• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Pembakaran Limbah Medis Covid-19 Berpotensi Cemari Udara dan Tanah

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 30 Juli 2021 - 11:21
in Headline
indoposco

Karyawan melakukan proses pembakaran limbah medis dengan menggunakan mesin incinerator di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengolahan limbah medis akibat pandemi Covid-19 harus dilakukan secara khusus, karena dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,3 triliun untuk membantu pengolahan limbah. Saat ini terdapat insinerator yang belum mendapat izin dapat digunakan untuk mengolah limbah B3 medis.

BacaJuga:

Financial Markets Turbulent, Government Moves to Stabilize Bond Market

Pasar Keuangan Bergejolak, Pemerintah Siapkan Langkah Stabilkan Obligasi

Dudung Responds to Prabowo’s Remark That ‘Villagers Don’t Use Dollars’

Pemerintah telah melakukan sejumlah relaksasi izin untuk operasional tersebut. Insinerator yang dapat beroperasi memiliki suhu 800 derajat celcius. Operasionalnya akan diawasi pemerintah.

Menurut Manager Kampanye Perkotaan dan Energi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Dwi Sawung insinerasi atau pembakaran sampah berpotensi menimbulkan dampak lingkungan.

“Kalau sampahnya dibakar jadi pencemaran udara dan tanah. Dibuang sembarangan mengotori perairan. Alat pelindung diri (APD), terutama masker jadi masalah mencemari perairan,” kata Dwi Sawung melalui gawai di Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Menurutnya, cara yang baik mengolah limbah medis ialah jika alat pelindung diri bisa didesinfeksi. Selain itu, dapat mendaur ulang limbah medis Covid-19.

“Kalau APD bisa didisinfeksi kemudian dicacah. Kalau ada fasilitas yang bisa daur ulang jadi benda lain bisa saja. Tapi, mungkin pemerintah saat ini mau mudahnya saja dibakar,” ujarnya.

Ia menyatakan, sejak sebelum adanya pandemi Covid-19, sudah menjadi masalah yang cukup mengkhawatirkan. Apalagi saat pandemi Covid-19, perlu menjadi perhatian serius dan khusus.

“Sebaiknya melakukan tata ulang pengelolaan limbah medis, sebelum pendemi juga banyak masalah soal limbah medis ini,” imbuh Sawung.

Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Intan Suci Nurhati mengatakan, insinerator memang memiliki dampak negatif bagi lingkungan, oleh karena itu perizinannya ketat.

Namun di satu sisi, kebutuhan insinerator untuk menanggulangi lonjakan limbah medis juga meningkat. Langkah yang dipilih pemerintah tentu telah melalui pertimbangan yang matang.

“Strategi yang diambil oleh pemerintah merupakan jalan tengah mengingat situasi yang luar biasa saat ini,” nilai Intan.

Adapun limbah medis yang masuk kategori B3 tersebut antara lain infus bekas, masker, fail vaksin, jarum suntik, faceshield, perban, hazmat, alat pelindung diri, sarung tangan alat PCR antigen, dan alkohol pembersih swab. (dan)

Tags: covid-19limbah medis Covid-19pencemaran udara

Berita Terkait.

sahamm
Headline

Financial Markets Turbulent, Government Moves to Stabilize Bond Market

Senin, 18 Mei 2026 - 16:06
saham
Headline

Pasar Keuangan Bergejolak, Pemerintah Siapkan Langkah Stabilkan Obligasi

Senin, 18 Mei 2026 - 15:15
prabowo
Headline

Dudung Responds to Prabowo’s Remark That ‘Villagers Don’t Use Dollars’

Senin, 18 Mei 2026 - 15:05
bowo
Headline

Dudung Buka Suara Soal Ucapan Prabowo ‘Rakyat Desa Tak Pakai Dolar’

Senin, 18 Mei 2026 - 14:55
uang
Headline

Rupiah Dibuka Melemah, Pernyataan Nyeleneh Prabowo Dinilai Picu Kekhawatiran Pasar

Senin, 18 Mei 2026 - 13:18
Prabowo
Headline

Celios Kritik Klaim Prabowo Soal Desa Kebal Dolar: Ketenangan Semu Jelang Badai

Senin, 18 Mei 2026 - 12:22

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2497 shares
    Share 999 Tweet 624
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    841 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    801 shares
    Share 320 Tweet 200
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.