• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

BPS: Potensi Produksi Padi 2021 Capai 55,27 Juta Ton, Naik Dibanding 2020

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 15 Oktober 2021 - 17:11
in Ekonomi
mentan

Mentan Syahrul Yasin Limpo (kanan) meninjau lahan pertanian

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2021 diperkirakan sekitar 45,61 juta ton gabah kering giling (GKG), atau mengalami kenaikan sekitar 65,39 ribu ton GKG (0,14 persen) dibandingkan 2020 yang sebesar 45,55 juta ton GKG. Sementara itu, potensi produksi sepanjang Oktober hingga Desember 2021 sebesar 9,66 juta ton GKG.

“Dengan demikian, total potensi produksi padi pada 2021 diperkirakan mencapai 55,27 juta ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 620,42 ribu ton GKG atau 1,14 persen dibandingkan 2020 yang sebesar 54,65 juta ton GKG,” tutur Kepala BPS Margo Yuwono, dalam konferensi persnya di Jakarta, Jumat (15/10).

BacaJuga:

Hak 735 Eks Pekerja Belum Tuntas, Kasus Newcrest Jadi Preseden Buruk Divestasi Asing

Pertalite dan BioSolar Tetap, Pertamina Jelaskan Penyesuaian Harga Pertamax

Bukit Asam Tebar Dividen Rp1,32 Triliun, Perkuat Modal Hadapi Tantangan Industri Energi

Margo menambahkan kenaikan produksi padi 2021 tersebut pada kondisi luas panen padi 2021 lebih rendah dibanding 2020. Yakni diperkirakan sebesar 10,52 juta hektar atau mengalami penurunan sebanyak 141,95 ribu hektar (1,33 persen) dibandingkan luas panen padi 2020 yang sebesar 10,66 juta hektar.

“Dengan melihat produksi padi dan luas panen memang terlihat ada kenaikan produktivitas padi nasional. Pada tahun ini produktivitas padi sebanyak 52,56 kuintal per hektar, sementara tahun lalu 51,28 kuintal per hektar,” tuturnya.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan kenaikan produksi beras 2021 menjadi bukti kebijakan, strategi dan program bidang pertanian yang diterapkan sangat relevan dengan peningkatan produksi dan kebutuhan petani itu sendiri. Di antaranya yakni program tanam panen empat kali setahun, peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas di lokasi yang produktivitasnya masih rendah, penggunaan benih unggul, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), penggunaan pupuk berkualitas, asuransi pertanian, pengendalian dampak banjir, mekanisasi pertanian pra dan pasca panen dan fasilitas dana Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Berbagai program ini adalah terobosan kami sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi, di mana sektor pertanian utamanya di masa pandemi tidak boleh turun kinerjanya. Dengan begitu, langkah strategis di atas memang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, produksi dan mempercepat olah tanam sehingga optimalisasi lahan terus berjalan, tak ada lahan menganggur dan musim tanam yang terbuang,” jelasnya.

Selain itu, lanjut SYL, terobosan peningkatan produksi, daya saing dan kesejahteraan petani pun dengan membangun pertanian berbasis korporasi atau industri. Korporasi pertanian tidak hanya meningkatkan produksi, kualitas dan kesejahteraan petani namun juga meningkatkan minat generasi muda serta komoditas berbasis ekspor.

“Program ini akan terus dikembangkan pada tahun depan. Misalnya program pertanaman empat kali setahun diperluas di berbagai wilayah dan didukung dengan prasarana dan sarana pertanian. KUR memiliki peranan penting untuk mewujudkan hal ini, sehingga pembangunan pertanian ke depan dilakukan secara maju, mandiri dan modern,” terangnya. (arm)

Tags: BPSKementanpadiProduksi Padi

Berita Terkait.

big
Ekonomi

Hak 735 Eks Pekerja Belum Tuntas, Kasus Newcrest Jadi Preseden Buruk Divestasi Asing

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:43
pertamax
Ekonomi

Pertalite dan BioSolar Tetap, Pertamina Jelaskan Penyesuaian Harga Pertamax

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:23
asam
Ekonomi

Bukit Asam Tebar Dividen Rp1,32 Triliun, Perkuat Modal Hadapi Tantangan Industri Energi

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:03
btn
Ekonomi

BTN Siapkan Generasi Muda Tangguh Finansial, Gandeng Unpad untuk Edukasi dan Pengembangan Karier

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:46
purbaya
Ekonomi

DPR dan Pemerintah Ketok Palu Fiskal 2027, Jalan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dibuka

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:32
kemendag
Ekonomi

BUMN Pegang Kunci Ekspor Batu Bara hingga Sawit, Pengusaha Cuma Numpang Lewat

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:02

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1221 shares
    Share 488 Tweet 305
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1460 shares
    Share 584 Tweet 365
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    810 shares
    Share 324 Tweet 203
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.