• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

EWI: Cegah Rugi, Pertamina Harus Naikkan Harga Pertalite

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 28 Oktober 2021 - 05:21
in Ekonomi
pertamina

Ilustrasi - Dua orang petugas melakukan pengisian bahan bakar ke truk tangki untuk didistribusikan di Depot BBM. Foto: Antara/Prasetyo Utomo/ed/Spt/pri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean menilai, harga Pertalite harus dinaikkan sebab jika Pertamina terus menjualnya dengan harga saat ini, akan berdampak buruk bagi keuangan BUMN tersebut, bahkan berpotensi merugi besar.

“Harga Pertalite harus dinaikkan. Apalagi harga jual BBM Pertamina masih berada di bawah harga BBM milik asing. Jika tidak, akan berdampak buruk karena memukul keuangan Pertamina,” ucapnya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (27/10).

BacaJuga:

UMKM Binaan Pertamina Bersinar di Inabuyer 2026, Buyer Berebut Kerja Sama

Potensi Tekan Impor 75 Persen, Reformasi Subsidi DME Jadi Kunci Keberhasilan

Debat Caketum HIPMI: Anthony Leong Unggul dari Aspek Ethos, Logos dan Pathos

Dari setiap liter Pertalite yang dijual, Pertamina menanggung kerugian selalu.

Bagi ia, jika BUMN migas itu merugi, maka berpotensi mengurangi kontribusi Pertamina ke kas negara dan juga masyarakat.

Baca Juga : DPR Minta Pemerintah Tingkatkan Distribusi Pengawasan BBM

Ia mengatakan, pada tahun lalu Pertamina menyumbang hampir Rp200 triliun kepada keuangan negara, tidak hanya itu dalam masa pandemi, kontribusi perusahaan juga sangat banyak, termasuk di antaranya, membangun rumah sakit khusus Covid dan penyaluran oksigen medis.

Ferdinand menyatakan, Pertamina harus menanggung beban atas pemasaran Pertalite saat ini, sebab biaya produksi sangat tinggi namun menjual dengan harga di bawah keekonomian dengan beda sangat besar, sekitar Rp3 ribu per liter.

Perihal itu terjadi karena harga saat ini masih dihitung dengan memakai ICP sekitar USD45. Sebaliknya di sisi lain, harga minyak dunia terus naik, bahkan tergolong tertinggi, dengan 2 kali melewati harga ICP.

Jika harga BBM terus dipertahankan di bawah harga keekonomian, lanjutnya, maka pada titik tertentu Pertamina dipastikan akan mengalami kerugian. “Keuangan mereka akan tergerus untuk menutupi kerugian-kerugian yang terjadi akibat penjualan BBM yang tidak sesuai dengan harga keekonomian,” ujar Ferdinand.

Jika sudah mengalami kerugian, Pertamina akan sulit menutupi biaya operasional yang pada akhirnya akan menjadi beban bagi pemerintah.

“Jadi saya pikir harus dipertimbangkan untuk menaikan harga BBM, apakah sesuai harga keekonomian atau setidaknya mendekati. Tetapi momennya juga harus tepat,” ujarnya.

Bagi Ferdinand, tidak hanya Pertalite, semua jenis BBM seperti Solar, Pertamax, dan Pertamax Turbo yang dipromosikan Pertamina pun sesungguhnya masih di bawah harga selayaknya. Padahal di sisi lain, harga minyak dunia terus mengalami kenaikan.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Soerjaningsih menyatakan bahwa Pertamina menanggung kerugian Rp 3.350 per liter terhadap pemasaran Pertalite.

Perihal itu, tambahnya, dikarenakan harga keekonomian Pertalite (RON 90) sesungguhnya sudah berada di atas Rp11 ribu per liter, sementara Pertamina masih menjual jauh di bawah harga tersebut, ialah Rp 7.650 per liter. (mg4)

Tags: EWIharga BBMPertalitePertamina

Berita Terkait.

UMKM Binaan Pertamina Bersinar di Inabuyer 2026, Buyer Berebut Kerja Sama
Ekonomi

UMKM Binaan Pertamina Bersinar di Inabuyer 2026, Buyer Berebut Kerja Sama

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:02
dme
Ekonomi

Potensi Tekan Impor 75 Persen, Reformasi Subsidi DME Jadi Kunci Keberhasilan

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:25
debat
Ekonomi

Debat Caketum HIPMI: Anthony Leong Unggul dari Aspek Ethos, Logos dan Pathos

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:32
hemas
Ekonomi

Butuh Penguatan Ekonomi Masyarakat Desa lewat Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:10
Akademisi Apresiasi Kinerja Prabowo hingga Rosan, Investasi Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi dan Penciptaan Kerja
Ekonomi

Akademisi Apresiasi Kinerja Prabowo hingga Rosan, Investasi Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi dan Penciptaan Kerja

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:03
Penghargaan
Ekonomi

SKK Migas Sabet “Jawara Of The Year 2025”, Unggul di Tata Kelola Anggaran Negara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3702 shares
    Share 1481 Tweet 926
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.