• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Komunis Kucing

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Rabu, 30 Juni 2021 - 07:27
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Negara yang tergolong paling gagal di dunia adalah negara komunis: Kuba, Venezuela, Korea Utara. Negara yang paling berhasil di dunia sekarang ini adalah negara komunis: Tiongkok. Negara yang majunya biasa-biasa saja juga negara komunis: Vietnam, Kamboja.

BacaJuga:

Polsek Baru

Jumling Suyudi

Moral Pusbatara

Di luar komunis banyak juga negara yang berhasil, yang biasa-biasa saja, dan yang tidak berhasil. Keberhasilan Tiongkok itulah yang dirayakan besar-besaran pada 1 Juli besok –tepat 100 tahun Partai Komunis Tiongkok.

Perayaannya sudah dilakukan sejak seminggu lalu. Di semua kota, di malam hari, mirip kota borjuis: gemerlap diguyur cahaya. Itulah komunisme Tiongkok: musuh ideologinya justru menjadi salah satu pilar ideologinya.

Bisnis –musuh utama komunisme di masa silam– telah menjadi salah satu dari empat sokoguru komunisme Tiongkok. Buruh –satu-satunya sokoguru di masa awal komunisme– tetap menjadi salah satu sokoguru. Tapi sudah ditambah sokoguru baru: petani. Belakangan ditambah pengusaha. Terakhir, 10 tahun lalu, ditambah ilmu pengetahuan.

Saya sendiri bingung: kalau sokogurunya buruh, tani, pengusaha, dan ilmu pengetahuan, mengapa masih disebut komunis.
“Tidak peduli kucing itu hitam atau putih. Yang penting bisa menangkap tikus.”
“Menjadi kaya itu mulia.”

Dua prinsip Deng Xiaoping itulah yang pada dasarnya ideologi baru Komunis Tiongkok. Pendiri komunis, Karl Mark, bisa bangun dari kuburnya kalau ada yang yang bisa mengunggah dua kalimat itu ke Twitter di alam kubur.

Kucing tidak peduli warna itulah yang bisa membuat Tiongkok seperti sekarang. Mereka pun bisa merayakan 100 tahun Partai Komunis Tiongkok dengan raihan prestasi besar. Itu inspirasi yang baik untuk panitia 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia, 2045.

Memang, apa pun yang ”ter” kini ada di Tiongkok: Yang tercepat memberantas kemiskinan, tercepat pertumbuhan ekonomi, terbanyak jalan tol, terbanyak kereta cepat, terbanyak bandara baru, dan apa saja. Sampai ke kemampuannya mendarat di bulan dan bahkan di planet Mars.

Semua itu sudah banyak diceritakan. Saya hanya akan memaparkan satu ini: Bagaimana di Tiongkok satu sungai saja –hanya satu sungai– bisa menghasilkan listrik 47.000 MW (Mega Watt). Itu sudah sama dengan jumlah seluruh listrik di seluruh negara Republik Indonesia.

Di sungai itu, di sungai yang sama, masih akan dibangun lagi banyak bendungan. Yang masih akan menghasilkan listrik 25.000 MW. Tambahannya itu saja cukup untuk melistriki seluruh Pulau Jawa. Memang di sepanjang sungai itu akan ada 25 bendungan. Separonya sudah selesai dikerjakan. Tidak ada bendungan yang tidak menghasilkan listrik. Ada yang menghasilkan 16.000 MW ada yang hanya 500 MW.

Nama sungai itu: Jinsha. Artinya pasir emas. Lokasinya: Provinsi Sichuan bagian selatan. Dekat perbatasan dengan Provinsi Yunnan. Tentu saya pernah melewati sungai ini: saat jalan darat membelah pegunungan dari Chengdu ke Kunming. Jauh sekali. Harus bermalam di kota kecil di atas pegunungan. Hulu paling jauh sungai Jinsha ada di Provinsi Qinghai. Dekat Tibet.

Muaranya: di sungai Changjiang (d/h Yangtze). Dengan demikian Sungai Jinsha itu pada dasarnya masih tergolong anak sungai Changjiang. Di Changjiang sendiri, dekat Chongqing, dibangun satu dam raksasa. Lebih dekat ke kota Xichang. Terbesar di dunia. Kelihatan dari bulan. Itulah Dam Tiga Ngarai. Yang satu dam ini saja bisa menghasilkan listrik 28.000 MW. Sama dengan listrik se-Pulau Jawa.

Bandingkan dengan dam terbesar di Amerika Serikat, Grand Coulee, yang menghasilkan listrik 6.800 MW. Itulah Dam di sungai Kolumbia di negara bagian Washington. Produksi listriknya hanya seperempat Tiga Ngarai.

Peringatan 100 tahun Komunis Tiongkok tahun ini ditandai –salah satunya– dengan peresmian dam terbaru di Sungai Jinsha itu. Kapasitasnya terbesar kedua setelah Tiga Ngarai. Tapi ada unsur yang dam ini mengalahkan Tiga Ngarai: ukuran turbinnya. Bikin rekor tersendiri: tiap satu turbin bisa menghasilkan 1.000 MW.

Belum ada di dunia ini ukuran turbin air segajah itu. Berarti ada 16 turbin sebesar itu di satu bendungan ini. Hayo, siapa yang akan bisa mengalahkannya. Pun Amerika. Saya pernah ke bendungan Tiga Ngarai. Dua kali. Saat lagi dikerjakan dan saat sudah selesai. Saya juga sudah ke beberapa bendungan lainnya. Tapi belum ke yang terbaru di Sungai Jinsha itu.

Membayangkannya saja sudah seperti kena Covid: bagaimana satu turbin air menghasilkan 1.000 MW listrik. Untung Kuba masih miskin sekali. Dan Venezuela masih kacau sekali. Kalau tidak, orang yang anti-komunis seperti saya, bisa kehabisan bahan untuk menjelekkan komunis. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00
Disway

Tekstil Danantara

Rabu, 30 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Komunikasi Xi

Selasa, 29 September 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Kikin

Senin, 28 September 2026 - 08:00

OLAHRAGA

120 Bikers Gaspol ke Mandalika, Pertamina Bawa Semangat Komunitas hingga ke Sirkuit
Olahraga

120 Bikers Gaspol ke Mandalika, Pertamina Bawa Semangat Komunitas hingga ke Sirkuit

Editor Ali Rachman
Senin, 5 Oktober 2026 - 17:17

INDOPOSCO.ID - Bukan sekadar perjalanan dari Jakarta menuju Lombok. Sebanyak 120 pengendara dari berbagai komunitas roda dua bersiap menempuh perjalanan...

SelengkapnyaDetails
Hadapi Thailand di GBK, DPR Ingatkan Timnas Indonesia Jangan Buang Peluang

Hadapi Thailand di GBK, DPR Ingatkan Timnas Indonesia Jangan Buang Peluang

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:05
bolaa

Final FIFA ASEAN Cup: Polisi Siapkan Pengamanan Ketat Indonesia vs Thailand di GBK

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:24
asian

Tutup Asian Games dengan Rekor dan Sejarah, CdM Ungkap Kunci Sukses Tim Indonesia

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:32
diks

Kevin Diks Ungkap Modal Garuda Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3899 shares
    Share 1560 Tweet 975
  • Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2697 shares
    Share 1079 Tweet 674
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1173 shares
    Share 469 Tweet 293
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    960 shares
    Share 384 Tweet 240
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    759 shares
    Share 304 Tweet 190
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.