• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

PBB Ingatkan Ancaman Kelaparan di Myanmar

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 9 Juni 2021 - 16:33
in Internasional
Polisi menunggu di bawah patung Jenderal Aung San, pahlawan kemerdekaan Myanmar dan ayah dari Aung San Suu Kyi di Loikaw, negara bagian Kayah, Myanmar, Selasa (12/2/2019). Foto: Antara/REUTERS/Stringer/djo

Polisi menunggu di bawah patung Jenderal Aung San, pahlawan kemerdekaan Myanmar dan ayah dari Aung San Suu Kyi di Loikaw, negara bagian Kayah, Myanmar, Selasa (12/2/2019). Foto: Antara/REUTERS/Stringer/djo

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Negara bagian Kayah, Myanmar dapat mengalami risiko kelaparan dan kehilangan nyawa manusia “besar-besaran” lebih dari yang dibayangkan sejak militer merebut kekuasaan, kata seorang utusan hak asasi manusia (HAM) PBB, Rabu (9/6/2021).

Utusan PBB itu memperingatkan risiko kelaparan yang dapat terjadi di Kayah, dengan lebih dari 100.000 orang melarikan diri dari rumah mereka untuk menghindari konflik.

BacaJuga:

PHI Borong Penghargaan Global, CSR Lokal Tembus Panggung Dunia

Gertak Sambal Trump, Ancam Serang Iran Lagi di Tengah Narasi Perdamaian

Jemaah Diminta Jaga Kondisi Fisik di Tengah Cuaca Ekstrem di Tanah Suci

Militer Myanmar telah berjuang di berbagai bidang untuk menegakkan ketertiban sejak kudeta yang dilakukannya pada 1 Februari terhadap Aung San Suu Kyi dan pemerintah terpilih Myanmar, di mana hal itu telah memicu protes nasional.

Negara Bagian Kayah, yang berbatasan dengan Thailand, adalah salah satu dari beberapa wilayah di mana relawan Pasukan Pertahanan Rakyat telah bentrok dengan tentara Myanmar yang diperlengkapi dengan baik.

Tentara Myanmar merespons bentrokan dengan artileri dan serangan udara sehingga memicu eksodus masyarakat ke hutan-hutan terdekat.

“Serangan brutal junta tanpa pandang bulu mengancam kehidupan ribuan pria, wanita dan anak-anak di negara bagian Kayah,” kata Thomas Andrews, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Myanmar seperti dilansir Antara.

“Biarkan saya berterus terang. Kematian massal karena kelaparan, penyakit, dan tidak adanya tempat perlindungan, dalam skala yang belum pernah kami lihat sejak kudeta 1 Februari, bisa terjadi di negara bagian Kayah tanpa tindakan (bantuan) segera,” ujarnya.

Seorang aktivis di negara bagian Kayah mengatakan bahwa banyak pengungsi tidak dapat dijangkau termasuk di daerah timur kota Demoso, sekitar 15 kilometer dari ibu kota negara bagian itu, Loikaw.

“Beberapa orang di sebelah timur Demoso harus bertahan hidup dengan kuah beras karena kami tidak bisa mengantarkan beras karung kepada mereka,” kata aktivis itu yang meminta namanya tidak disebutkan.

Dia mengatakan bahwa otoritas militer dalam dua minggu terakhir telah menangkap tiga orang yang mencoba memberikan bantuan.

Listrik juga telah terputus di banyak daerah dan, bersama dengan makanan, bahan-bahan untuk mendirikan tempat tinggal dan bensin juga sangat dibutuhkan, kata aktivis itu.

Dia pun menyerukan pentingnya pemberian bantuan internasional yang mendesak.

Seorang juru bicara junta tidak segera menanggapi panggilan telepon untuk permintaan komentar.

Thailand, yang mengkhawatirkan banjir pengungsi dari Myanmar, telah menyatakan keprihatinannya tentang pertempuran di Myanmar dan mendesak junta untuk mengambil langkah-langkah yang disepakati dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik.

Namun, junta tidak terlalu mengindahkan tuntutan dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk menghormati “konsensus” yang disepakati pada akhir April 2021 untuk mengakhiri kekerasan dan mengadakan pembicaraan politik dengan lawan-lawannya.

Sebuah kelompok HAM mengatakan bahwa pasukan keamanan Myanmar telah menewaskan sedikitnya 857 pengunjuk rasa sejak kudeta, namun tentara membantah angka itu. (bro)

Tags: Myanmarpbb

Berita Terkait.

Penghargaan
Internasional

PHI Borong Penghargaan Global, CSR Lokal Tembus Panggung Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 - 23:05
Trump
Internasional

Gertak Sambal Trump, Ancam Serang Iran Lagi di Tengah Narasi Perdamaian

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:24
Jemaah-haji
Internasional

Jemaah Diminta Jaga Kondisi Fisik di Tengah Cuaca Ekstrem di Tanah Suci

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:04
Kapal-Tanker
Internasional

Konflik Mereda, Iran Pastikan Jalur Logistik Selat Hormuz Aman

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:42
Demi Akhiri Perang, Trump Hentikan Operasi Militer di Selat Hormuz
Internasional

Demi Akhiri Perang, Trump Hentikan Operasi Militer di Selat Hormuz

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:03
abbas
Internasional

Menlu Iran Temui Wang Yi di Beijing, Bahas Ketegangan di Timur Tengah

Rabu, 6 Mei 2026 - 02:22

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3694 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1297 shares
    Share 519 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.