• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Ketika DKI Dihantam Gelombang Covid-19 yang Naik dan Turun

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 15 Agustus 2021 - 09:05
in Megapolitan
indoposco

Pengurus RW menunjukan stiker vaksin yang akan ditempel di rumah warga di lingkungan RW 07, Kebayoran Lama Utara, Jakarta, Jumat (13/8/2021). Foto : Antara/Hafidz Mubarak A/foc.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejak virus Corona diumumkan secara resmi telah ada di Indonesia pada 2 Maret 2020, seketika itu publik mulai dihantui ketakutan dan kecemasan. Ketika itu diumumkan adanya dua warga yang dinyatakan terinfeksi virus tersebut. Kepastian diperoleh berdasarkan hasil laboratorium.

Keduanya adalah perempuan warga Depok, Jawa Barat (Jabar) yang sedang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso di Jakarta Utara. Keduanya berhasil sembuh setelah dirawat intensif beberapa hari. Tetapi kecemasan dan rasa takut tak surut karena telah terjadi penularan yang cepat; dari asisten rumah tangga, sejumlah warga di Ibu Kota hingga tenaga kesehatan (nakes).

BacaJuga:

Kuasa Hukum Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Enggan Bicarakan Kematian Sumitro

Polisi Bongkar Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks, 8 Orang Diringkus

Cenderung Bervariatif, Cuaca di Jakarta Berawan Hingga Cerah Sepanjang Hari

Hari demi hari, Covid-19 semakin tak terkendali. Metropolitan ini pun menjadi kota yang mengerikan karena jumlah warga yang terinfeksi terus bertambah. Pembatasan aktivitas publik untuk mengerem dan memutus rantai penularannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dilakukan sejak 14 Maret 2020. Sarana dan prasarana serta tenaga kesehatan disiapkan lebih banyak lagi untuk mengantisipasi kecenderungan pertambahan kasus setiap hari.

Sejak saat itu mulai terasa tidak nyamannya kehidupan. Ketakutan dan kecemasan bercampuraduk dengan pembatasan aktivitas publik. Terganggunya perekonomian tentu dirasakan masyarakat. Wabah inipun membenturkan perekonomian dan kesehatan.

Terlihat dari Grafik

Inti perdebatan dan kontroversinya ada pada substansi mana yang harus didahulukan antara perekonomian dan kesehatan. Memprioritaskan kesehatan tetapi perekonomian makin terganggu atau mementingkan perekonomian yang akibatnya wabah semakin menelan korban.

Perdebatan dan pertarungan itu bahkan mengemuka hingga 1,5 tahun wabah hingga hari-hari ini. Pembatasan dengan instrumen Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah beberapa periode.

DKI berada pada inti kebijakan pengendalian, bukan saja karena tingginya angka kasus baru setiap hari sejak awal, tetapi juga karena tingginya pertambahan kasus selalu menempatkannya berada di urutan teratas. Metropolitan ini selalu menjadi pusat (episentrum) wabah.

Seluruh daya dan upaya dikerahkan untuk mengatasi wabah. Berjibaku dalam kolaborasi, semua pihak telah menunjukkan kerja kerasnya. Hasilnya terlihat dari grafik dan kurva perkembangan wabah ini. Tren kasus baru yang diumumkan setiap hari umumnya selalu naik.

Tetapi bila dilihat dari awal, upaya keras pernah menunjukkan hasil cukup menggembirakan, yakni pernah turun dan landai, namun naik dan melonjak lagi. Pertambahan dan penurunan jumlah penurunan seperti gelombang; datang dan pergi. Ketika gelombang turun, aktivitas publik dilonggarkan, lalu diperketat lagi saat terjadi kenaikan kasus.

Begitulah drama kehidupan di tengah wabah virus ini. Irama kehidupan disesuaikan dengan gelombang perkembangan jumlah kasus baru yang kadang naik dan kadang turun.

Beragam Kisah

Sejak Juni lalu, DKI menghadapi lonjakan kasus baru. Antisipasinya selain penyiapan fasilitas kesehatan (faskes) juga kesiapan rumah sakit. Dari sisi faskes, sebenarnya sudah cukup banyak, yakni sebanyak 140 rumah sakut rujukan pasien Covid-19. Tetapi lonjakan kasus telah memaksa manajemen sebagian rumah sakit mengambil langkah darurat.

Hingga pertengahan Juli lalu, bukan hanya lorong atau selasar yang digunakan, tetapi didirikan tenda-tenda untuk perawatan pasien Covid-19. itu pertanda bahwa situasi sudah sedemikian gawat karena seluruh tempat di dalam rumah sakit rujukan telah penuh.

Situasi buruk berlanjut ketika kebutuhan oksigen sangat tinggi tetapi persediaan di pasaran sangat sedikit. Akibatnya terjadi antrean di tempat-tempat penjualan oksigen. Beragam kisah nyata terukir dari hari ke hari. Setiap orang punya kisah bagaimana menyelami kehidupan di tengah wabah.

Juga para penyintas pasti punya cerita dan pengalaman bagaimana hingga bisa bertahan (survive) dari cengkeraman virus ini. Mereka yang tetap sehat juga punya narasi bisa tetap hidup dan sehat di saat semua aktivitas kehidupannya dijalani di tengah pembatasan dan tak jarang pembatasan mengakibatkan keterbatasan.

Kini setiap orang berharap kisah-kisah sedih itu tak akan terulang lagi. Juga cukuplah menjadi kenangan seiring dengan membaiknya perkembangan wabah Covid-19 di Ibu Kota. Tak satupun pihak berani memastikan kapan wabah ini berakhir. Yang bisa dilakukan adalah menghindari agar tak terpapar dan jikapun terpapar pun cukuplah dalam skala ringan.

Tren Konsisten

Meskipun sulit diprediksi kapan akan berakhir tetapi dengan ilmu dan data, tren saat ini bisa digunakan untuk membaca bagaimana ke depan. Dalam dua pekan terakhir tren kasus di Ibu Kota cenderung turun dengan tren cukup konsisten.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyebutkan kasus Covid-19 di Ibu Kota sudah melandai. Itu karena nilai reproduksi efektif (Rt) mencapai tepat 1,0 berdasarkan kajian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

Penghitungan terakhir dari tim FKM UI menunjukkan nilai Rt Jakarta tepat 1,0. Artinya pandemi melandai. Meski melandai, namun diingatkan bahwa kasus Covid-19 di Ibu Kota belum berkurang. Karena itu, semua pihak harus berupaya menjaga agar kasus virus corona tidak naik lagi.

Nilai Rt (effective reproduction number) merupakan nilai yang menggambarkan kecepatan dan luasan potensi penularan wabah. Kian tinggi nilainya di atas satu,maka penularan akan semakin cepat dan meluas. Jika tepat satu, maka akan melandai dengan jumlah yang konstan.

Sedangkan bila nilainya di bawah satu, artinya pandemi terkendali dan kasus Covid-19 berkurang. Capaian Rt 1,0 itu bisa diraih berkait kolaborasi untuk melakukan pengawasan PPKM Level 4 bersama Pemprov DKI, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan seluruh aparat di wilayah untuk melakukan pelacakan hingga penanganan Covid-19.

PPKM ini telah dibarengi dengan sejumlah penyesuaian dan uji coba. Sebut saja penyekatan di 100 lokasi termasuk di perbatasan antarprovinsi diganti ganjil-genap di sejumlah ruas jalan. Juga pembukaan pusat perbelanjaan (mal) dengan keharuan pengunjung menunjukkan bukti vaksinasi seperti dilansir Antara.

PPKM Level 4 periode 9-16 Agustus berakhir pada Senin. Dengan penyesuaian dan uji coba di tengah perkembangan wabah yang landai, kehidupan kembali semarak di Ibu Kota.

Akankah PPKM diperpanjang lagi atau tetap PPKM tetapi dengan penyesuaian yang lebih diperlonggar? Kita tunggu bagaimana keputusan pemerintah. Dengan keyakinan dan optimisme, apapun keputusannya, itulah jalan yang terbaik untuk segera mengakhiri pandemi ini. (aro)

Tags: coronacovid19dki jakarta

Berita Terkait.

TKP
Megapolitan

Kuasa Hukum Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Enggan Bicarakan Kematian Sumitro

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:24
Iman-Imanuddin
Megapolitan

Polisi Bongkar Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks, 8 Orang Diringkus

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:02
Cerah
Megapolitan

Cenderung Bervariatif, Cuaca di Jakarta Berawan Hingga Cerah Sepanjang Hari

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:49
HAN
Megapolitan

Hari Anak Nasional 2026, Wuling Donasikan Fasilitas Belajar dan Libatkan Karyawan Jadi Guru Sehari

Senin, 27 Juli 2026 - 18:06
Budi-Hermanto
Megapolitan

Polisi Tetapkan 7 Tersangka Bentrokan Berdarah di Jalan Tambak Menteng

Senin, 27 Juli 2026 - 15:23
polisi
Megapolitan

Pasca-Bentrokan Berdarah di Menteng, 200 Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan

Senin, 27 Juli 2026 - 13:21

BERITA POPULER

  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1434 shares
    Share 574 Tweet 359
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1167 shares
    Share 467 Tweet 292
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3008 shares
    Share 1203 Tweet 752
  • Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

    727 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Pasca-Bentrokan Berdarah di Menteng, 200 Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan

    720 shares
    Share 288 Tweet 180
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.