• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Soal Korupsi Masker, Akademisi: Ada Kekuatan Besar Lindungi Kadinkes Banten

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 5 Agustus 2021 - 09:57
in Headline
kepala dinas kesehatan Banten Ati Pramudji Hastuti saat memberikan kesaksian di persidangan.

kepala dinas kesehatan Banten Ati Pramudji Hastuti saat memberikan kesaksian di persidangan.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSSCO.ID – Salah seorang akademisi mempertanyakan kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten dalam mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan masker KN 95 tahun 2020 yang merugikan keungan negara sebesar Rp 1,68 miliar.

Pasalnya,hingga kini kasus yang menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyataat itu,hanya mampu menjerat pejabat bawahan yang bekeja atas perintah atasan.

BacaJuga:

Imbas Temuan 995 Senjata hingga Narkoba, Sekolah YHI-PP Terapkan PJJ

Bromo Wildfire Still Burning, BNPB: More Than 176 Hectares of Land Affected

Duh Karhutla Gunung Bromo Belum Padam, BNPB: Lebih dari 176 Ha Lahan Terbakar

Ikhsan Ahmad, akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, menduga ada kekuatan besar di belakang kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Ati Pramudji Hastuti, dalam melindunginya dengan cara mempengaruhi aparat penegak hukum untuk tidak menyentuh Ati.”Diduga ada kekuatan besar yang melindungi kepala Dinkes agar tidak terjerat hukum,” ungkap Ikhsan Ahmad kepada indoposco.Kamis (5/8/2021).

Menurut Ikhsan, adanya fakta persidangan yang saat ini beredar, dan hangat pemberitaannya ditengah masyarakat, menjadi harapan baru dan celah kegembiraan masyarakat, agar hukum tidak tebang pilih dan tumpul ke atas.

”Fakta ini harus menjadi bagian yang terang benderang dalam rangka menyeret pelaku kejahatan korupsi lain, ditengah kesulitan masyarakat menghadapi wabah global,yakni pandemI Covid-19,” ujar Ikhsan yang juga dosen FISIP Untirta ini.

Ia mengatakan, argumentasi kepala dinas saat menjadi saksi di pengadilan, dengam mengatakan bahwa tidak perlu adanya proses negosiasi harga dimasa pandemi dan ditambah kelangkaan barang, tentu saja berkorelasi positif, ketika barang yang diterima sesuai dengan spesifikasi dengan barang yang dibayarkan.”Jika tidak sesuai, maka argumentasi tersebut ngawur dan tidak bisa diterima akal sehat,” cetusnya..

Oleh karena itu, kata Ikhsan, fakta persidangan ini mesti ditelusuri terus oleh aparat penegak hukum. Apakah juga memiliki hubungan dengan peran pejabat diatasnya ?. Jangan yang menjadi korban hanya bawahan yang tidak punya link dengan lingkaran kekuasaan,” tukasnya.

Sebelumnya, dalam sidang tindak pidana korupsi (Tipikor) Serang, sejumlah saksi mengungkapkan, mereka bekerja atas printah kepala dinas secara lisan,bahkan,tanpa dibekali surat keterangan (SK) tugas.

Mereka mengaku, baru diberikan SK pengadaan masker yang diduga menajdi bancakan tersebut, setelah adaya tenuan kerugian negara oleh Inspektorat.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengaku kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU),bahwa tidak perlu melakukan negosiasi harga disaat penanganan pandemi Covid-19. Ditambah pada saat itu, telah terjadi kelangkaan barang karena kasus terkonfirmasi positif sedang melonjak.

“Kalau penanganan darurat gak perlu ada proses negosiasi,” katanya saat menjadi saksi di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (4/8/2021), kemarin.

Ia berkilah, untuk menetukan penunjukan langsung kepada pihak penyedia barang adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Pihaknya hanya bertugas memberikan pengarahan sebagai pengguna anggaran.

Bahkan, Ati menyatakan ada aturan yang membolehkan,jika dalam kondisi darurat boleh beli barang dulu, kemudian diaudit. Jika terjadi kerugian negara, maka tanggung jawab sepenuhnya ada pada pihak penyedia.

“Beli dahulu baru diaudit. Jika terjadi kemahalan harga maka menjadi tanggung jawab penyedia. Mereka membuat pernyataan dan jawaban. Sebelum pesanan dibuat, semua berkontrak ditandatangani dulu jika kemudian hari terjadi kemahalan harga,” paparnya. (yas)

Tags: Dinkes Bantenkadinkes bantenKorupsi Masker

Berita Terkait.

yhi
Headline

Imbas Temuan 995 Senjata hingga Narkoba, Sekolah YHI-PP Terapkan PJJ

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:02
Kebakaran
Headline

Bromo Wildfire Still Burning, BNPB: More Than 176 Hectares of Land Affected

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:27
Karhutla
Headline

Duh Karhutla Gunung Bromo Belum Padam, BNPB: Lebih dari 176 Ha Lahan Terbakar

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:27
Karhutla
Headline

60 Hektare Bromo Terdampak Kebakaran, DPR Soroti Lemahnya Antisipasi Karhutla

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:04
Messi
Headline

Ayah Lionel Messi Meninggal Dunia, Real Madrid Sampaikan Ucapan Duka

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:11
amin
Headline

Ma’ruf Amin Ungkap Kriteria Pemimpin Ideal NU: Harus Bisa Mendamaikan dan Kembalikan Khittah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:24

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2463 shares
    Share 985 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2198 shares
    Share 879 Tweet 550
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.