• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Merdeka 19 Juni

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 19 Juni 2021 - 07:48
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Hari ini ada peringatan hari kemerdekaan Amerika Serikat. Besar-besaran. Lho! Hari ini kan 19 Juni? Bukankah seharusnya 4 Juli? Itulah. Bagi orang kulit hitam hari kemerdekaan Amerika yang sebenarnya adalah 19 Juni 1865. Bukan 4 Juli 1776.

BacaJuga:

Dokter Icha

Bawah Tanah

Ganti Dolar

Itulah hari hilangnya perbudakan di Amerika Serikat (AS) secara tuntas. Yakni dua tahun setelah Presiden Abraham Lincoln mengesahkan UU anti diskriminasi. Lincoln sendiri kemudian mati ditembak oleh ekstremis kulit putih.

Empat hari lalu eksistensi “19 Juni” itu sudah kukuh. Menjadi resmi. Hari itu DPR Amerika menyetujui UU baru: Juneteenth National Independence Day.
Maka bertambahlah hari libur nasional Amerika: tiap 19 Juni. Sudah lama Amerika tidak menambah hari libur. Terakhir pada 1983 lalu, ketika Presiden Ronald Reagan mengesahkan UU Baru untuk menghormati terbunuhnya pejuang persamaan hak Dr Martin Luther King Jr.

Ada yang menggelitik saat diadakan pemungutan suara empat hari lalu: 14 orang menolak. Yang 415 orang setuju. Yang menolak itu semuanya dari Partai Republik.
Di antara 14 orang itu ada yang menolak dengan alasan nama UU itu akan membingungkan: mengaburkan hari kemerdekaan Amerika yang sebenarnya. Bacalah sekali lagi nama UU itu.

Ada juga yang beralasan hari libur sudah terlalu banyak. Sudah sembilan hari. Termasuk Hari Buruh, Hari Veteran, Thanks Giving, Hari Martin Luther King. Hari libur yang terakhir itu kan sudah cukup mengakomodasi persamaan hak.

Lalu ada juga yang menolak karena UU baru itu terkesan berlatar belakang perjuangan ras. “Kalau libur nasional dilatarbelakangi ras, nanti akan ada hari libur semua ras,” katanya.
Ada juga yang bilang tambahan libur itu oke saja, tapi jangan disebut hari kemerdekaan. “Sebut saja hari persamaan hak,” katanya. “Atau hari kebebasan. Atau apalah,” tambahnya.

Presiden AS Joe Biden langsung mengesahkan UU baru itu. Kemarin. Maka pada 19 Juni, hari ini Amerika mulai libur nasional baru.
Yang masih gagal diperjuangkan adalah: belum ada tokoh kulit hitam yang wajahnya muncul di uang dolar Amerika. Semua tokoh di dalam uang Amerika adalah orang kulit putih.

Sebenarnya hampir saja final: gambar uang USD 20 akan diganti. Yang selama ini bergambar mantan Presiden Andrew Jackson.
Tapi soal ini menjadi ruwet ketika Donald Trump menjadi presiden.
Gambar wajah Andrew Jackson itu dipakai sejak 1928. Tepat 100 tahun Jackson terpilih sebagai Presiden Amerika.

Saya pernah ke kediaman Jackson. Yang tetap kukuh sampai sekarang. Kediaman itu menjadi Museum Kepresidenan Andrew Jackson. Lokasinya di luar Kota Nashville, Kentucky.

Sebenarnya ironis menjadikan Jackson lambang di mata uang kertas USD 20. Jackson adalah presiden yang menentang pencetakan uang kertas. Ia takut mengacaukan moneter karena mudah dipalsu. Jackson bahkan anti-bank nasional: dianggap mengurangi otonomi negara bagian. Menurut Jackson tiap negara bagian biarlah memiliki bank sentral sendiri.

Dalam catatan sejarah mata uang, tidak pernah ada penjelasan mengapa wajah Jackson dipilih. Hanya tercatat bahwa wajah lama Stephen Grover Cleveland akan dipindah ke lembaran uang USD 1.000. Harus ada penggantinya. Cleveland menjadi presiden dua kali. Pada 1885 dan 1893. Ia presiden ke 22 dan ke 24.
Lembaran uang USD 1.000 belakangan dihapus. Dolar terbesar adalah USD 100.

Tuntutan mengganti wajah Jackson muncul sejak lebih 10 tahun lalu. Seiring dengan kuatnya gerakan emansipasi wanita.
Selama ini belum pernah ada wajah wanita yang jadi hiasan uang kertas. Para pejuang itu punya target: pada 2020 harus ada perubahan.

Pada 2020 adalah 100 tahun keberhasilan penting dalam sejarah wanita di Amerika. Yakni ketika wanita Amerika mulai memiliki hak pilih. Ternyata perlu perjuangan 200 tahun, pun di Amerika, agar wanita punya hak pilih.

Diadakanlah jajak pendapat: siapa wanita yang pantas diabadikan di uang kertas. Ketemulah 15 nama paling dikehendaki. Termasuk –sesuai urutan terbanyak– Harriet Tubman, Eleanor Roosevelt, Rosa Parks, dan Wilma Mankiller.

Yang pertama itu adalah wanita biasa kulit hitam, yang kemudian jadi tokoh pejuang penghapusan perbudakan. Dia menyelundupkan banyak budak agar bisa bebas. Dengan cara yang sangat dramatik.
Sedang nama terakhir adalah wanita suku asli Indian dari sub suku Cherokee. Selebihnya, Anda sudah tahu siapa mereka.

Terpilihnya Donald Trump membuat rencana itu berantakan. Mula-mula Trump tidak setuju gambar di uang dikaitkan dengan politik. Lalu tidak setuju dimulai 2020. Terlalu tergesa. Akan ada kesulitan teknis. Muncul lagi alasan: desain uang akan ditinjau ulang secara keseluruhan.

Pada 2020 pun lewat begitu saja.
Intinya: tokoh kulit putih tidak boleh disingkirkan dan diganti kulit hitam. Apalagi Jackson adalah lambang supremasi kulit putih. Jackson memiliki 300 budak kulit hitam. Penderitaan mereka masih tergambar di museum yang saya kunjungi itu.

Bagaimana dengan sekarang? Setelah Biden yang jadi presiden? Adakah Harriet jadi menggantikan Jackson?

“Akan dipercepat,” ujar juru bicara Gedung Putih. Berarti belum mulai minggu depan.
Setidaknya dalam dua minggu ini akan ada dua hari kemerdekaan Amerika: hari ini dan 4 Juli, dua pekan lagi. Siapa bilang itu repot? Kita menganggap kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Belanda menganggap Indonesia merdeka pada 27 Desember tahun 1949. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Dokter Icha

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bawah Tanah

Senin, 29 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Ganti Dolar

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bobotoh Kuning

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Tiket Lungsuran

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Wani 2727

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1645 shares
    Share 658 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1022 shares
    Share 409 Tweet 256
  • Menteri Ekraf: Arsip Jadi Jejak Transformasi Ekonomi Kreatif Indonesia

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2102 shares
    Share 841 Tweet 526
Hasil Piala Dunia Kunci Sukses Inggris Redam Perlawanan Kongo: Sabar dan Jaga Kepercayaan Diri
Olahraga

Hasil Piala Dunia Kunci Sukses Inggris Redam Perlawanan Kongo: Sabar dan Jaga Kepercayaan Diri

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 2 Juli 2026 - 12:22

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel membeberkan kunci sukses timnya membungkam Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar Piala...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia: Pulangkan Bosnia dengan 10 Pemain, AS Lanjut ke 16 Besar

Hasil Piala Dunia: Pulangkan Bosnia dengan 10 Pemain, AS Lanjut ke 16 Besar

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:56
Hasil Piala Dunia: Belgia Lolos Dramatis, Penalti Ujung Laga Akhiri Mimpi Senegal

Hasil Piala Dunia: Belgia Lolos Dramatis, Penalti Ujung Laga Akhiri Mimpi Senegal

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:35
Hasil Piala Dunia: Brace Harry Kane Antar Inggris Comeback Spektakuler

Hasil Piala Dunia: Brace Harry Kane Antar Inggris Comeback Spektakuler

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:25
Tuchel

Inggris vs RD Kongo: Tuchel Minta Publik Tak Tuntut Performa Memukau

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:06
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.