INDOPOSCO.ID – Drs. KH. Mahrus Amin adalah cerita perjuangan pendidikan Islam Indonesia. Selain tokoh pesantren, beliau juga pendiri Santri Bela Agama dan Negara, atau Sabelana.
Pernyataan tersebut diungkapkan Alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Darunnajah, Yanuardi Syukur dalam keterangan, Minggu (8/8/2021).
Ia mengatakan, banyak teladan yang bisa diambil dari sosok KH Mahrus Amin. Ia bersama KH. Abdul Manaf Mukhayyar (alm) dan Letkol Drs. H. Kamaruzzaman (alm) mendirikan ma’had terbaik di Jakarta, yakni Ma’had Darunnajah.
“Ponpes Darunnajah telah melahirkan alumni-alumni yang berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan,” katanya.
“Mulai dari tokoh Islam masyhur seperti KH. M. Arifin Ilham, Professor Amelia Fauzia, hingga para guru dan dosen, diplomat, dan pemimpin di berbagai level birokrasi, salah satunya Bupati Penajam Paser Utara, H. Abdul Gafur Mas’ud. Tokoh Wasathiyatul Islam, Professor Din Syamsuddin, ketika kuliah di IAIN Jakarta, pernah diajar oleh Kiai Mahrus Amin,” imbuhnya.
Semasa hidupnya, Kiai Mahrus Amin terus mengembangkan pesantren dengan menjalin kemitraan dengan instansi dalam dan luar negeri. Dari sosok KH Mahrus Amin juga, menurut dia, belajar tentang filosofi pohon pisang.
“Pohon pisang itu punya banyak nilai tambah dan filosofis. Belajar dari pohon pisang, tumbuhan itu tidak akan maksimal dampaknya jika hanya tumbuh di satu tempat,” katanya.
Dia menuturkan, mengutip pernyataan KH Mahrus Amin, tunas-tunas pohon pisang yang bermunculan di sekitar induknya. Apabila dipisahkan dan ditanam kembali di tempat lain, akan tumbuh menjadi pohon-pohon pisang baru. Dan bermanfaat bagi lingkungan sekelilingnya.
Perlu diketahui, KH Mahrus Amin meninggal dunia di RS Premiere Bintaro, Sabtu (7/8/2021). Pendidi Ponpes Darunnajah tersebut tutup usia di usia 81 tahun. (nas)










