• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Naik Tangga

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 9 Juli 2021 - 05:05
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Tangan kanan Donald Trump itu akhirnya menyerah: Allen Weisselberg. Allen menyerahkan paspornya. Tapi ia masih tetap boleh bepergian. Termasuk ke luar negeri –hanya harus atas izin pengadilan.

BacaJuga:

Dominasi Suasana

Datuk Merdeka

Tepat Waktu

Itu berarti penyelidikan atas perusahaan Trump mencapai puncaknya: masuk pengadilan. Memang belum menyentuh langsung Trump. Masih satu tangga lagi. Tapi tangga itu sudah dipanjat tinggi. Sampai ke tangan kanan.

Allen sudah lebih 40 tahun bekerja di perusahaan Trump. Ia-lah yang mengurus segala macam keuangan. Umurnya sudah 74 tahun.

Sidang untuk mengadili Allen masih akan dilakukan pada September 2021. Allen tegas: tidak mau mengaku bersalah. Berarti pengadilan itu nanti akan panjang dan seru.

Apalagi kalau mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Trump harus menjadi saksi. Lebih lagi kalau Trump terseret pula sebagai pesakitan.

Ini kasus pajak.

Menurut jaksa perusahaan Trump menggelapkan pajak. Sejak lama.

Menurut kubu Trump, ini soal politik. Untuk menjatuhkan Trump.

Tapi jaksa di Amerika sangat independen. Kasus ini sudah menjadi perhatian jaksa sejak 2002, jauh sebelum Trump berminat masuk ke politik. Bahkan yang memulai menyelidiki kasus ini adalah Rudy Giuliani.

Yakni ketika Rudy masih menjadi jaksa distrik. Sebelum ia menjadi Wali Kota New York. Jauh sebelum Rudy berubah menjadi pembela berani mati Trump di Pilpres 2020.

Pengadilan ini nanti akan rumit. Soal pajak sering beda penafsiran peraturan.

Sudah sangat lama Amerika tidak memiliki perkara rumit begini: perkara pajak yang berkembang menjadi perkara pidana.

Itu karena perusahaan Trump dianggap tidak kooperatif. Juga tidak mau menyelesaikan ‘secara pajak’. Perusahaan Trump terus bersikap seperti Trump: lawan!

Menurut catatan media di Amerika, perkara mirip ini, terakhir terjadi 40 tahun lalu. Saking besarnya masih tetap menjadi omongan sampai sekarang. Pun sudah difilmkan oleh Hollywood. Dengan judul serem: Ratu Jahat (Queen of Mean).

Mirip dengan yang sekarang: menyangkut raja properti di New York.

Bahkan lebih kaya dari Trump.

Nama konglomerat itu: Harry Brakmann Helmsley.

Lihatlah: Gedung Empire yang paling terkenal di New York itu adalah miliknya.

Hotel Park Lane itu miliknya. Helmsley Palace yang mewah itu miliknya. Hampir di setiap blok besar di New York ada hotel miliknya. Kalau kita masukkan yang di luar New York hampir 100 hotel dimilikinya.

Harry dulu tidak lulus SD. Orang tuanya tidak mampu membiayainya sekolah. Setelah agak besar kakeknya menemukan pekerjaan untuk anak tidak punya ijazah seperti Harry: menjadi tenaga serabutan di perusahaan real estate.

Belum lagi berumur 30 tahun ia sudah bisa membeli perusahaan tempatnya bekerja. Lalu mengawini seorang janda punya anak satu.

Setelah perkawinan itu berumur 25 tahun ia ceraikan janda itu. Harry segera kawin dengan janda empat kali. Yang umurnya 52 tahun. Agresif. Pintar bicara. Cenderung kasar. Suka ngomel.

Gampang memecat karyawan. Termasuk kelas manajer senior. Kadang sambil ganti baju pun dia bisa teriak. Lalu staf di dekatnya sudah kehilangan pekerjaan.

Wanita ini memang gesit bekerja. Perusahaan pun cepat maju. Dia keturunan Polandia Yahudi. Anaknya satu, laki-laki, dari suami terdahulu. Namanya: Leona Helmsley.

Sebelum dikawini, Leona adalah wakil presiden di anak perusahaan calon suami. Begitu dikawini bos besar di perusahaan itu, Leona ikut jadi bos besar.

Kekuasaannya tidak lagi hanya di anak perusahaan. Langsung di holdingnya.

Grup real estate milik Harry pun kian besar. Kendali lebih banyak di tangan Leona. Termasuk yang berhubungan dengan kontraktor.

Banyak kontraktor tidak dibayar. Sering dicari kesalahan di pekerjaan mereka. Beberapa kasus masuk ke pengadilan. Leona sering menang.

Mirip sekali dengan gaya Trump saat mengelola perusahaan real estate-nya.

Salah seorang dari orang-orang yang sakit hati itulah yang mengadukan praktik pembayaran pajak di perusahaan itu.

Terutama ketika Leona membangun Helmsley Palace Hotel. Yang sampai memasukkan belanja celana dalam ke pembukuan perusahaan.

Salah satu yang menjadi saksi di pengadilan adalah mantan tenaga yang bersih-bersih rumahnyi. Yang dipecat. Yang mendengar sendiri ketika Leona memarahinya.

Leona, kata saksi itu, berulang mengatakan dengan bangga tidak pernah bayar pajak. Hanya sedikit orang membayar pajak.

Sebenarnya pengadilan ingin mengabaikan kesaksian itu. Tapi terlalu banyak kesaksian yang memojokkan Leona.

Jaksa sebenarnya juga mendakwa sang suami. Tapi kondisi badan sang suami sudah lemah. Jantungnya bermasalah. Juga ada gejala stroke. Dengan pertimbangan kesehatan, Helmsley tidak diajukan ke pengadilan.

Sang istri sendirilah yang menghadapi banyak tuduhan. Yang kalau dijumlah akan membuatnyi dihukum 17 tahun penjara.

Beberapa tuduhan akhirnya digugurkan. Sang istri hanya masuk penjara 18 bulan. Tapi ia juga dihukum tidak boleh memegang jabatan eksekutif di perusahaan.

Yang lebih berat, Leona mendapat hukuman sosial dari media: Sang Ratu Jahat. Gelar yang terbukti lebih abadi.

Gelar baru itu sebenarnya sebagai parodi atas gelar Queen yang dia ciptakan untuk dirinya sendiri di masa jayanya: Queen of Palace. Itu untuk menggambarkan bahwa kehebatan Helmsley Palace Hotel adalah karena peranannya. Bukan suaminya.

Setelah keluar penjara Leona lebih banyak tinggal di rumah. Apalagi setelah suaminya juga meninggal. Dia lebih banyak bersama anjing kesayangannya. Yang kelak menjadi salah satu yang berhak mendapat warisan –sesuai dengan wasiat khusus Leona.

Tiga tahun setelah Leona keluar dari penjara, Harry Helmsley meninggal dunia. Seluruh harta, senilai sekitar Rp100 triliun, jatuh ke Leona. Berarti Leona tetap kaya raya. Salah satu teman lamanya adalah Imelda Marcos –istri Presiden Filipina Ferdinand Marcos yang punya sepatu 1.000 pasang itu.

Leona juga raja tega. Anak tunggalnya dengan suami terdahulu meninggal di umur 43 tahu. Sudah punya istri dan anak. Begitu selesai pemakaman Leona langsung mengusir menantu dan cucunya. Rumah yang ditempati itu, kata Leona, milik perusahaannya.

Tentu tidak akan ada Leona di pengadilan perkara pajak perusahaan Trump nanti. Tapi dramanya tidak kalah seru. Judulnya: Naik Tangga. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Dominasi Suasana

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Datuk Merdeka

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Tepat Waktu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Zhu Rongji

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Sutrimo Winda

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Deleg Deleg

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • antam

    Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    3248 shares
    Share 1299 Tweet 812
  • METOO Dorong Kesadaran Kesehatan Mulut Lewat Inovasi Perfume Toothpaste

    925 shares
    Share 370 Tweet 231
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3873 shares
    Share 1549 Tweet 968
  • Bea Cukai Yogyakarta Awasi Pemusnahan Rokok HM Sampoerna, Pastikan Sesuai Ketentuan

    877 shares
    Share 351 Tweet 219
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.