• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Taliban Segera Izinkan Anak Perempuan Kembali Ke Sekolah

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 3 November 2021 - 03:15
in Internasional
taliban

Pejuang hak perempuan Afganistan dan aktivis sipil melakukan protes menyerukan kepada Taliban untuk meneruskan prestasi mereka dan pendidikan, di depan istana kepresidenan di Kabul, Afganistan, Jumat (3/9/2021). Antara/Reuters/Stringer/foc/cfo

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Taliban mengatakan akan segera mengumumkan kabar baik tentang kembalinya anak-anak perempuan ke sekolah, namun menekan masyarakat internasional untuk membiayai proses tersebut karena sebagian besar bantuan eksternal telah dihentikan.

“Insya Allah kami akan memiliki pengumuman yang baik untuk seluruh negeri, seluruh bangsa,” ujar Waheedullah Hashimi, penjabat direktur program dan bantuan eksternal di kementerian pendidikan dalam sebuah wawancara dengan Reuters.

BacaJuga:

Bahas Konflik Rusia-Ukraina dengan Parlemen Eropa, BKSAP DPR Dorong Solusi Damai

Dari Shanghai, SVOC ke-4 Soroti Inovasi dan Ketahanan Rantai Pasok Minyak Nabati

Gemilang! Indonesia Sabet Juara Pertama di MAMF 2026 Korea Selatan, Pertahankan Gelar Dua Tahun Beruntun

Hashimi mengatakan Taliban berkomitmen untuk mendidik anak perempuan dan sedang mencari cara untuk mengembalikan mereka ke sekolah.

Ia mengatakan tidak ada guru perempuan yang diberhentikan dan itu adalah pesan positif kepada dunia bahwa Taliban sedang melakukan sebuah mekanisme.

Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Taliban Muncul ke Publik Setelah Diisukan Meninggal

“Kami tidak berupaya menghapus mereka dari sekolah dan universitas kami,” ujar dia.

Namun, Hashimi juga mengatakan bahwa pendidikan, seperti bidang pemerintahan lainnya, telah terpukul keras oleh penghentian dana dukungan asing setelah runtuhnya pemerintah yang didukung Barat pada Agustus.

Ia meminta pemberian bantuan dipulihkan.

“Jika mereka benar-benar ingin melihat anak perempuan di sekolah, mereka harus membantu kami sekarang,” ujar Hashimi.

Sementara pengeluaran pendidikan telah bertambah perlahan di bawah pemerintahan terakhir Afghanistan, sebuah laporan UNESCO mengatakan bantuan eksternal mewakili hampir separuh dari anggaran pendidikan pada tahun 2020.

Tidak hanya masalah pendidikan anak perempuan, Hashimi mengatakan kementerian sedang melakukan kurikulum baru untuk sekolah agar sejalan dengan prinsip-prinsip Islam, budaya lokal, dan standar internasional.

“Perubahan akan sesuai dengan standar internasional dalam fisika dan kimia dan biologi dan semua mata pelajaran sains ini,” ujar Hashimi, yang menambahkan bahwa belum ada perubahan pada kurikulum hingga saat ini.

Namun, dia memperingatkan bahwa sistem itu akan dibentuk dengan cara yang dapat disetujui oleh para pemimpin dan cendekiawan Taliban, dan tidak didasarkan pada tekanan internasional.

“Kami ingin mendidik, dan kami akan mendidik, perempuan dan laki-laki kami serta anak laki-laki dan perempuan,”ucap Hashimi.

Memastikan hak bagi perempuan dan anak perempuan telah menjadi salah satu masalah paling sensitif yang dialami Taliban sejak mereka merebut kekuasaan di Afghanistan pada Agustus.

Badan-badan internasional menuntut bukti bahwa hak-hak tersebut dihormati sebelum diskusi apapun tentang pengakuan formal pemerintah baru Afghanistan.

Pada September, gerakan Islam garis keras itu mendapat kecaman global ketika memperbolehkan anak laki-laki untuk kembali ke sekolah namun menyuruh anak perempuan yang lebih tua untuk tinggal di rumah sampai kondisi memperbolehkan mereka kembali.

Di beberapa wilayah utara, anak perempuan telah meneruskan pendidikan mereka, namun yang lain dituntut untuk belajar secara sembunyi-sembunyi.

Sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Rusia masih berlagak skeptis dan menuntut Taliban mewujudkan janji mereka dalam tindakan.

“Ulama kami sedang mengerjakannya, dan segera insya Allah, kami akan mengumumkannya kepada dunia,” tutur Hashimi.

Larangan efektif untuk pendidikan anak perempuan selain sekolah dasar mengingatkan akan aturan pemerintah Taliban saat berkuasa tahun 1996-2001, ketika sebagian besar perempuan tidak diperbolehkan bekerja dan anak perempuan tidak diizinkan pergi ke sekolah. (mg4)

Sumber: Reuters – Dikutip dari: Antara

Tags: afghanistanperempuansekolahTaliban

Berita Terkait.

Bahas Konflik Rusia-Ukraina dengan Parlemen Eropa, BKSAP DPR Dorong Solusi Damai
Internasional

Bahas Konflik Rusia-Ukraina dengan Parlemen Eropa, BKSAP DPR Dorong Solusi Damai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:17
Dari Shanghai, SVOC ke-4 Soroti Inovasi dan Ketahanan Rantai Pasok Minyak Nabati
Internasional

Dari Shanghai, SVOC ke-4 Soroti Inovasi dan Ketahanan Rantai Pasok Minyak Nabati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:31
1
Internasional

Gemilang! Indonesia Sabet Juara Pertama di MAMF 2026 Korea Selatan, Pertahankan Gelar Dua Tahun Beruntun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:46
udin
Internasional

Bidik Pasar Portugal, Menteri P2MI Perkuat Pemetaan Kebutuhan Pekerja Migran

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:20
riyadh
Internasional

Jangan Jadi Penonton! DPR Dorong RI Aktif Redam Konflik Houthi-Arab Saudi

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:09
tibet
Internasional

Gempa M 7,0 Guncang Tibet, Dipastikan Tidak Ada Korban WNI

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:20

OLAHRAGA

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting
Olahraga

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13

INDOPOSCO.ID – Persaingan Super League 2026/2027 semakin memanas. Memasuki pekan kedelapan, sejumlah duel menarik siap tersaji pada 30 Oktober hingga...

SelengkapnyaDetails
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5154 shares
    Share 2062 Tweet 1289
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1112 shares
    Share 445 Tweet 278
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.