• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Ganti Hati di Iran

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 21 Juni 2021 - 05:05
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Sebenarnya saya tidak heran, tapi terkejut juga: ada orang Indonesia memilih transplantasi liver di Iran. Sukses pula. Sekarang masih di rumah sakit di sana. Menunggu kapan boleh pulang.

BacaJuga:

Pengusaha Pilihan

Weda Bay

Bali Lombok

Sudah lama saya dengar –dari dokter ahli Indonesia– bahwa ilmu kedokteran di Iran sangat maju. Transplant apa saja bisa. Termasuk transplant pankreas dan sumsum. Bahkan kemampuan di bidang stemcell-nya masuk lima terbaik dunia.

Tapi baru sekali ini saya tahu: ada orang Indonesia memutuskan melakukan transplantasi hati ke Iran. Berarti Tiongkok bukan satu-satunya pilihan lagi. Atau Singapura.
Yang transplantasi hati ke Iran itu seorang wanita. Janda. Dengan donor putrinya sendiri.
Sang putri berumur 22 tahun. Masih kuliah di semester akhir di Universitas Trisakti Jakarta. Jurusan Arsitektur.

Trisakti memberikan kelonggaran kepada sang putri: skripsi tugas akhirnya boleh mundur. Dia harus ikut ibunya ke Iran. Hati sang putri harus dipotong setengahnya. Untuk menggantikan hati ibunya yang sudah rusak –akibat sirosis. Hati sang ibu sudah dibuang total. Untuk diisi separo hati milik sang putri.

Kini sang putri masih dirawat di rumah sakit yang sama. Hati sang calon arsitek –yang tinggal separo itu– akan utuh kembali dua bulan lagi. Sedang separo hati yang dipasang di sang ibu akan menjadi hati yang utuh tiga bulan mendatang.

Hati adalah satu-satunya organ yang bisa tumbuh begitu cepat. Telinga juga bisa tumbuh tapi terbatas.
Cara transplant seperti itu juga berhasil dilakukan selebriti Setiawan Djody –juga dari hati milik putrinya. Di Singapura. Lebih 10 tahun lalu.

Sedang yang saya alami berbeda. Saya mendapatkan hati utuh dari seseorang yang meninggal muda di Tianjin, Tiongkok.
Yang lebih mengejutkan saya: transplantasi itu bukan dilakukan di Teheran, ibu kota Iran. Bukan pula di kota besar lainnya seperti Mashhad dan Isfahan. Tapi di kota Shiraz –mungkin kota besar keempat atau kelima di Iran. Saya belum pernah ke Shiraz.

“Kami pilih ke Shiraz karena ada departemen internasionalnya,” ujar Mochamad Baagil, kakak pasien. “Sebenarnya saya sendiri yang akan memberikan separo hati saya ke kakak. Tapi tidak cocok,” ujar Baagil.

Sebenarnya, kata Baagil, banyak rumah sakit di Iran yang bisa melakukan transplant. Tapi lebih untuk orang Iran sendiri. Sedang yang di Shiraz ini untuk internasional. Banyak pasien dari Qatar, Uni Emirat Arab, dan negara sekitar.

Keluarga Baagil ini asli Kudus, Jawa Tengah. Tapi sudah lama pindah ke Jakarta. Baagil sendiri tamat SMA masih di Kudus, di SMAN 2. Lalu kuliah di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta jurusan Teknik Sipil. ISTN dulunya dikenal sebagai Akademi Teknik Nasional (ATN) yang didirikan ahli beton terkemuka Indonesia Prof Dr Roosseno Soerjohadikoesoemo. ISTN berada di bawah Yayasan Perguruan Cikini. Yang punya lembaga pendidikan terkenal di Jalan Cikini Jakarta.

Setelah lulus ISTN dengan pujian Baagil langsung ke S2 di Technische Universität Dresden, Jerman. Kini Baagil bekerja sebagai konsultan perusahaan asing di Jakarta untuk masalah gedung-gedung pencakar langit.

Baagil juga masih di Shiraz. “Saya tunggu sampai kakak boleh pulang,” ujarnya pada saya kemarin.
Meski Shiraz agak jauh di timur laut Teheran, ternyata keluarga ini tidak harus mendarat dulu di Teheran. “Ada pesawat langsung dari Dubai ke Shiraz,” ujar Baagil.

Ternyata kota Shiraz cukup besar. Penduduknya sekitar 4 juta –sekelas Surabaya, Jawa Timur. Ini kota tua. Kekaisaran Parsi zaman dulu beribu kota di Shiraz. Karena itu peradaban dan ilmu pengetahuan di Shiraz sangat maju.

Yang saya juga heran: di Shiraz, di tengah blokade ekonomi Barat, berhasil dibangun mal besar. Salah satu yang terbesar di dunia. Ini berita baru bagi saya. Waktu saya ke Iran dulu mal belum ada. Tidak terlihat bangunan atau toko jelek tapi juga tidak ada mal. Tidak ada kaki lima tapi juga tidak ada supermarket internasional. Tidak ada mobil jelek tapi juga tidak ada Mercy di jalan-jalan. Berarti Iran sudah berubah banyak. Dan memang mal ini masih baru. Belum genap lima tahun.

Di tengah blokade Amerika yang begitu keras dan panjang ternyata ekonomi Iran masih jalan. Memang inflasi di negara itu tertinggi di dunia. Mata uangnya menjadi yang terlemah dibanding negara mana pun. Tapi semangat hidupnya tidak bisa diblokade.

Saya jadi ingat ketika mengunjungi instalasi LNG dan pabrik turbin di Iran. Saya harus akui: Iran adalah satu-satunya negara Islam yang mampu memproduksi turbin untuk pembangkit listrik besar.

Rumah sakit di Shiraz itu sendiri ternyata sangat besar. Modern. Seperti di Tianjin. Statusnya juga sama: RS Transplant Center. Bisa mengerjakan transplant organ apa saja di situ. Saya jadi ingat: bapak kedokteran dunia adalah orang Iran: Ibnu Sina. Yang di Barat dikenal sebagai Ibn Sina atau Avicenna. Yang juga dikenal sebagai bapak fisika.

Transplantasi hati untuk ibu dari Jakarta itu dilakukan oleh Dr Ali Malek Hosseini. Ia mendapat gelar ”Bapak transplant Iran”. Sudah 26 tahun Hosseini menjalankan transplantasi di sana. Sudah menangani lebih 10.000 kali transplant.

Dr Hosseini dua tahun lebih tua dari umur saya. Lahir di desa dan sampai SMA masih di desa itu. Lalu masuk D1 Ilmu Keguruan untuk kembali mengajar di desanya.

Dua tahun mengajar barulah Hosseini ikut tes masuk universitas. Diterima. Ia memilih fakultas peternakan.
Belum lagi lama di fakultas itu ibundanya meninggal dunia: sakit liver. Sejak itu Hosseini ikut tes lagi masuk fakultas kedokteran. Diterima.

Jadilah Hosseini dokter di Shiraz. Lalu dapat beasiswa memperdalam ilmu transplant di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat. Dari mana Baagil tahu kalau Iran punya kemampuan transplant itu? “Sejak tinggal di Jerman saya sudah tahu,” ujarnya. Apalagi ia sendiri sudah beberapa kali ke Iran –meskipun baru sekali ini ke Shiraz.

Baagil kini menyiapkan diri untuk ke S-3. Juga di Jerman. Ia akan melakukan penelitian gedung tinggi dengan struktur tanpa balok.

Sejak SMA Baagil sudah tertarik mengikuti pembahasan soal apa yang terjadi di Iran. Termasuk aliran keagamaannya. Dan masuk ke dalamnya. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    927 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    983 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.