.(mg4)

Tags: ekonomiendemim chatib basripandemi

Berita Terkait.

emas
Ekonomi

Dua Konflik Dunia Mengintai, Begini Prospek Harga Emas Pekan Depan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:09
btn
Ekonomi

BTN Dorong Kualitas dan Keterhunian Rumah Subsidi di Jambi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:04
icar
Ekonomi

iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS Surabaya 2026, Tawarkan Dua Pilihan Teknologi Kendaraan Energi Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 - 04:40
omoda
Ekonomi

OMODA & JAECOO Hadirkan Empat Pilihan NEV di GIIAS Surabaya 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:23
dai
Ekonomi

Penjualan Daihatsu di Jatim Naik 14 Persen, Rocky Hybrid Jadi Sorotan GIIAS Surabaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:11
giias
Ekonomi

GIIAS Surabaya 2026, Geely Coolray Meluncur dengan Harga Mulai Rp341 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:12

OLAHRAGA

GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik
Olahraga

GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:31

INDOPOSCO.ID – Nurburgring langsung menunjukkan wajah kerasnya sejak Paid Test hingga dua sesi Free Practice GT World Challenge Europe (GTWCE)...

SelengkapnyaDetails
Jay Idzes Tampil Penuh, 3 Sapuannya Warnai Kemenangan Perdana Sassuolo

Jay Idzes Tampil Penuh, 3 Sapuannya Warnai Kemenangan Perdana Sassuolo

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:55
Hasil Liga Inggris: City Berpesta, Liverpool Nyaris Celaka

Hasil Liga Inggris: City Berpesta, Liverpool Nyaris Celaka

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:01
u20

Ini Daftar 23 Pemain Timnas U-20 untuk Kualifikasi Piala Asia

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:07
siswa

Olahraga Bukan Sekadar Adu Jago, Bisa Jadi Sekolah Karakter Anak

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:06

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.