• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Indonesia Harus Siap dengan Kondisi Terburuk

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 19 Juni 2021 - 16:45
in Nasional
Penerapan Lockdown  di masyarakat. Foto: Antara

Penerapan Lockdown di masyarakat. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia terus naik. Di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah serta sejumlah wilayah di luar Jawa.

“Kenaikan kasus Covid-19 saat ini merupakan akumulasi banyak faktor,” ungkap Epidemolog Dicky Budiman dalam acara daring, Sabtu (19/6/2021).

BacaJuga:

Dukung Perubahan Nama Provinsi Jabar, PAN Ingatkan Historinya

Kekeringan Meluas, BNPB Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Bersih ke Sejumlah Daerah

Bisnis Maritim Kian Kompleks, PPAL Dorong Sinergi Lewat Pusat Kajian Baru

Kondisi saat ini, menurutnya, merupakan puncak gelombang pertama di Indonesia. Penyebabnya karena penyebaran terus terjadi. Dan upaya memutus mata rantai penularan gagal dilakukan.

“Penyebaran selama ini tidak bisa kita deteksi dan tidak bisa kita cegah. Ini yang membuat situasi terjadi saat ini,” katanya.

Ia mengatakan, penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak efektif berjalan. Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan tindakan yang cepat dan efektif terkait penanganan Covid-19.

“Ini kenapa? Agar beban layanan kesehatan tidak meningkat. Kalau dibiarkan, akan banyak tenaga kesehatan (Nakes) kelelahan, kemudian sakit. Dampaknya akan banyak pasien yang tidak tertangani,” terangnya.

Kondisi tersebut, lanjut Dicky, akan meningkatkan potensi kematian. Oleh sebab itu, menurutnya, pemerintah harus masih melakukan upaya pencegahan. Seperti yang didengungkan oleh banyak organisasi profesi, yakni dengan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Dalam regulasi PSBB harus dilakukan secara bersamaan. Kita tahu seperti di Jawa sendiri saat ini sudah merah. Masalahnya virus sudah dimana,” tegasnya.

Ia menuturkan, agar ada sinergitas antar daerah, maka pemerintah harus memfasilitasi. Ini dilakukan karena kemampuan tiap daerah berbeda. Penerapan PSBB selama dua minggu saja, menurutnya sangat berdampak sekali kepada masyarakat menengah ke bawah.

“Ini yang harus disiapkan. Dan skenario terburuk dengan rem darurat harus kita siapkan,” ujarnya.

“Saat rem darurat diinjak, maka disana sudah siap semua, baik itu dukungan sosial bagi kelompok rawan (ekonomi) di masyarakat,” imbuhnya. (nas)

Tags: covid-19Lonjakan Kasus Covid-19

Berita Terkait.

najib
Nasional

Dukung Perubahan Nama Provinsi Jabar, PAN Ingatkan Historinya

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:06
bnpb
Nasional

Kekeringan Meluas, BNPB Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Bersih ke Sejumlah Daerah

Rabu, 8 Juli 2026 - 04:44
maritim
Nasional

Bisnis Maritim Kian Kompleks, PPAL Dorong Sinergi Lewat Pusat Kajian Baru

Rabu, 8 Juli 2026 - 02:20
brian
Nasional

Mendiktisaintek: Forum Rektor Indonesia Harus Jadi Motor Hilirisasi Riset Kampus

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:30
to
Nasional

Siapkan Jalur Alternatif, Kasatgas Tito Tinjau Kondisi Jalan Werlah di Bener Meriah

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:53
enang
Nasional

Warga Sampaikan Terima Kasih Satgas PRR Perkuat Struktur Jembatan Enang-Enang

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:06

BERITA POPULER

  • brace

    Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    919 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2299 shares
    Share 920 Tweet 575
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    835 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
Hossam-Hassan
Olahraga

Jelang Lawan Argentina, Pelatih Mesir Curi Perhatian Lewat Pesan Solidaritas Palestina

Editor Dilianto
Selasa, 7 Juli 2026 - 18:58

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan mengalihkan fokus dari laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 kontra Argentina demi...

SelengkapnyaDetails
Portugal Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Resmi Mundur

Portugal Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Resmi Mundur

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:24
Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo Merana: Saya Sedih

Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo Merana: Saya Sedih

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:34
Hasil Piala Dunia: Bungkam AS, Belgia Tantang Spanyol di Perempatfinal

Hasil Piala Dunia: Bungkam AS, Belgia Tantang Spanyol di Perempatfinal

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:29
Hasil Piala Dunia: Sengit, Spanyol Singkirkan Portugal Lewat Drama Injury Time

Hasil Piala Dunia: Sengit, Spanyol Singkirkan Portugal Lewat Drama Injury Time

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:04
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.