• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Lepas dari Lockdown, Pabrik-Pabrik di Asia Terkendala Pasokan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 1 November 2021 - 12:36
in Ekonomi
Pabrik-pabrik di Asia

Pabrik-pabrik di Asia

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Aktivitas manufaktur Asia meningkat pada Oktober ketika negara-negara berkembang melihat infeksi Covid-19 mulai berkurang, tetapi kenaikan biaya input, kekurangan bahan baku dan perlambatan pertumbuhan China mengaburkan prospek, survei-survei bisnis menunjukkan pada Senin.

Pembuat kebijakan di kawasan menghadapi tekanan di berbagai bidang saat mereka mengarahkan ekonomi mereka keluar dari kelesuan yang disebabkan oleh pandemi, sambil juga berusaha menjaga harga-harga tetap terkendali di tengah meningkatnya biaya komoditas dan kekurangan suku cadang.

BacaJuga:

Lewat InaExport, UMKM Indonesia Didorong Makin Agresif Menembus Pasar Ekspor

Gunakan Gas Bumi PGN, RSUP Dr. Sardjito Hemat Biaya Energi hingga 75 Persen

Dukung UMKM, DAR Center Gelar Pelatihan Optimalisasi E-Commerce

Aktivitas pabrik China berkembang pada laju tercepatnya dalam empat bulan pada Oktober, menurut Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Caixin/Markit pada Senin, karena berkurangnya kasus Covid-19 mendorong permintaan domestik.

Tetapi sub-indeks untuk output menunjukkan produksi menyusut untuk bulan ketiga berturut-turut karena kekurangan listrik dan kenaikan biaya-biaya, sejalan dengan PMI resmi pada Minggu (31/10/2021) yang menunjukkan aktivitas pabrik pada Oktober menyusut lebih besar dari yang diperkirakan.

“Kekurangan bahan baku dan melonjaknya harga-harga komoditas, dikombinasikan dengan masalah pasokan listrik, menciptakan kendala yang kuat bagi produsen dan mengganggu rantai pasokan,” kata Wang Zhe, ekonom senior di Caixin Insight Group, Senin (1/11), seperti dikutip Antara.

Aktivitas pabrik pada Oktober meningkat di Vietnam, Indonesia dan Malaysia karena operasi secara bertahap menjadi normal setelah terkena penutupan yang disebabkan oleh lonjakan infeksi Covid-19.

Taiwan melihat pertumbuhan aktivitas manufaktur meningkat karena permintaan chip yang kuat, sementara aktivitas pabrik Jepang berkembang pada laju tercepat dalam enam bulan pada Oktober sebagai tanda yang menggembirakan bagi ekonomi terbesar ketiga di dunia itu.

Namun, sebagai tanda pemulihan Asia yang tidak merata, aktivitas pabrik Korea Selatan naik pada laju paling lambat dalam 13 bulan pada Oktober karena produksi menyusut dan permintaan lebih lemah.

Kekurangan bahan baku dan gangguan pengiriman mendorong harga input Jepang paling tinggi dalam lebih dari 13 tahun.

“Sementara PMI Manufaktur Oktober menunjukkan kenaikan yang kuat dalam output manufaktur, industri kemungkinan akan bekerja melewati backlog pesanan yang sangat besar selama beberapa bulan mendatang dan mengakibatkan kekurangan pasokan lebih jauh akan tetap ada,” kata Alex Holmes, ekonom negara berkembang Asia di Capital Economics.

PMI final Jibun Bank Japan untuk Oktober naik menjadi 53,2 dari 51,5 di bulan sebelumnya, meningkat untuk kesembilan bulan berturut-turut.

PMI Korea Selatan, sebaliknya, turun menjadi 50,2 pada Oktober dari 52,4 pada September, meskipun berhasil bertahan di atas ambang batas 50 yang mengindikasikan ekspansi dalam aktivitas, selama 13 bulan berturut- turut.

PMI Vietnam naik menjadi 52,1 dari 40,2 pada September, sedangkan Indonesia meningkat menjadi 57,2 dari 52,2, menurut survei. Indeks Malaysia berdiri di 52,2, naik dari 48,1.

Negara-negara berkembang Asia telah tertinggal dari ekonomi maju dalam pemulihan dari penderitaan pandemi karena penundaan peluncuran vaksin dan lonjakan kasus varian Delta merugikan konsumsi dan produksi pabrik.(mg3)

Tags: asiapabrikpandemipasokan

Berita Terkait.

Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Ekonomi

Lewat InaExport, UMKM Indonesia Didorong Makin Agresif Menembus Pasar Ekspor

Selasa, 22 September 2026 - 23:37
Gunakan Gas Bumi PGN, RSUP Dr. Sardjito Hemat Biaya Energi hingga 75 Persen
Ekonomi

Gunakan Gas Bumi PGN, RSUP Dr. Sardjito Hemat Biaya Energi hingga 75 Persen

Selasa, 22 September 2026 - 22:07
Dukung UMKM, DAR Center Gelar Pelatihan Optimalisasi E-Commerce
Ekonomi

Dukung UMKM, DAR Center Gelar Pelatihan Optimalisasi E-Commerce

Selasa, 22 September 2026 - 17:20
Sharia Wealth Forum 2026, BRI Wealth Management Hadirkan Strategi Diversifikasi Melalui Investasi Syariah
Ekonomi

Sharia Wealth Forum 2026, BRI Wealth Management Hadirkan Strategi Diversifikasi Melalui Investasi Syariah

Selasa, 22 September 2026 - 16:30
71 Penghargaan ENSIA 2026, PLN NP Dorong Inovasi Jadi Solusi Lingkungan dan Sosial
Ekonomi

71 Penghargaan ENSIA 2026, PLN NP Dorong Inovasi Jadi Solusi Lingkungan dan Sosial

Selasa, 22 September 2026 - 15:25
NHM Perkuat Persiapan Audit Lingkungan melalui Tahapan Pra-Audit
Ekonomi

NHM Perkuat Persiapan Audit Lingkungan melalui Tahapan Pra-Audit

Selasa, 22 September 2026 - 15:14

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5540 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1018 shares
    Share 407 Tweet 255
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    889 shares
    Share 356 Tweet 222
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.