INDOPOSCO.ID – Bunuh diri tidak melihat dari jenis kelamin (diskriminasi). Artinya semua orang dengan jenis kelamin pria atau wanita bisa melakukan bunuh diri.
Pernyataan tersebut diungkapkan Analisis Kriminolog Widia Ningsih dalam acara daring, Minggu (12/9/2021).
Ia juga menyebut, bunuh diri tidak memandang etnis, bahkan latar belakang seseorang. Sebab, bunuh diri dilakukan karena faktor risiko
“Kita harus mengenali faktor risiko. Ini untuk mencegah, agar faktor risiko ada pada orang-orang disekitar kita,” katanya.
Menurut dia, pengamatan faktor risiko merupakan bentuk tanggung jawab. “Apabila ditemukan di sekeliling kita ada seseorang yang pernah melakukan upaya bunuh diri, kita harus memberikan support yang lebih,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, support juga bisa diberikan kepada seseorang atau saudara yang memiliki gangguan mental. Sehingga bisa terhindar dari faktor risiko untuk melakukan bunuh diri.
“Jauhkan alat-alat atau benda yang mungkin bisa digunakan untuk melakukan bunuh diri,” ucapnya.
Ia menambahkan, orang-orang dengan kasus penyalahgunaan zat adiktif atau narkotika juga rentan dengan faktor risiko bunuh diri.
“Faktor risiko juga banyak ditemukan kepada mereka yang memiliki riwayat pernah dipenjara hingga penyakit medis,” bebernya.
“Support kita dengan memberikan pemahaman, bahwa anda tidak sendirian,” imbuhnya.
Dalam sebuah penelitian dikatakan dia, pria empat kali lebih tega menyakiti dirinya sampai meninggal pada kasus bunuh diri dibandingkan wanita. Kendati faktor risiko bunuh diri ditemukan pada pria dan wanita.
Sebelumnya, warganet dihebohkan dengan video gantung diri pria berinisial SS di Jakarta Timur melalui aplikasi TikTok. Hak serupa juga dilakukan BS warga Kota Bitung Sumatera Utara yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri dan menyiarkan lewat facebook. (nas)










