• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pemerintah Perlu Susun Peta Jalan Baru Transisi Energi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 19 Agustus 2021 - 12:01
in Ekonomi
indoposco

Ilustrasi - Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam sektor ketenagalistrikan di Indonesia. Foto: Antara/Susmiyatun Hayati

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia Mining and Energy Forum (IMEF) mengusulkan agar pemerintah menyusun peta jalan baru transisi energi agar tidak menimbulkan disrupsi ekonomi.

Ketua IMEF Singgih Widagdo menjelaskan Kebijakan Energi Nasional (KEN) serta Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang berlaku saat ini masih berorientasi terhadap pemanfaatan energi fosil.

BacaJuga:

KNEKS Sebut POJK Investasi Syariah Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

Dorong Transisi Energi Hijau, Pertamina NRE Jajaki Investasi Energi Terbarukan di Bangladesh

Rupiah Melemah, Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tenang Saja

“KEN serta RUEN yang seharusnya jadi dasar kebijakan energi sudah tidak prospektif sebagai peta jalan untuk mencapai target emisi karbon,” tutur Singgih dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/8).

Singgih menjelaskan terobosan pemerintah melalui Grand Strategy Energi Nasional (GSEN) perlu diapresiasi. Tetapi, karena GSEN tidak termasuk dalam nomenklatur perundangan-undangan, sehingga perlu diformalkan atau diadopsi substansinya ke dalam revisi KEN serta RUEN.

Dalam KEN serta RUEN yang terakhir disusun pada 2017, pemerintah masih menempatkan porsi minyak serta gas bumi, dan batu bara mencakup 77 persen porsi bauran energi nasional di tahun 2025, sedangkan porsi energi baru dan terbarukan (EBT) hanya 23 persen.

Bahkan hingga tahun 2050 porsi energi fosil justru masih dominan, yakni 69 persen, sedangkan porsi energi bersih hanya naik menjadi 31 persen.

Regulasi itu membuat Indonesia harus menghadapi tantangan besar untuk bisa mewujudkan target pengurangan emisi gas karbon dari sektor energi.

Sebagai salah satu negara penanda tangan Persetujuan Paris, Indonesia menghadapi 2 pekerjaan rumah yang besar, yaitu mengejar target pertumbuhan ekonomi 8,0 persen serta menekan emisi karbon.

IMEF menilai tanpa ada kejelasan peta jalan transisi energi nasional, tidak hanya target terancam meleset, namun ancaman disrupsi ekonomi dapat terjadi.

“Ketersediaan energi yang memadai menjadi prasyarat utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi,” kata Singgih.

Disaat ini, konsumsi energi final Indonesia sekitar 3,12 setara barel minyak (BOE) per kapita, sedangkan konsumsi listrik 1.094 kilowatt jam (kWh) per kapita.

Ruang konsumsi energi untuk tumbuh masih terbuka luas, karena itu transisi energi di Indonesia harus mempertimbangkan pertumbuhan konsumsi energi di masa depan.

Dengan tren dunia menuju ke arah nol emisi karbon, tidak bisa lain, mayoritas pasokan energi ke depan harus berasal dari sumber energi terbarukan.

Sebelumnya dalam pidato kenegaraan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo menjelaskan lagi komitmen Indonesia untuk mengembangkan energi terbarukan serta ekonomi hijau.

Dalam kajian IMEF, revisi KEN serta RUEN menjadi titik krusial dalam transisi energi di tengah upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi karena posisinya sebagai peta jalan utama. (Mg2)

Tags: IMEFKebijakan Energi Nasionalpeta jalan baru transisi energiRencana Umum Energi Nasional

Berita Terkait.

KNEKS
Ekonomi

KNEKS Sebut POJK Investasi Syariah Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:02
Nota-Kesepahaman
Ekonomi

Dorong Transisi Energi Hijau, Pertamina NRE Jajaki Investasi Energi Terbarukan di Bangladesh

Sabtu, 16 Mei 2026 - 23:23
Prabowo
Ekonomi

Rupiah Melemah, Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tenang Saja

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:07
prabowo
Ekonomi

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Klaim Ukir Sejarah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:06
menkop
Ekonomi

Perkuat Nilai Tawar, Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:22
knecks
Ekonomi

Era Digital Mengubah Segalanya, Industri Syariah Diminta Naik Kelas

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:28

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2254 shares
    Share 902 Tweet 564
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1235 shares
    Share 494 Tweet 309
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    800 shares
    Share 320 Tweet 200
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.