• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Musim Hujan, Bagaimana DKI Hadapi Banjir Tahun Ini?

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 2 Oktober 2021 - 23:42
in Megapolitan
Petugas membersihkan Kali Mookervart, Rawa Buaya, Jakarta, Selasa (14/9/2021). Foto : Antara/Rivan Awal Lingga/foc.

Petugas membersihkan Kali Mookervart, Rawa Buaya, Jakarta, Selasa (14/9/2021). Foto : Antara/Rivan Awal Lingga/foc.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Oktober adalah bulan dimulainya musim hujan, demikian kalender musim yang sudah dipahami masyarakat. Pelajaran pada jenjang sekolah paling dini hingga menengah juga ditanamkan mengenai periode musim.

Indonesia yang berada di garis khatulistiwa, berlaku dua musim, yakni hujan dan kemarau. Pada dua musim itu ada semacam periodisasi yakni musim hujan pada Oktober-April, sedangkan kemarau pada April-September.

BacaJuga:

Waspadai Potensi Hujan, Libur Akhir Pekan Cuaca di Jakarta Cenderung Cerah Berawan

Batas Usia Pilih Kewarganegaraan di RUU HPI Diusulkan 26 Tahun, Wagub Banten: Idealnya Lulus S-2

Jakarta Berpotensi Hujan, Cek Wilayahmu Sebelum Bepergian

Namun periodisasi itu kadang tidak “pas” (tepat) betul karena kadang ada pergeseran dan penyimpangan, misalnya, pada Juli-Agustus tahun ini beberapa daerah justru dilanda hujan deras yang menyebabkan banjir.

Pada September lalu, banjir melanda beberapa wilayah seperti Lubuk Linggau (Sumatera Selatan), Minahasa Tenggara (Sulawesi Utara) serta Lebak dan Rangkasbitung (Banten).

Selain itu Luwu (Sulawesi Selatan) dan Palangkaraya (Kalimantan Tengah). Semua itu menunjukkan bahwa periode musim saat ini tidak mutlak karena adanya penyimpan atau pergeseran tadi.

Namun, pergeseran atau penyimpangan itu tetap saja ada dampaknya. Apalagi tak jarang hujan deras menimbulkan banjir, bahkan banjir bandang yang dampaknya lebih dahsyat dari banjir biasa.

Karena itu, kini menangani dampak banjir sepertinya telah menjadi pekerjaan sepanjang tahun. Artinya, tidak semata-mata berpatokan pada periode musim tetapi sewaktu-waktu.

Warga daerah rawan banjir pun perlu mengubah pemahaman bahwa musibah banjir tak lagi semata-mata pada musim hujan. Kini antisipasi banjir juga perlu dilakukan sepanjang tahun.

Dengan demikian, jika sewaktu-waktu banjir datang, warga sudah tahu apa yang harus dilakukan. Juga tahu langkah penyelamatan harta benda dan jalur evakuasi sehingga dampak buruknya dapat ditekan seminimal mungkin.

DKI Jakarta, seperti sudah banyak diketahui publik, juga merupakan wilayah yang rawan banjir. Bisa dikatakan, banjir terjadi setiap tahun. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menjadikan langkah dan upaya mengantisipasi musibah itu seperti pekerjaan rutin.

Setiap tahun sumber daya tidak sedikit dikerahkan untuk mengantisipasi dan mengatasinya. Hari-hari ini kesibukan mengantisipasi banjir terlihat di berbagai lokasi seperti pengerukan sungai, waduk dan saluran atau drainase.

Pengerahan peralatan dilakukan secara besar-besaran dengan dukungan personel yang optimal. Pengerahan sumber daya dalam kegiatan itu merupakan inti dari “Gerebek Lumpur” untuk mengantisipasi banjir.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, “gerebek lumpur” terus dilakukan secara masif dan serentak di lima wilayah kota Jakarta sampai Desember 2021.

Kegiatan ini telah dimulai sejak 24 Maret 2021 di wilayah Jakarta Timur dan dilanjutkan di empat wilayah kota lainnya secara bertahap mulai September hingga Desember 2021.

“Gerebek Lumpur” adalah salah satu upaya pengerukan sedimen lumpur dan sampah pada saluran air, sungai dan kali di Jakarta. Pengerukan dilakukan dengan alat berat dan pendukung lainnya.

Setidaknya 408 personel dari lima wilayah kota dilibatkan dalam kegiatan ini. Mereka dilengkapi 46 alat berat berjenis ekskavator amfibi dan 123 truk jungkit (dump truck).

Pengerukan sedimen lumpur dan sampah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan volume tampungan air di sungai pada saat musim hujan serta melancarkan aliran air yang tersumbat sampah.

Akan tetapi, meski sudah ada kegiatan ini, tetap perlu peran dan kerja sama warga untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya. Selain itu menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah terjadinya genangan saat musim hujan.

Masyarakat harus aktif memantau kondisi sungai di sekitar kediamannya untuk kemudian ditindaklanjuti oleh Pemprov DKI berdasarkan laporan masyarakat. “Bantu kami untuk bantu Anda,” kata Anies saat meninjau pengerukan lumpur di Kali Krukut dilansir Antara.

Kalau melihat sungai atau kali di dekat rumah penuh lumpur dan sampah, warga diminta memfoto. Lalu laporkan lewat aplikasi JAKI dan langsung ditindaklanjuti oleh Pemprov DKI.

Seperti tahun lalu, Pemprov DKI Jakarta menargetkan genangan air saat musim hujan di Ibu Kota surut dalam waktu kurang dari enam jam setelah hujan berhenti.

Namun Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD DKI Sabdo Kurnianto mengatakan, target itu diharapkan tercapai apabila curah hujan tidak lebih dari 100 milimeter atau tidak dalam keadaan hujan ekstrem. “Kecuali hujan ekstrem karena kami punya drainase itu hanya (menampung) 100 mm hujan,” katanya.

Untuk mencapai target itu, Pemprov DKI sudah melakukan mitigasi banjir, antara lain pengerukan sungai dan waduk untuk menampung debit air lebih besar ketika musim hujan.

Dengan mitigasi itu pula, risiko bencana banjir diharapkan dapat ditekan termasuk mencegah korban jiwa berjatuhan. Pengerukan lumpur bertujuan untuk memperlancar aliran air.

Artinya, semakin lancar aliran, maka genangan atau banjir semakin cepat surut sehingga dampaknya dapat ditekan seminimal mungkin.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2022.

Di sisi lain, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI Jakarta diharapkan saling berkolaborasi dalam melaksanakan mitigasi potensi bencana banjir.

Yang jelas Pemprov DKI sudah rutin menghadapi musim hujan. Artinya sudah punya banyak pengalaman.

Harapannya tak ada lagi banjir di Ibu Kota. Jika tahun ini banjir akhirnya datang juga maka penanganannya perlu lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. (aro)

Tags: banjirbencanadki jakarta

Berita Terkait.

cuaca
Megapolitan

Waspadai Potensi Hujan, Libur Akhir Pekan Cuaca di Jakarta Cenderung Cerah Berawan

Minggu, 20 September 2026 - 07:45
Batas Usia Pilih Kewarganegaraan di RUU HPI Diusulkan 26 Tahun, Wagub Banten: Idealnya Lulus S-2
Megapolitan

Batas Usia Pilih Kewarganegaraan di RUU HPI Diusulkan 26 Tahun, Wagub Banten: Idealnya Lulus S-2

Sabtu, 19 September 2026 - 09:02
Jakarta Berpotensi Hujan, Cek Wilayahmu Sebelum Bepergian
Megapolitan

Jakarta Berpotensi Hujan, Cek Wilayahmu Sebelum Bepergian

Sabtu, 19 September 2026 - 07:26
Dari Dalam Pesawat hingga Sirkuit, Pelita Air Hadirkan Kejutan Jelang MotoGP Mandalika
Megapolitan

Dukung Jatinangor Music Fest, BNI Perkuat Peran Sebagai Bank Sahabat Mahasiswa

Jumat, 18 September 2026 - 22:05
Polisi Sita 2.164 Butir Obat Keras Berkedok Warkop, 1 Orang Diamankan
Megapolitan

Polisi Sita 2.164 Butir Obat Keras Berkedok Warkop, 1 Orang Diamankan

Jumat, 18 September 2026 - 19:31
Pramono Bertolak ke New York, Penuhi Undangan Wali Kota Zohran Mamdani
Megapolitan

Pramono Bertolak ke New York, Penuhi Undangan Wali Kota Zohran Mamdani

Jumat, 18 September 2026 - 08:27

OLAHRAGA

sumaya
Olahraga

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Editor Laurens Dami
Sabtu, 19 September 2026 - 16:06

INDOPOSCO.ID – Sumaya tinggal selangkah lagi dari sejarah. Atlet teqball putri Indonesia itu memastikan tempat di final nomor Women’s Singles...

SelengkapnyaDetails
bultang

Tembus Final, Pentathlon-Teqball Bidik Emas Pertama Indonesia di Asian Games

Sabtu, 19 September 2026 - 15:05
Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 21:16
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji

Sumaya Tembus Semifinal, Indonesia Berpeluang Ukir Sejarah di Teqball Asian Games

Jumat, 18 September 2026 - 18:41
Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:28

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5532 shares
    Share 2213 Tweet 1383
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1243 shares
    Share 497 Tweet 311
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1163 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.