INDOPOSCO.ID – Guncangan gempa bumi di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) hanya dirasakan di Bima, Waingapu, Waikabubak dan Tambolaka III Modified Mercalli Intensity (MMI) dan Labuan Bajo II MMI.
Pernyataan tersebut diungkapkan Koordinator Bidang Mitigasi dan Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dr. Daryono dalam akun twitternya, Rabu (7/7/2021).
Menurut BMKG, III MMI menggambarkan getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu, sedangkan II MMI mendeskripsikan getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
“Melihat analisis inaRISK, Kabupaten Sumba Tengah termasuk wilayah dengan potensi bahaya gempa bumi kategori sedang hingga tinggi,” bebernya.
“Sebanyak lima kecamatan dengan total luas mencapai 63 ribu hektar teridentifikasi pada potensi tersebut. Kelima kecamatan tersebut antara lain Katikutana, Katikutana Selatan, Umbu Ratu Nggay Barat, Umbu Ratu Nggay dan Mamboro,” imbuhnya.
Sementara itu, masih ujar dia, wilayah kabupaten lain di Pulau Sumba juga memiliki potensi gempa dengan kategori sedang hingga tinggi, yaitu di Sumba Barat, Sumba Barat Daya, dan Sumba Timur.
“Catatan sejarah BMKG, gempa dengan magnitudo besar terjadi di wilayah Sumba, seperti gempa merusak M6,0 pada 2018 di sekitar Sumba Timur, gempa M6,6 Sumba Barat,” ungkapnya.
Selain sumber gempa di sekitar pulau Sumba, menurut dia, wilayah tersebut juga berpotensi terdampak sumber gempa yang berada di sekitar pulau Sumba maupun di dalam wilayah Nusa Tenggara Timur, seperti pada gempa M7,5 (1992) sekitar Flores atau M6,0 (1983) di Sulawesi Tengah yang memicu guncangan yang dirasakan warga Waingapu. (nas)











