• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Yayasan Kalimajari Siapkan Masyarakat Pesisir Tingkatkan Produktivitas Budidaya Rumput Laut

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 29 September 2021 - 20:41
in Daerah
indoposco

Direktur Yayasan Kalimajari, IGA Agung Widiastuti.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis dengan pasar yang masih terbuka luas. Indonesia sebagai salah satu negara penghasil rumput laut berpotensi untuk terus mengembangkan produksi rumput laut melalui kegiatan pembudidayaan.

Mengingat panjang garis pantai Indonesia yang sangat luas, serta masih banyaknya lahan potensial, kegiatan budidaya rumput laut dapat menjadi salah satu peluang penghasil pendapatan utama bagi masyarakat pesisir Indonesia.

BacaJuga:

Kebakaran Signifikan, BNPB Prioritaskan Penanganan Karhutla di 3 Wilayah Ini

Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

Melihat hal tersebut, Yayasan Kalimajari, sebuah yayasan dengan visi membangun bersama masyarakat, memperkuat, dan mengembangkan komoditas lokal secara berkelanjutan berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya untuk mengadakan program lokakarya tata kelola pembibitan rumput laut untuk meningkatkan produksi dan produktivitas.

Dalam tiga tahun terakhir, peningkatan permintaan rumput laut telah mendorong harga Raw Dried Seaweed (RDS) tiga kali lipat sejak bulan Juli tahun 2017. Namun demikian, peningkatan terhadap permintaan rumput laut yang semakin besar belum dapat terpenuhi oleh produksi lokal. Faktanya, jumlah produksi mengalami penurunan yang stabil sebesar 8,6% tiap tahunnya sejak tahun 2015.

“Berdasarkan perjalanan program dan pembelajaran yang ditemukan di lapangan, terdapat beberapa hal yang berkontribusi terhadap rendahnya produksi dan produktivitas budidaya rumput laut, mulai dari ketersediaan bibit yang berkualitas dan keberlanjutannya serta jaminan distribusi yang aman sampai ke pembudidaya, juga ketepatan sasaran. Rendahnya keterlibatan pihak swasta dalam riset maupun penyediaan bibit yang berkualitas, serta mekanisme komunikasi dan koordinasi antar pemerintah pusat dan daerah yang belum optimal dalam merancang program. Dari sisi pembudidaya, terlihat masih kurangnya pengetahuan dan informasi teknik yang baik dan benar khusus pembibitan,” jelas Direktur Yayasan Kalimajari, IGA Agung Widiastuti.

Merujuk pada pentingnya perhatian terhadap hal-hal di atas, program lokakarya ini bertujuan untuk menguatkan konsep PPP, yaitu public private partnership yang menjadi pondasi utama dan membawa ke tataran implementasi dalam bentuk kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, lembaga riset, dan private sector dengan perannya masing-masing melalui runutan proses.

Mulai dari perumusan kebijakan pusat oleh kementerian, mekanisme membangun komunikasi yang baik antar lembaga (pusat dan daerah), serta swasta sebagai offtaker yang diharapkan turut berperan aktif dan strategis dalam penyediaan bibit dan menampung budidaya, serta berbagai riset yang dilakukan untuk perbaikan kualitas bibit, dan diakhiri dengan testimoni dari pembudidaya sebagai penerima manfaat.

Dr. TB. Haeru Rahayu, A.Pi., M.Sc. selaku Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP yang hadir pada acara tersebut menjelaskan bahwa, rumput laut merupakan komoditas budidaya yang menjadi salah satu sektor unggulan di masa 2022 – 2024 mendatang. Menyiapkan industri ini menjadi sangat penting, terutama untuk dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Upaya untuk memenuhi naiknya permintaan tersebut tentu saja perlu adanya peningkatan produksi dan produktivitas. Peningkatan produksi rumput laut memerlukan ketersediaan bibit secara berkesinambungan. Maka, salah satu kebijakan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dalam mendukung penyediaan bibit unggul yaitu dengan pemberian paket bantuan KBRL (Kebun Bibit Rumput Laut) kultur jaringan di kawasan pengembangan budidaya rumput laut, hal ini bertujuan untuk dapat menjaga ketersediaan bibit unggul baik dari segi kualitas, kuantitas, serta keberlanjutannya,” jelas Dr. TB. Haeru Rahayu.

Kebijakan tersebut diberlakukan untuk memastikan perencanaan bantuan lebih tepat sasaran. Hal ini juga disampaikan oleh Ir. Nono Hartanto, M.Aq. selaku Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP.

“Sasaran bantuan paket KBRL ini adalah para pembibit yang tergabung di dalam kelompok pembudidaya rumput laut. Diharapkan para pembibit rumput laut ini dapat memasok kebutuhan bibit untuk para pembudidaya, sehingga dapat meningkatkan produksi rumput laut serta kesejahteraan para pembudidaya rumput laut,” Nono Hartanto menjelaskan.

Bantuan Kebun Bibit Rumput Laut nantinya akan disalurkan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT DJPB), ada pun Unit Pelaksana Teknis yang terlibat dalam penyaluran ini antara lain, Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Balai Budidaya Laut Ambon, Balai Budidaya Air Payau Takalar, Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo, Balai Besar Budidaya Air Payau Jepara, dan Balai Budidaya Laut Lombok. Rincian Paket Bantuan Kebun Bibit Rumput Laut akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, seperti ukuran kebun bibit, metode budidaya yang digunakan, dan waktu pengiriman.

Dengan terlaksananya kerjasama dengan pemerintahan daerah Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos, Bupati Kepulauan Yapen menyampaikan potensi pengembangan rumput laut yang mampu dicapai melalui pelaksanaan program ini.

“Kepulauan Yapen memiliki potensi area yang cukup luas bagi pengembangan pembudidayaan rumput laut dengan total 270 hektar gabungan dari beberapa distrik mulai dari distrik Yerui, bagian paling barat Kepulauan Yapen, hingga distrik Yapen Timur. Dengan luas area tersebut, diprediksi mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2.160 orang,” jelasnya.

Nur Muflich Juniyanto, S.Pi., M.Si., Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, DJPB, KKP menyampaikan bahwa BPBL Ambon terus berupaya untuk mendistribusikan bibit rumput laut kultur jaringan hingga keseluruh pelosok Indonesia sehingga dapat mengganti rumput laut lama yang sudah mulai menurun kualitasnya. Upaya konkrit untuk mendukung budidaya rumput laut diantaranya (1) peningkatan produksi bibit rumput laut kultur jaringan, (2) Perbaikan Teknik Distribusi Bibit Rumput Laut Kultur Jaringan, (3) Peningkatan Penguasaan Teknologi Budidaya bagi Pembudidaya dan (4) Sinergi dan Kolaborasi antar Stakeholders.

Kelebihan dari penggunaan bibit dari spora cukup banyak, diantaranya sudah ada beberapa negara yang berhasil mengembangkan bibit rumput laut melalui spora, distribusi bibit lebih efisien, produksi bibit tidak tergantung musim, dan ketelusuran sumber bibit rumput laut. Di beberapa lokasi di Indonesia dapat ditemukan indukan rumput laut berspora, sehingga metode ini dirasa sangat menjanjikan, jelas Dr. Lideman

Melalui program ini, Kalimajari memproyeksikan mampu memberikan dampak kepada lebih dari 30.000 rumah tangga pembudidaya di akhir tahun 2023 dengan peningkatan produktivitas sekitar 30% pada pembudidaya yang sudah ada, dan peningkatan pendapatan sekitar 47% pada pembudidaya baru.

“Besar harapan kami melalui workshop ini menghasilkan pilot program yang dapat diduplikasi bahkan di-scaleup ke tingkat yang lebih luas, berdampak secara makro terhadap peningkatan produksi dan kualitas rumput laut Indonesia, khususnya model pembelajaran yang dibangun dari Indonesia Timur, di Kabupaten Kepulauan Yapen,” tutup IGA Agung Widiastuti. (ibs)

Tags: BudidayaRumput LautYayasan Kalimajari

Berita Terkait.

Kebakaran Signifikan, BNPB Prioritaskan Penanganan Karhutla di 3 Wilayah Ini
Daerah

Kebakaran Signifikan, BNPB Prioritaskan Penanganan Karhutla di 3 Wilayah Ini

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:34
Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial
Daerah

Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:05
BMKG: Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini
Daerah

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:19
Bantu Ringankan Beban Warga, PAN Gelar Pasar Sembako Murah di Bandung
Daerah

Bantu Ringankan Beban Warga, PAN Gelar Pasar Sembako Murah di Bandung

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:44
Peringati Hari Santri, Wagub Banten Dorong Pesantren Jadi Benteng Literasi dan Moral
Daerah

Peringati Hari Santri, Wagub Banten Dorong Pesantren Jadi Benteng Literasi dan Moral

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:10
Tinjau Karhutla Way Kambas, Kepala BNPB Sebut 40 Hektare Lahan Belum Padam
Daerah

Tinjau Karhutla Way Kambas, Kepala BNPB Sebut 40 Hektare Lahan Belum Padam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:15

OLAHRAGA

BLISPI
Olahraga

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Editor Nasuha
Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16

INDOPOSCO.ID - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamudin membuka Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) Youth Cup...

SelengkapnyaDetails
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    1932 shares
    Share 773 Tweet 483
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    901 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    812 shares
    Share 325 Tweet 203
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.