• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kelompok Marjinal Didorong Bangkit dari Tekanan Dampak Pandemi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 10:22
in Nasional
pandemi

Human Rights and Gender Advisor United Nations Programme on HIV and AIDS (UNAIDS) Indonesia, Yasmin Purba (kanan), saat menjadi pembicara dalam briefing pers PBB di Indonesia, 'Upaya Pemulihan Covid-19 melalui Respon Sosial dan Ekonomi', Jumat (15/10/2021)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Human Immunodeficiency Virus (HIV) diestimasi masukan telah merambah sekitar 543 ribu orang di Indonesia. Secara epidemi, ribuan orang ini terkonsentrasi di empat kelompok populasi kunci, yakni laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, transgender perempuan, pekerja seks dan pengguna narkotika suntik.

Human Rights and Gender Advisor United Nations Programme on HIV and AIDS (UNAIDS) Indonesia, Yasmin Purba mengatakan, catatan UNAIDS, program gabungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk penanggulangan epidemi AIDS, empat kelompok populasi kunci ini termasuk golongan yang sangat terdiskriminasi di Indonesia. Dalam konteks pendidikan, misalnya. Seorang transgender perempuan seringkali mengalami bullying, bahkan sejak di sekolah dasar.

BacaJuga:

Kesaksian Horor Jurnalis RI yang Sempat Disandera Tentara Israel

PGTC 2026 Hadirkan Energy AdSport Challenge, Mahasiswa Adu Kreativitas hingga Sportivitas

Dubes Muhsin Syihab Peroleh Komitmen Penempatan Tenaga Kesehatan Indonesia di Kanada

“Situasi ini mendemotivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Nah begitu juga dengan populasi kunci lainnya. Bentuk-bentuk diskriminasi itu membuat pendidikan menjadi tidak aksesibel bagi mereka,” kata Yasmin saat menjadi pembicara dalam briefing pers PBB di Indonesia, ‘Upaya Pemulihan Covid-19 melalui Respon Sosial dan Ekonomi’, Jumat (15/10/2021).

Ketika tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, kelompok ini tentu akan sulit mengakses pekerjaan layak. Sehingga banyak sekali yang bekerja di sektor-sektor non-formal atau bekerja di sektor precarious job, misalkan pekerja seks atau pengamen di jalan. Jadi, tidak ada kepastian kerja dan tidak ada kepastian income.

Ditambah lagi ketika pandemi Covid-19 melanda, berbagai pembatasan aktivitas dan sosial membuat hidup kelompok yang termarjinalkan semakin berat.

“Betul-betul terasa sekali, kalau kita melihat dari beberapa penemuan, misalnya dari Jaringan Indonesia Positif yang melakukan survei terhadap lebih dari 1.000 orang HIV, menunjukkan ada sekitar 46 persen responden di awal pandemi Covid-19 2020 yang tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan, 44 persen kehilangan pendapatan dan 19 persen tidak mampu membayar sewa tempat tinggal,” papar Yasmin.

Pada titik inilah UNAIDS mengambil peran, untuk memastikan tidak ada kelompok yang ditinggalkan. Dalam konteks program bersama Multi-Partner Trust Fund (MPTF), UNAIDS Indonesia berupaya menjembatani kesenjangan bagi orang-orang dengan HIV dan populasi kunci, agar dapat terlindungi dari efek ekonomi sosial akibat pandemi.

“Kami bekerjasama dengan ILO (International Labour Organization) dan UNDP (United Nations Development Programme/jaringan pembangunan global PBB), telah mengidentifikasi individu-individu yang terdampak pandemi untuk mengikuti pelatihan skill membangun kewirausahaan. Intinya memberikan bekal kepada mereka untuk dapat bangkit dari dampak Covid-19 ini,” ujarnya.

Tapi UNAIDS juga menyadari, akar masalah dari peliknya situasi yang dihadapi kelompok marjinal adalah tindakan diskriminatif dari orang-orang di sekitar mereka. Oleh karena itu UNAIDS bekerja sama dengan Yayasan Kusuma Buana, mengembangkan platform kebijakan online agar orang-orang dapat lebih memahami apa itu inklusivisme, khususnya terhadap pengidap HIV dan populasi kunci. (arm)

Tags: hivkelompok marjinalpandemi covid-19unaids

Berita Terkait.

Tentara-Israel
Nasional

Kesaksian Horor Jurnalis RI yang Sempat Disandera Tentara Israel

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:35
PTGC
Nasional

PGTC 2026 Hadirkan Energy AdSport Challenge, Mahasiswa Adu Kreativitas hingga Sportivitas

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:15
Dubes
Nasional

Dubes Muhsin Syihab Peroleh Komitmen Penempatan Tenaga Kesehatan Indonesia di Kanada

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:05
Polisi
Nasional

Kata Polisi Soal Viral 10 Titik Rawan Begal di Jakarta

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:34
Kostum
Nasional

Viral Isu Pocong Bawa Sajam di Ciputat, Ternyata Ini Faktanya

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:23
Khairul-Munadi
Nasional

Kemdiktisaintek Tegaskan Belum Ada Kesimpulan Final dalam Dugaan Kekerasan Seksual di UI

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:03

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2827 shares
    Share 1131 Tweet 707
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1236 shares
    Share 494 Tweet 309
  • Hunian Layak untuk Semua, Fahri Hamzah Luncurkan Gagasan Swasembada Papan 2045

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,4 Guncang Trenggalek di Jawa Timur

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.