• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Saham Asia Terdampak Data Pekerjaan AS yang Mengecewakan

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 6 September 2021 - 10:07
in Ekonomi
indoposco

Seorang wanita memegang payung berjalan di dekat papan elektonik yang menunjukkan indeks Nikkei di sebuah broker di Tokyo, Jepang, Senin (15/2/2021). (ANTARA/REUTERS)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pasar saham Asia mengawali reaksi perdagangan yang beragam, ketika laporan penggajian (payrolls) AS mengisyaratkan otoritas moneter AS akan menjaga kebijakan sangat longgar lebih lama, tetapi juga mengaburkan prospek pertumbuhan global dan inflasi.

Liburan hari buruh di Amerika Serikat menyebabkan transaksi jadi kurang bergairah dan membuat indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang tetap datar di awal perdagangan. Indeks acuan Nikkei Jepang naik 1,7 persen, tetapi indeks KOSPI Korea Selatan turun 0,1 persen. Indeks berjangka Nasdaq hampir tak berubah, sedangkan indeks berjangka S&P 500 turun 0,1 persen.

BacaJuga:

Jejak yang Lebih Panjang dari Deru Mesin: United Tractors Menenun Masa Depan Berkelanjutan

PDC Dorong Kemandirian Pesantren dan Pastikan Layanan Konsumsi Rig Berstandar

Kembangkan Komunikasi Berdampak, PHI Sabet 7 Penghargaan IABC Awards 2026

Investor masih mengkaji dampak laporan penggajian AS untuk Agustus tersebut yang menunjukkan peningkatan pekerjaan jauh lebih kecil dari yang diharapkan, tetapi juga kenaikan upah.

Kenaikan upah sudah cukup untuk mendorong imbal hasil obligasi pemerintah yang bertenor lebih lama menjadi lebih tinggi dan mempertajam kurva imbal hasil, bahkan ketika pasar berspekulasi Federal Reserve mungkin mulai melakukan tapering (pengurangan pembelian aset).

“Ketenagakerjaan melambat tajam pada Agustus, dengan sedikit indikasi kenaikan pasokan tenaga kerja. Ini menempatkan The Fed dalam kebingungan karena menyeimbangkan risiko pelambatan permintaan yang tajam terhadap pasokan dan inflasi yang ketat,” kata ekonom Barclays Jonathan Millar seperti dilansir Antara, Senin (6/9/2021).

“Kami masih memperkirakan Fed akan memberi sinyal tapering pada September, tetapi sekarang akan dimulai pada Desember, bukan November. Pelonggaran kuantitatif (QE) kemungkinan akan berakhir pada pertengahan 2022,” jelasnya.

Kenaikan imbal hasil obligasi 10 tahun AS menjadi 1,32 persen membatasi beberapa tekanan pada dolar dari angka penggajian, meskipun indeksnya masih menyentuh level terendah dalam satu bulan sebelum stabil di 92,128. Dolar AS melemah terhadap yen di 109,76, sementara euro menguat di 1,1881 dolar setelah pencapaian tertinggi dalam lima minggu di 1,1908 dolar pada Jumat (3/9/2021).

Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengadakan pertemuan kebijakan minggu ini dan sejumlah pembuat kebijakan telah menyerukan langkah mundur dalam program pembelian aset besar, meskipun Presiden ECB Christine Lagarde telah terdengar lebih dovish.

“Kami memperkirakan ECB akan mengumumkan pengurangan laju PEPP (program pembelian darurat pandemi) kuartal keempat pada pertemuan September di belakang kondisi keuangan yang lebih longgar,” kata analis di TD Securities.

“Semua tuas kebijakan lainnya kemungkinan akan ditahan, dengan perkiraan inflasi direvisi naik tajam tahun ini dan tahun depan. Risiko komunikasi tinggi, dan Lagarde ingin menghindari terdengar terlalu hawkish, alih-alih menekankan ‘kegigihan’,” katanya.

Prospek dimulainya tapering Fed kemudian akan positif untuk emas yang tak memberikan imbal hasil, yang berdiri di 1.826 dolar AS per ounce, setelah mencapai tertinggi sejak pertengahan Juni di 1.833,80 dolar AS. Investor minyak lebih khawatir laju perekrutan tenaga kerja AS yang buruk akan menjadi hambatan pada permintaan dan harga minyak tergelincir. Brent turun 65 sen menjadi 71,95 dolar AS per barel, sementara minyak mentah AS kehilangan 59 sen menjadi 68,70 dolar AS per barel. (wib)

Tags: Data Pekerjaan ASPasar Saham Asia

Berita Terkait.

Jejak yang Lebih Panjang dari Deru Mesin: United Tractors Menenun Masa Depan Berkelanjutan
Ekonomi

Jejak yang Lebih Panjang dari Deru Mesin: United Tractors Menenun Masa Depan Berkelanjutan

Minggu, 27 September 2026 - 19:30
Ponpes
Ekonomi

PDC Dorong Kemandirian Pesantren dan Pastikan Layanan Konsumsi Rig Berstandar

Minggu, 27 September 2026 - 16:08
IABC
Ekonomi

Kembangkan Komunikasi Berdampak, PHI Sabet 7 Penghargaan IABC Awards 2026

Minggu, 27 September 2026 - 15:07
SD-Negeri-091686
Ekonomi

Program Sekolah Energi Berdikari Pertamina NRE Bawa Energi Surya ke SD Gunung Bayu

Minggu, 27 September 2026 - 13:05
Hery-Lesmana
Ekonomi

PDC Dorong Tempesantren Mandiri, Omzet Tembus Rp75 Juta per Bulan

Minggu, 27 September 2026 - 11:13
Bantuan
Ekonomi

BNI Sahabat Sekolah Rakyat Bekali Siswa Sulsel dengan Literasi Keuangan

Minggu, 27 September 2026 - 09:21

OLAHRAGA

Rahmat-Erwin-Abdullah
Olahraga

Pecahkan Rekor Dunia, Rahmat Erwin Sumbang Emas Kedua Indonesia di Asian Games 2026

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 27 September 2026 - 09:41

​INDOPOSCO.ID - Cabang olahraga (cabor) angkat besi kembali mengharumkan nama bangsa di panggung olahraga bergengsi se-Asia. Lifter andalan Indonesia, Rahmat...

SelengkapnyaDetails
Karate

FORTIS Series-II 2026 Siapkan 231 Kelas, Bidik 1.750 Atlet Karate

Sabtu, 26 September 2026 - 22:12
Jadi Tersangka Korupsi, Aset Miliaran Rupiah Bupati Gowa Disita Polri

Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

Sabtu, 26 September 2026 - 13:09
Analis: MK Dihadapkan 2 Lapis Persoalan dalam Gugatan Gibran

Reaksi Ole Romeny Usai Indonesia Tekuk Singapura di FIFA ASEAN Cup

Sabtu, 26 September 2026 - 11:10
laga

Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026, 3.582 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 25 September 2026 - 17:36

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3898 shares
    Share 1559 Tweet 975
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1026 shares
    Share 410 Tweet 257
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1007 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    998 shares
    Share 399 Tweet 250
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.