• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Sosiolog Nilai Viralnya Kasus Akidi Tio Karena Masyarakat Tengah Krisis

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 4 Agustus 2021 - 19:17
in Nasional
indoposco

Ilustrasi - Bantuan sosial bagi masyarakat tidak mampu. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sosiolog asal Universitas Gajah Mada (UGM) Derajad Widhyharto mengatakan, masyarakat Indonesia saat ini tengah mengalami krisis. Banyak masyarakat sangat berharap banyak dari proses yang lebih cepat dan terjangkau.

“Terlepas dari ada atau tidak bantuan itu, kita telah melupakan mengapa bantuan itu muncul. Karena kita dalam kondisi krisis,” kata Derajad Widhyharto menanggapi berita kasus keluarga Akidi Tio melalui gawai, Rabu (4/8/2021).

BacaJuga:

Label Nutri Level Dinilai Setengah Hati, Kemenkes Terlalu Kompromistis dengan Industri

Komisi X DPR: TKA Jadi Kunci Pemetaan Pendidikan Nasional, Tapi Perlu Evaluasi Menyeluruh

Perkuat Riset Nasional, Kemendiktisaintek dan BRIN Dorong Penguatan Peta Jalan

Lebih jauh ia mengungkapkan, selama masa pandemi birokrasi bantuan sangat sulit. Bahkan lebih sulit sebelum terjadinya pandemi.

“Birokrasi bantuan sekarang harus konfirmasi ini, konfirmasi itu. Butuh ini butuh itu. Jadi respon terhadap kecepatan pelayanan dari pemerintah kurang,” katanya.

Terkait bantuan senilai Rp2 triliun yang kemudian heboh tersebut, dikatakan Derajad, karena dilakukan oleh keturunan Tionghoa. Sebab, keberadaan mereka di Indonesia sangat termarjinalkan.

“Etnis Tionghoa beda dengan Arab dan etnis lain. Coba kalau yang sumbang orang bule putih atau Arab, maka akan dihebat-hebatkan. Apalagi penyumbang penghafal Al-Qur’an, Habib atau lainnya,” ungkapnya.

“Namun, begitu penyumbangnya Tionghoa, selalu termarjinalkan kemudian kita skeptis,” imbuhnya.

Sehingga, masih ujar Derajad, dalam konteks penanganan pandemi Covid-19, etnis Tionghoa tidak dianggap berperan. Hal ini kemudian menimbulkan pro dan kontra di media sosial (medsos).

“Yang kontra pasti argumen mereka karena Tionghoa,” ucapnya.

Dalam konteks pandemi, dikatakan dia, etnis Tionghoa butuh direkognisi. Apalagi sanksi sosial dari masyarakat Indonesia sangat kejam. “Ini di luar uang ada atau tidak. Masyarakat etnis Tionghoa minta direkognisi. Bantuan yang diberikan keluarga Akidi Tio ini dalam rangka rekognisi,” imbuhnya.

Melihat latar belakang bisnis keluarga Akidi Tio mereka adalah keluarga yang mampu. Dan nilai bantuan tersebut sangat mungkin.

“Mereka dari keluarga kaya raya. Nilai tersebut sangat mungkin. Bisa jadi ada keluarga lain yang tidak mau tertandingi dan terjadi skenario sekarang ini,” ujarnya.

“Kita harus melihat ini. Jangan sampai kemudian kita terjebak dan menghakimi keluarga Akidi Tio yang akan memberikan bantuan. Apapun bentuk bantuan itu,” ucapnya.

“Yang dilakukan Akidi Tio ini merupakan akibat, bukan sebab. Yakni akibat dari marginalisasi etnis Tionghoa,” imbuhnya. (nas)

Tags: Akidi Tioheryanti tioKasus Sumbangansumbangan 2 T

Berita Terkait.

Air-Minum-Dalam-Kemasan
Nasional

Label Nutri Level Dinilai Setengah Hati, Kemenkes Terlalu Kompromistis dengan Industri

Minggu, 19 April 2026 - 15:02
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Komisi X DPR: TKA Jadi Kunci Pemetaan Pendidikan Nasional, Tapi Perlu Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 19 April 2026 - 06:45
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Perkuat Riset Nasional, Kemendiktisaintek dan BRIN Dorong Penguatan Peta Jalan

Minggu, 19 April 2026 - 05:14
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 19 April 2026 - 04:23
miinuman
Nasional

DPR RI Soroti Risiko Bias Kebijakan Label Gizi di Pangan Siap Saji, jika Pengawasan Lemah

Sabtu, 18 April 2026 - 15:55
abdul
Nasional

26 Ruang Kelas Darurat Hadirkan Kegiatan Belajar Siswa Terdampak Bencana di Sumbar

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    789 shares
    Share 316 Tweet 197
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    756 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2528 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.