• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Industri Batu Bara Tak Cukup Cepat Tunjukkan Potensi Teknologi Bersih

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 28 Oktober 2021 - 11:15
in Internasional
Batu Bara

Batu bara tampak dalam sebuah wadah saat orang-orang memprotes BlackRock yang berinvestasi di batu bara dan pasir tar di luar kantor pusat mereka di wilayah Manhattan, New York City, New York, AS, 25 Mei 2021. (ANTARA/REUTERS)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Industri batu bara tidak cukup cepat untuk menjelaskan potensi teknologi bersih yang dapat memberikan tempat bahan bakar fosil dalam matriks energi berkelanjutan. Demikian diungkapkan Kepala Eksekutif Asosiasi Batu Bara Dunia (WCA), Michelle Manook.

Batu bara dianggap sebagai pencemar berat dan para pemerhati lingkungan memperingatkan bahwa penggunaan batu bara merupakan hambatan untuk membatasi perubahan iklim. Beberapa perusahaan tambang besar dan dana investasi bergerak menjual aset batu bara.

BacaJuga:

Menlu Iran Temui Putin di Rusia, Bahas Solusi Konkret Konflik Timur Tengah

Temui Wakil Wali Kota Seoul, Pramono Bahas K-Food hingga K-Pop dan Konser BTS di Jakarta

Insiden Penembakan Jamuan Makan Trump: Petugas Tertembak, Pelaku Membawa Beberapa Senjata

Citra buruk batu bara sebagian karena sektor ini tidak cukup menunjukkan bahwa teknologi batu bara yang lebih bersih dapat berdampak positif pada emisi, kata Manook seperti dikutip Antara dari Reuters, Kamis (28/10/2021).

“Kami belum melakukan pekerjaan yang cukup baik,” katanya, menjelaskan bahwa baik produsen maupun konsumen belum cukup mengkomunikasikan teknologi apa yang ada dan tersedia untuk memenuhi syarat batu bara sebagai pilihan energi untuk masa depan.

Teknologi yang tersedia untuk membantu mengurangi emisi termasuk penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS-carbon capture and storage) dan pembangkit listrik dengan efisiensi tinggi dan rendah emisi (HELE-high-efficiency,low-emission), kata Manook.

Pembangkit listrik tenaga batu bara menggunakan teknologi HELE dapat mengurangi emisi sebanyak 90 persen, menurut Asosiasi Energi Internasional (IEA). Sementara beberapa ahli mengatakan teknologi CCS sangat penting untuk memenuhi tujuan ekonomi nol karbon bersih pada tahun 2050, para pemerhati lingkungan melihatnya sebagai sarana bagi industri untuk tetap menggunakan bahan bakar fosil.

“Masalah terbesar untuk pasar batu bara adalah bagaimana kami benar-benar mengintegrasikan kembali diri kami ke dalam perdebatan energi ini,” tambah Manook.

Bagi anggota WCA, masa depan energi bukan tentang memilih antara batu bara dan sumber terbarukan, melainkan menggunakannya secara berdampingan.

“Anggota kami sangat menyukai sifat komplementer dari batu bara dan energi terbarukan. Batu bara sangat penting bagi banyak negara berkembang dan kami ingin mendukung penggunaan batu bara dan menjadi bagian dari masa depan tanpa karbon,” kata Manook. (mg3)

Tags: Batu Baraindustri batu barateknologi bersih

Berita Terkait.

Abbas-Araghchi
Internasional

Menlu Iran Temui Putin di Rusia, Bahas Solusi Konkret Konflik Timur Tengah

Senin, 27 April 2026 - 11:01
Temui Wakil Wali Kota Seoul, Pramono Bahas K-Food hingga K-Pop dan Konser BTS di Jakarta
Internasional

Temui Wakil Wali Kota Seoul, Pramono Bahas K-Food hingga K-Pop dan Konser BTS di Jakarta

Minggu, 26 April 2026 - 23:54
Insiden Penembakan Jamuan Makan Trump: Petugas Tertembak, Pelaku Membawa Beberapa Senjata
Internasional

Insiden Penembakan Jamuan Makan Trump: Petugas Tertembak, Pelaku Membawa Beberapa Senjata

Minggu, 26 April 2026 - 21:11
Shehbaz-Sharif
Internasional

PM Pakistan Sebut Pertemuan dengan Menlu Iran Berlangsung Produktif

Sabtu, 25 April 2026 - 23:02
Macron
Internasional

Cegah Krisis Energi, Macron Inisiasi Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 25 April 2026 - 21:50
Abbas-Araghchi
Internasional

Usai dari Pakistan, Menlu Iran ke Oman dan Rusia Tanpa Temui Utusan AS

Sabtu, 25 April 2026 - 17:46

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    1986 shares
    Share 794 Tweet 497
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    930 shares
    Share 372 Tweet 233
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    791 shares
    Share 316 Tweet 198
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    739 shares
    Share 296 Tweet 185
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    726 shares
    Share 290 Tweet 182
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.