• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Mahasiswa: Petani Terjerumus dalam Jurang Kemiskinan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 24 September 2021 - 18:31
in Nusantara
Mahasiswa saat melakukan refleksi Hari Tani Nasional.

Mahasiswa saat melakukan refleksi Hari Tani Nasional.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Banten, melakukan refleksi Hari Tani Nasional yang ke 58 tahun di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, Jumat (24/9/2021).

Mereka menilai, hari demi hari petani semakin masuk dalam jurang kemaskinan. Padahal, wilayah Provinsi Banten masih didominasi masyarakat yang berprofesi petani.

BacaJuga:

Optimalkan PAD, Samsat Balaraja Gelar Penertiban Pajak Kendaraan secara Humanis

Bea Cukai Gagalkan Upaya Pengiriman Paket Narkotika di Kota Palu, Modus Kirim Sparepart

Bea Cukai Karimun Musnahkan Barang Ilegal Rp10,99 Miliar, Negara Selamat dari Potensi Kerugian Rp5,74 Miliar

Ketua Eksekutif Wilayah LMND Banten, Abu Bakar mengatakan, situasi objektif saat ini masih banyak perampasan lahan atas dasar kepentingan negara tetapi menegasikan kehidupan dan hak dasar petani menjadi lebih sengsara.

Menurutnya, persoalan konflik agraria yang ada saat ini, tidak senafas dengan yang diinginkan petani dan para pemimpin bangsa dahulu yang termaktub dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960.

“Sistem ekonomi liberal yang mencekam kehidupan rakyat saat ini sudah menggila dan menjadikan petani terjerumus dalam jurang kemiskinan,” katanya saat orasi, Jumat (24/9/2021).

Ia menyebutkan, Provinsi Banten memiliki wilayah pertanian sangat melimpah nan masyhur. Tetapi, petani harus menjadi korban kebijakan ugal-ugalan yang diterapkan oleh negara tanpa memikirkan dampak buruk.

“Sejak masuknya program nasional ke bumi jawara membuat semakin masifnya konflik agraria, salah satunya alih fungsi lahan,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh Universitas Padjajaran, Fakultas Pertanian, kata dia, Banten dari tahun 2018 hingga 2019 terjadi alih fungsi lahan mencapai 3.861,09 hektare.

Masifnya mega proyek nasional dibeberapa daerah Provinsi Banten yang tengah digenjot, akan menambah permasalahan baru untuk masyarakat Banten.

“Tentu saja hal ini akan menjadi problem baru massa rakyat yang merebut hak rakyat di tanah adat dan masyarakat pada umumnya yang memberi keuntungan kepada swasta,” jelasnya.

Sehingga, para mahasiswa itu menolak alih fungsi lahan pertanian di Banten, penuhi fasilitas sarana prasarana pertanian, berikan jaminan keterjangkauan akses dan harga pasar yang layak untuk petani, selesaikan konflik agraria di Banten, dan hentikan kriminalisasi terhadap petani. (son)

Tags: kemiskinanLMND BantenmahasiswaPetani

Berita Terkait.

Optimalkan PAD, Samsat Balaraja Gelar Penertiban Pajak Kendaraan secara Humanis
Nusantara

Optimalkan PAD, Samsat Balaraja Gelar Penertiban Pajak Kendaraan secara Humanis

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:15
Bea Cukai Gagalkan Upaya Pengiriman Paket Narkotika di Kota Palu, Modus Kirim Sparepart
Nusantara

Bea Cukai Gagalkan Upaya Pengiriman Paket Narkotika di Kota Palu, Modus Kirim Sparepart

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:25
Bea Cukai Karimun Musnahkan Barang Ilegal Rp10,99 Miliar, Negara Selamat dari Potensi Kerugian Rp5,74 Miliar
Nusantara

Bea Cukai Karimun Musnahkan Barang Ilegal Rp10,99 Miliar, Negara Selamat dari Potensi Kerugian Rp5,74 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:44
Rokok-Ilegal
Nusantara

Kargo Bandara Ternate Digerebek, 343.800 Batang Rokok Tanpa Pita Cukai Disita

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43
FB
Nusantara

Wali Kota Lhokseumawe Ajak Perkuat Kerja Nyata Cegah Stunting Lewat GENTING

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:42
gempa
Nusantara

Astaghfirullah, Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Bima Jelang Magrib Tadi

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:22

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2824 shares
    Share 1130 Tweet 706
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1200 shares
    Share 480 Tweet 300
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    827 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.