• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Timur Musk

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Rabu, 1 September 2021 - 20:01
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Elon Musk harus mendengar ini. Tujuh tahun lamanya Widodo Sucipto memikirkan teknologi baru pengolahan nikel. Akhirnya berhasil (baca *Disway:Timur Terang ).

BacaJuga:

Pengusaha Pilihan

Weda Bay

Bali Lombok

* Dengan demikian tidak akan ada lagi keraguan seperti yang pernah dikeluhkan Elon Musk: tidak mudah mendapatkan bahan baku yang cukup untuk baterai mobil listrik. Keluhan itulah yang membuat Tesla tidak jadi membangun pabrik mobil listrik di Indonesia. Widodo telah membalikkan keraguan orang seperti Elon Musk.

Tentu Elon Musk tidak mau memperhitungkan adanya mega-pabrik nikel yang sudah berdiri di Morowali. Yang dibangun dengan gegap-gempita oleh pengusaha Tiongkok itu.

Kurang besar? Tidak. Pabrik nikel di Morowali itu tidak menghasilkan nikel untuk bahan baku baterai lithium. Itu beda. Mega-pabrik di Morowali itu menghasilkan nikel untuk bahan baku stainless steel. Beda sekali. Segalanya tidak sama. Mulai prosesnya sampai jenis nikel yang dihasilkannya.

Dalam dunia nikel, yang dihasilkan mega-pabrik di Morowali itu disebut ”nikel kelas dua”. Yang diperlukan untuk bahan baku baterai adalah ”nikel kelas satu”. Yang tingkat kemurniannya –tarik napas– sampai 99,95 persen.

Sedang untuk bahan baku /stainless steel/ kemurnian nikelnya cukup hanya 10 atau 15 persen. Widodo tipe orang yang ulet dan setia. Pun sampai umurnya berapa 66 tahun sekarang ini. (bukan 55 tahun seperti Disway kemarin). Widodo Sucipto.Widodo dibantu oleh dua orang Jepang, satu orang Tiongkok, dan satu orang lagi dari Australia.

Tentu tidak hanya Widodo yang tahan uji. Juga Richard Tandiono (é™️³å­ ç››). Richard-lah yang membiayai semua penelitian Widodo itu. Termasuk membangun lab-nya di Bogor. Setelah penelitian skala lab dianggap berhasil Richard pula yang membangunkan pabrik skala /pilot project/.

Ketika penelitian masih di skala lab, Widodo menggunakan alat kecil. Yang cukup untuk mengolah 20 kg tanah yang mengandung nikel. Begitu skala lab berhasil dibangunlah kiln skala /pilot project/. Dengan kapasitas 1 ton bahan baku. Kiln itulah yang dipanaskan sampai 700 derajat Celsius. Bahan bakarnya gas. Hasilnya memuaskan. Seperti yang saya tulis di edisi kemarin. Bulan Juli lalu, barulah Widodo dan Richard lega.

Penelitian itu akhirnya berhasil. Richard adalah anak pemilik pabrik baterai merek Nipress. Ia cucu pendiri pabrik itu. Nipress adalah pabrik baterai terbesar di Indonesia. Yang sudah mampu ekspor ke lebih 30 negara. Saya pernah ke Nipress. Beberapa kali. Dulu. Dulu sekali.

Delapan tahun lalu. Kala itu saya merayu Richard agar Nipress bersedia memproduksi baterai jenis lithium. Yang sangat diperlukan untuk ide membuat mobil listrik. /Richard Tandiono (kiri) delapan tahun lalu./ Waktu itu Nipress masih fokus memproduksi baterai basah. Yang tidak cocok untuk mobil listrik.

Karena itu Nipress belum punya peralatan untuk memproduksi baterai lithium. Saya pun rapat-rapat di Nipress. Saya menceritakan pentingnya baterai lithium di masa depan. Saat itulah saya kali pertama bertemu Widodo. Di samping Widodo bersama tim dari Nipress hadir juga Ricky Elson dari Putra Petir. Juga ahli baterai dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Dr Bambang Prihandoko. Yang terakhir itu saya baru tahu kemarin ternyata meninggal dunia.

Dua bulan lalu. Dr Bambang saat itu sedang meneliti air laut sebagai sumber lithium. Beliau menyebutkan air laut Jawa-lah yang terbaik kadar lithiumnya. Saya juga sudah berkunjung ke lab LIPI tempat Dr Bambang melakukan penelitian. — *Baca juga tulisan Dahlan Iskan ketika mengunjung Nipres, 8 tahun lalu: Manufacturing Hope (85):

Telah Lahir Baterai Litium Made in Indonesia * — Widodo sendiri sudah lama bekerja di Nipress. Sejak masih muda. Sejak Nipress masih dipimpin kakek Richard. Setelah dua kali ke Nipress, akhirnya Richard setuju: Nipress bersedia memproduksi baterai lithium. Ia beli mesin-mesin baru.

Beli bahan-bahan baru. Ia bentuk tim baru, khusus untuk menangani baterai lithium. Saya tahu semua itu mahal. Terutama membangun jalur produksi baterai lithium mulai dari nol. Setahun kemudian saya minta maaf pada Richard: ide mobil listrik itu tidak jalan.

Saya merasa telah merugikannya. Tapi investasi sudah telanjur dilakukan. Tim sudah telanjur bekerja. Richard pun berusaha mengalihkan penggunaan baterai lithium produksi Nipress untuk non mobil listrik. Sebagian tim baterai lithium itu punya tugas baru: meneruskan penelitian untuk menemukan bahan baku baterai.

Widodo lantas fokus meneliti nikel. Ia lupakan penelitian lama di bidang timbal –bahan baku baterai basah. Richard sendiri tidak sulit mengikuti perkembangan tim penelitian Widodo. Richard adalah master engineering dari University Southern California (USC), Los Angeles. Di situ pula Richard lulus S-1 jurusan industrial engineering.

Nipress adalah perusahaan yang didirikan kakek Richard, Robertus Tandiono, di tahun 1970. Ketika kakeknya meninggal di tahun 2001, Richard sudah kembali dari Amerika. “Saya dekat sekali dengan kakek,” ujar Richard. Di Nipress, Richard menjabat dirut anak perusahaan: Nipress Energi Otomotif. Yakni salah satu perusahaan di Trinitan Group yang memproduksi baterai untuk semua jenis kendaraan.

Trinitan adalah holding company Nipress yang dipimpin oleh ayah Richard, Ferry Tandiono. Ketika kecil Richard tinggal bersama ayahnya itu di Pluit, Jakarta. Karena itu ia sekolah SD di Tarakanita Pluit. Ketika remaja orang tua pindah ke Cinere.

Richard masuk SMP Tirta Merta di Pondok Indah. Lalu masuk SMA di Singapura. Ketika proyek baterai lithium untuk mobil listrik gagal, tim lithium Nipress jalan terus. Mereka mencari apa saja yang bisa dikerjakan.

Didirikanlah anak perusahaan yang bergerak di energi baru. Produksi baterai lithiumnya dialihkan untuk mendukung perkembangan /solar cell/. Sebagian tim itu terus melakukan penelitian. Widodo terus meneliti nikel. Yang berkat dukungan Richard bisa berlangsung bertahun-tahun.

Sampai bisa berhasil sekarang ini. “Penelitian Pak Widodo berhasil dua bulan lalu,” ujar Richard. Yakni setelah pihak Jepang, JGC Holdings Corporation, melakukan validasi. Berarti hasil penelitian di Nipress itu sudah diakui oleh Jepang. Apa itu JGC bisa dilihat di link ini . Sebelum JGC itu pun sebenarnya BPPT dan kementerian ESDM sudah lebih dulu memvalidasi hasil penelitian Widodo itu. Nipress sudah mematenkan penemuan ini di banyak negara.

Termasuk Jepang dan Kanada. Hak paten itu menjadi milik PT Hydrotech Metal Indonesia (HMI) –anak perusahaan Nipress Energi Otomotif. Widodo Sucipto menjadi direktur utama di PT HMI. Widodo mendapat penghargaan sedikit saham di PT HMI. Saham selebihnya milik PT Nipress Energi Otomotif yang dipimpin Richard. Widodo (tengah) dan 11 tim riset Nipress /Widodo (tengah) dan 11 tim dari Nipress.

Richard sudah punya langkah besar berikutnya: PT HMI akan go public. Bukan di Indonesia tapi di pasar modal Kanada.

Richard ingin penemuan anak bangsa ini berkibar ke tingkat dunia. Elon Musk harus membaca ini. Juga seri tulisan besok pagi. Kalau masih peduli Indonesia. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Dari Morbidelli hingga Veda Ega, Panggung Pertamina Jadi Magnet Penggemar MotoGP
Olahraga

Dari Morbidelli hingga Veda Ega, Panggung Pertamina Jadi Magnet Penggemar MotoGP

Editor Ali Rachman
Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:28

INDOPOSCO.ID – Deru mesin bukan satu-satunya daya tarik Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Di luar lintasan, antusiasme penggemar juga...

SelengkapnyaDetails
Kapolri Mutasi Jajaran Polda Banten, Ini Daftar Lengkapnya

Bukan Sekadar Rebut Gelar, Turnamen Biliar FWUMKM Perkuat Sinergi Wartawan dan Pemerintah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:34
Hadi-Tj

Hadi Tjahjanto Sebut Negara Eropa Jadi Pesaing Terberat Karateka Indonesia di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48
forki

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1061 shares
    Share 424 Tweet 265
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    918 shares
    Share 367 Tweet 230
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    889 shares
    Share 356 Tweet 222
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    885 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.