• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Bendera Putih

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 17 Juli 2021 - 05:05
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Bendera putih berkibar di mana-mana. Di Kuala Lumpur, Malaysia. Perdana Menteri  (PM) Muhyiddin Yassin pun marah. “Tengoklah ke lapangan. Dapur umum cukup,” ujar Muhyiddin Kamis lalu. “Janganlah kibarkan bendera putih. Bendera biru, boleh,” tambahnya.

BacaJuga:

Polsek Baru

Jumling Suyudi

Moral Pusbatara

Bendera biru adalah bendera partai oposisi Pakatan Harapan. Yang dulu dipimpin Mahathir Muhamad dan Muhyidin sendiri. Muhyidin lantas melakukan kudeta. Lalu mendirikan Pakatan sendiri. Lalu operasi jantung. Lalu menjadi perdana menteri.

Netizen lebih marah lagi: balik menyerang sang perdana menteri. Sang pemimpin dianggap tidak peka melihat kenyataan di lapangan. Apa yang dilakukan pemerintah sekarang ini, kata mereka, hanya ibarat menempelkan koyok untuk orang sakit kanker.

Belakangan ini memang ada yang khas di Malaysia –di masa puncak pandemi ini. Banyak rumah di sana yang menaikkan bendera putih. Itu sebagai tanda bahwa rumah tersebut tidak mampu lagi membeli kebutuhan hidup dasar mereka: bahan pangan. Kian lama semakin banyak saja bendera putih berkibar.

Perdana menteri begitu malunya. Sampai harus marah. Apalagi posisi politiknya memang lagi goyah. Anggota penting di pakatannya, UMNO, tidak percaya lagi padanya.

Saya pun menghubungi teman di Kuala Lumpur: apakah benar banyak bendera putih berkibar di sana. Saya minta agar dia –seorang perempuan– keliling kota: apakah bisa melihat sendiri banyak bendera putih berkibar. Dia pun keliling kota. Dia bikin video. Jelaslah banyak bendera putih berkibar. Memang tidak sampai masif, tapi juga bukan berita bohong.

Ide bendera putih itu, ternyata, datang dari seorang emak di sana. Namanya: Nik Faizah Nik Othman. Biasa dipanggil Kak Jah. Dia bukan sembarang emak. Dia pengusaha di bidang otomotif dan bahan bakar. Belakangan Kak Jah jadi politikus dari Pakatan Harapan.

Suatu hari Kak Jah ingin membantu masyarakat yang jadi korban PPKM. Tapi dia sulit memilih mana yang benar-benar memerlukan bantuan. Maka Kak Jah mem-posting ide bendera putih itu di medsos (media sosial).

“Saya kaget. Dalam satu malam muncul 20.000 tanggapan,” katanya di The Star Malaysia.

Ide Kak Jah itu pun menginspirasi banyak orang.

Cepat sekali berkembang menjadi gerakan bendera putih. Kalau semula hanya di Kelantan –daerah asal Kak Jah– cepat menjalar ke seantero negeri. Pun sampai ke ibu kota –mencucuk hidung perdana menteri.

Segi positif lainnya: gerakan itu bisa menjadi gerakan gotong royong. Terbukti muncul hastag yang populer di sana #rakyatjagarakyat.

Kamis lalu, Muhyidin pun turba. Ia meninjau salah satu dapur umum di Putrajaya. Di situlah Muhyidin membuat pernyataan yang mengecam gerakan bendera putih. “Makanan cukup sekali,” katanya.

Ide Kak Jah itu memang memudahkan bagi yang ingin membantu. Agar tepat sasaran. Tapi banyak juga yang sebenarnya ingin mengibarkan bendera putih tapi malu. Yang membuat Muhyidin kian berang adalah ”penumpang gelap” di gerakan bendera putih itu. Yakni munculnya gerakan bendera hitam.

Intinya: siapa yang menginginkan perdana menteri mundur kibarkanlah bendera hitam. Ada juga yang mengkritisi gerakan bendera putih. “Itu mengajarkan masyarakat mudah menyerah,” kata mereka.

Kak Jah tidak setuju dengan kritik itu. Dia melahirkan ide tersebut secara spontan. Yakni ketika Kak Jah membaca berita kian banyak saja orang mati bunuh diri. Yang ingin dia tolong bukan saja yang kesulitan makanan tapi juga yang merasa depresi. Kak Jah juga tidak setuju bendera putih dianggap sebagai lambang menyerah.

“Sekarang ini semua warna sudah identik dengan partai tertentu. Tinggal warna putih yang belum,” katanya.

Apakah krisis Covid di Malaysia lebih parah dari di Indonesia? “Kurang lebih sama beratnya,” ujar seorang pengusaha Indonesia yang sering ke Kuala Lumpur –karena istri keduanya wanita Malaysia.

Ia sangat tahu keadaan Indonesia dan Malaysia. Saya pernah diajak ke rumahnya yang megah di Kuala Kumpur. Saya dijemput mobil Rolls-Royce-nya. Tapi, rasanya, ia terlalu membela negeri istri mudanya.

Harusnya krisis Covid di Malaysia lebih parah dari Indonesia. Di sana krisis Covid bercampur dengan krisis politik. Apa yang terjadi di politik kita antara 2000 sampai 2004 sedang terjadi di sana.

Sampai-sampai saya melihat ada video yang diviralkan seorang emak selama 30 menit. Isinya memaki-maki politisi.

“Rakyat sudah tidak bisa makan masih saja tiap hari bicara rebutan kursi,” begitu intinya. Kita bersyukur tidak ada rebutan kursi di sini. Baru ancang-ancang. Dan masih malu-malu.

Di sini, bahkan, justru ada yang rela menyerahkan kekuasaan mereka: anggota DPR itu. Demi lancarnya penanganan Covid –dan terbukti, kata mereka, Covid terkendali. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00
Disway

Tekstil Danantara

Rabu, 30 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Komunikasi Xi

Selasa, 29 September 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Kikin

Senin, 28 September 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda
Olahraga

Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

Editor Juni Armanto
Senin, 5 Oktober 2026 - 18:53

INDOPOSCO.ID – Jay Idzes mungkin tidak akan berdiri di atas lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat Timnas Indonesia...

SelengkapnyaDetails
120 Bikers Gaspol ke Mandalika, Pertamina Bawa Semangat Komunitas hingga ke Sirkuit

120 Bikers Gaspol ke Mandalika, Pertamina Bawa Semangat Komunitas hingga ke Sirkuit

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:17
Hadapi Thailand di GBK, DPR Ingatkan Timnas Indonesia Jangan Buang Peluang

Hadapi Thailand di GBK, DPR Ingatkan Timnas Indonesia Jangan Buang Peluang

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:05
bolaa

Final FIFA ASEAN Cup: Polisi Siapkan Pengamanan Ketat Indonesia vs Thailand di GBK

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:24
asian

Tutup Asian Games dengan Rekor dan Sejarah, CdM Ungkap Kunci Sukses Tim Indonesia

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:32

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2709 shares
    Share 1084 Tweet 677
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1204 shares
    Share 482 Tweet 301
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    787 shares
    Share 315 Tweet 197
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    780 shares
    Share 312 Tweet 195
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.