• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Indonesia-Swedia Sepakati Kerja Sama Ekonomi Biru

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 27 Oktober 2021 - 13:05
in Ekonomi
Kerja Sama Ekonomi Biru

Penandatanganan pernyataan bersama tentang kerja sama ekonomi biru antara pemerintah Indonesia dan Swedia di Stockholm, Senin (25/10/2021). Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Indonesia dan Swedia menyepakati kerja sama ekonomi biru (blue economy) melalui pernyataan bersama (joint statement) yang ditandatangani oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa dan Menteri Infrastruktur Swedia Thomas Eneroth serta Menteri Lingkungan Hidup dan Iklim Swedia Per Bolund di Stockholm pada Senin (25/10).

Dalam dua pertemuan terpisah, Menteri Suharso membahas rencana Indonesia untuk mewujudkan ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

BacaJuga:

PDC Andalkan Dual Fuel System untuk Pangkas Konsumsi Solar dan Tingkatkan Efisiensi

Investasi di CREC Dongkrak Nilai Pertamina NRE, Kapitalisasi Pasar Melonjak Hampir 50 Persen

Panas Bumi Tak Hanya Hasilkan Listrik, PGE Antar Kopi Kamojang Tembus Pasar Dunia

“Swedia dan Indonesia memiliki banyak kesamaan peluang dan tantangan dalam mengembangkan ekonomi biru sebagai basis pembangunan ekonomi masa depan. Swedia baru- baru ini mengembangkan strategi ekonomi biru, yang antara lain melalui strategi blue-growth dan marine spatial planning,” kata Suharso dalam keterangan tertulis Kementerian PPN/Bappenas seperti dikutip Antara, Rabu (27/10/2021).

Ekonomi biru merupakan salah satu strategi dalam Transformasi Ekonomi Indonesia yang saat ini sedang didesain ulang oleh Kementerian PPN/Bappenas. Menjelang Konferensi Perubahan Iklim 2021 (COP26), Indonesia dan Swedia sepakat bahwa sebagai negara kepulauan, ekonomi biru merupakan potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk pemulihan pasca Covid-19 dan transformasi ekonomi demi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Indonesia bersama dengan Swedia bersepakat untuk mengembangkan Peta Jalan untuk Ekonomi Biru, sebagai bagian dan upaya Indonesia untuk mengakselerasi transformasi ekonomi menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Menteri Suharso.

Ekonomi biru adalah pembangunan yang berbasis pada nilai ekonomi sumber daya laut dan menciptakan nilai tambah pada rantai pasokan sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Pertumbuhan tersebut didasarkan pada tiga pilar, yakni lingkungan kelautan yang sehat dan tangguh, industri berbasis kelautan yang kompetitif, dan area pesisir yang atraktif.

Ekonomi biru mencakup berbagai sektor, antara lain perikanan, industri olahan hasil laut, logistik laut, perdagangan, industri galangan kapal, wisata bahari, bioteknologi, energi terbarukan, manajemen sumber daya air, sumber daya manusia termasuk pendidikan dan riset, serta sektor-sektor lainnya yang terkait secara langsung dan tidak langsung.

Selain itu, ekonomi biru juga merupakan peluang bagi Indonesia untuk merealisasikan pembangunan inklusif dan berkelanjutan, dengan mengurangi ketimpangan antar wilayah, antarkelompok pendapatan, dan antargender.

Indonesia dan Swedia akan mengawali implementasi kerjasama Ekonomi Biru ini dalam Swedia-Indonesia Sustainability Partnership di akhir November 2021.

Kemudian, Indonesia akan mengusung leadership on blue economy dalam acara G20 tahun 2022, dan menjadikan ekonomi biru sebagai salah satu prioritas pembahasan di G20 Development Working Group (DWG).

Secara bersamaan, pertemuan ketiga menteri juga membahas rencana Indonesia untuk membangun ibu kota negara (IKN) baru. Swedia juga bersedia untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan dalam mewujudkan IKN sebagai kota yang hijau, cerdas, dan berkelanjutan.

IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia juga memiliki peluang besar sebagai lokasi penerapan ekonomi biru di masa depan. (mg3)

Tags: indonesiakerja sama ekonomi biruSwedia

Berita Terkait.

Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang
Ekonomi

PDC Andalkan Dual Fuel System untuk Pangkas Konsumsi Solar dan Tingkatkan Efisiensi

Senin, 29 Juni 2026 - 22:21
19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi lewat Produksi Migas dan Investasi Strategis
Ekonomi

Investasi di CREC Dongkrak Nilai Pertamina NRE, Kapitalisasi Pasar Melonjak Hampir 50 Persen

Senin, 29 Juni 2026 - 22:01
Panas Bumi Tak Hanya Hasilkan Listrik, PGE Antar Kopi Kamojang Tembus Pasar Dunia
Ekonomi

Panas Bumi Tak Hanya Hasilkan Listrik, PGE Antar Kopi Kamojang Tembus Pasar Dunia

Senin, 29 Juni 2026 - 21:31
19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi lewat Produksi Migas dan Investasi Strategis
Ekonomi

Panas Bumi Kamojang Jadi Motor Ketahanan Energi dan Penggerak Ekonomi Hijau Indonesia

Senin, 29 Juni 2026 - 21:02
19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi lewat Produksi Migas dan Investasi Strategis
Ekonomi

Transformasi Digital Berlanjut, PDC Integrasikan AI dalam Proses Bisnis Strategis

Senin, 29 Juni 2026 - 20:41
19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi lewat Produksi Migas dan Investasi Strategis
Ekonomi

19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi lewat Produksi Migas dan Investasi Strategis

Senin, 29 Juni 2026 - 20:31

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1726 shares
    Share 690 Tweet 432
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1694 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1636 shares
    Share 654 Tweet 409
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1016 shares
    Share 406 Tweet 254
Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang
Olahraga

Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang

Editor Folber Siallagan
Senin, 29 Juni 2026 - 22:11

INDOPOSCO.ID - Timnas Brasil akan ditantang Timnas Jepang dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026. Duel sengit perebutan tiket ke...

SelengkapnyaDetails
Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar

Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 - 17:35
Selebrasi

Bungkam Afrika Selatan, Kedisiplinan dan Agresivitas Jadi Kunci Kemenangan Kanada

Senin, 29 Juni 2026 - 10:41
Buchanan

Hasil Piala Dunia: Hukum Afsel di Injury Time, Kanada ke 16 Besar

Senin, 29 Juni 2026 - 08:19
32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:51
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.