• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Protes Tindakan China, Presiden Biden Lindungi Warga Hong Kong di AS

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 6 Agustus 2021 - 17:23
in Internasional
Joe Biden (kiri) saat masih menjabat Wapres AS bertemu Presiden China Xi Jinping dalam satu kesempatan di Balai Agung Rakyat China di Beijing pada 2011. Foto : Antara/China Daily/mii/am.

Joe Biden (kiri) saat masih menjabat Wapres AS bertemu Presiden China Xi Jinping dalam satu kesempatan di Balai Agung Rakyat China di Beijing pada 2011. Foto : Antara/China Daily/mii/am.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menawarkan ‘tempat berlindung’ sementara kepada penduduk Hong Kong di AS, yang memungkinkan ribuan orang memperpanjang masa tinggal mereka.

Tawaran itu diberikan sebagai langkah AS atas tindakan keras Beijing terhadap demokrasi Hong Kong yang merupakan wilayah China itu. Biden mengarahkan Kementerian Keamanan Dalam Negeri untuk menerapkan ‘penangguhan deportasi’ hingga 18 bulan bagi penduduk Hong Kong yang saat ini berada di Amerika Serikat, dengan ‘alasan ada kebijakan luar negeri yang harus diikuti’.

BacaJuga:

Kepadatan Mina Jadi Alarm Haji 2026, Timwas Usul Formula Baru

Trump Ancam “Ledakkan” Oman, Iran Kecam Keras Retorika AS

Ketegangan Memanas, Iran Balas Serangan Udara Militer Amerika Serikat

“Selama setahun terakhir, China telah melanjutkan serangannya terhadap otonomi Hong Kong, merusak proses dan institusi demokrasi yang tersisa, memberlakukan batasan pada kebebasan akademik, dan menindak kebebasan pers,” ujar Biden pada Kamis (5/8/2021).

Dia menambahkan, menawarkan tempat berlindung bagi para warga Hong Kong berarti merupakan langkah melanjutkan kepentingan Amerika Serikat di kawasan itu. Amerika Serikat tidak akan goyah dalam memberikan dukungan bagi rakyat Hong Kong.

Tidak jelas berapa banyak orang yang akan terpengaruh oleh langkah itu, tetapi sebagian besar penduduk Hong Kong yang saat ini berada di Amerika Serikat diharapkan memenuhi syarat, menurut seorang pejabat tinggi pemerintahan.

Gedung Putih mengatakan langkah itu memperjelas posisi bahwa Amerika Serikat tidak akan tinggal diam ketika China melanggar janjinya kepada Hong Kong dan kepada komunitas internasional.

Mereka yang memenuhi syarat juga dapat meminta izin kerja, kata Menteri Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas. Langkah tersebut merupakan yang terbaru dari serangkaian tindakan yang diambil Biden untuk mengatasi apa yang dikatakan pemerintahannya sebagai pengikisan aturan hukum di Hong Kong –bekas jajahan Inggris, yang kembali ke kendali Beijing pada 1997.

Pemerintah AS pada Juli menerapkan lebih banyak sanksi terhadap pejabat China di Hong Kong, dan memperingatkan perusahaan tentang risiko beroperasi di bawah undang-undang keamanan nasional yang diterapkan China tahun lalu untuk mengkriminalisasi orang-orang yang dianggapnya melakukan subversi, pemisahan diri, terorisme, atau kolusi dengan pihak asing.

Para kritikus mengatakan undang-undang itu memfasilitasi tindakan keras terhadap aktivis prodemokrasi dan kebebasan pers meskipun Beijing telah setuju untuk memberikan otonomi politik yang cukup besar di Hong Kong selama 50 tahun. China pada Juli membalas tindakan AS itu dengan juga menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah orang Amerika, termasuk mantan menteri perdagangan AS Wilbur Ross.

Liu Pengyu, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, mengatakan undang-undang keamanan nasional telah menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kebebasan yang dilindungi. “Langkah seperti itu mengabaikan dan mendistorsi fakta, dan sangat mencampuri urusan dalam negeri China,” ujarnya dilansir Antara.

Sementara Anggota parlemen AS telah berupaya membuat undang-undang yang akan memudahkan orang-orang dari Hong Kong untuk mendapatkan status pengungsi AS jika mereka takut akan penganiayaan setelah bergabung dengan aksi-aksi protes terhadap China. “China secara fundamental telah mengubah landasan institusi Hong Kong,” tandas Menteri Luar Negeri Antony Blinken dalam pernyataan.

Ia mencatat bahwa pihak berwenang China dan Hong Kong telah secara sewenang-wenang menunda pemilihan yang dijadwalkan, mendiskualifikasi anggota parlemen, merusak kebebasan pers, dan menangkap lebih dari 10.000 orang.

Blinken mengatakan, Washington bergabung dengan para sekutu untuk menawarkan perlindungan. Langkah itu, ujarnya, sesuai dengan dorongan pemerintahan Biden untuk melawan China bersama dengan mitra-mitra AS yang berpikiran sama. (aro)

Tags: amerikaASChinaHongkongTiongkok

Berita Terkait.

Atasi Jalan Amblas di Lenteng Agung, Dinas SDA Pasang Pelat Besi
Internasional

Kepadatan Mina Jadi Alarm Haji 2026, Timwas Usul Formula Baru

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:05
iran
Internasional

Trump Ancam “Ledakkan” Oman, Iran Kecam Keras Retorika AS

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:11
Ketegangan Memanas, Iran Balas Serangan Udara Militer Amerika Serikat
Internasional

Ketegangan Memanas, Iran Balas Serangan Udara Militer Amerika Serikat

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:03
Modus TPPO Kian Canggih, DPR Desak Imigrasi Perketat Pengawasan Penumpang Berisiko
Internasional

Draf Kesepakatan, AS Tarik Pasukan dari Iran dan Pembukaan Selat Hormuz

Kamis, 28 Mei 2026 - 01:23
Respons Gedung Putih Soal Heboh Draf Nota Kesepahaman Iran-AS
Internasional

Respons Gedung Putih Soal Heboh Draf Nota Kesepahaman Iran-AS

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:31
SUV EV Boxy iCAR V23 Resmi Hadir, Padukan Teknologi dan Karakter Personal
Internasional

Menlu di DK PBB: Situasi Gaza Cermin Kegagalan Komunitas Internasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:32

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    5691 shares
    Share 2276 Tweet 1423
  • Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3435 shares
    Share 1374 Tweet 859
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    3030 shares
    Share 1212 Tweet 758
  • Segel Trofi Pertama di Persib, Eliano Reijnders Sebut Atmosfer Bandung Lewati Eropa

    2533 shares
    Share 1013 Tweet 633
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    2319 shares
    Share 928 Tweet 580
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.