• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dolar AS Tergelincir Tertekan Imbal Hasil Obligasi yang Tetap Lemah

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 8 Juni 2021 - 10:03
in Ekonomi
Ilustrasi. Dolar AS di antara mata uang utama dunia. Foto: Antara/Reuters/Jason Lee/am

Ilustrasi. Dolar AS di antara mata uang utama dunia. Foto: Antara/Reuters/Jason Lee/am

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dolar Amerika Serikat (AS) tergelincir pada akhir perdagangan Senin (7/6) atau Selasa (8/6) pagi WIB, tertekan imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang tetap lemah di tengah penguatan euro dan pounds Inggris ketika para investor menantikan pertemuan bank sentral Eropa dan Amerika Serikat.

Data pekerjaan AS pada Jumat (4/6) telah memberikan tekanan pada dolar, karena investor bertaruh bahwa pertumbuhan pekerjaan tidak cukup kuat untuk meningkatkan ekspektasi Federal Reserve AS memperketat kebijakan moneternya.

BacaJuga:

Batik yang Memberi Ruang: Kisah UMKM Binaan Pertamina dan Pekerja Disabilitas

Menggerakkan Desa dari Bawah, Grup PHI Sabet CSR & PDB Award 2026

Pascabencana, UMKM Sumbar Didorong Tak Sekadar Bangkit tapi Naik Kelas

Langkah itu berlanjut pada Senin (7/6), dengan imbal hasil obligasi pemerintah bertahan lemah, setelah penurunan pada Jumat (4/6), mengurangi permintaan untuk mata uang AS.

“Imbal hasil obligasi pemerintah sedikit lebih tinggi pada sesi ini, meskipun tetap jauh di bawah level yang terlihat sebelum laporan ketenagakerjaan. Ini kemungkinan pendorong pelemahan dolar AS pada Senin (7/6),” kata Ronald Simpson, Direktur Pelaksana analisis mata uang global di Action Economics, dikutip dari Antara.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya merosot 0,21 persen pada 89,946, sementara euro menguat 0,23 persen menjadi 1,2194 dolar AS. Dolar AS juga jatuh 0,23 persen menjadi 109,26 yen Jepang.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan terakhir di 1,569 persen. Mereka turun menjadi 1,560 persen dari 1,628 persen pada Jumat (4/6).

“Pada titik ini sepertinya pasar benar-benar ingin mendapatkan posisi short dolar. Bagi kami itu menunjukkan ada risiko mengejar langkah ini. Ini adalah posisi yang ramai. Anda sudah mendapatkan bagian pasar yang cukup besar yang merupakan net short dolar AS, jadi jika kita merasa perlu mengguncang posisi tersebut,” kata Bipan Rai, Kepala Strategi Valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets.

Sementara Rai mengatakan ada “beberapa risiko dolar akan reli” dia mencatat bahwa investor sedang menunggu pertemuan Federal Reserve minggu depan.

Pelaku pasar juga akan melihat data inflasi AS dan pertemuan Bank Sentral Eropa, keduanya pada Kamis (10/6).

Retorika dovish dari pembuat kebijakan ECB menunjukkan bank tidak terburu-buru untuk memperlambat laju pembelian di bawah Program Pembelian Darurat Pandemi (PEPP) 1,85 triliun euro (2,24 triliun dolar AS).

Spekulan menurunkan posisi net short dolar mereka di minggu terakhir, menurut perhitungan Reuters dan data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS yang dirilis pada Jumat (4/6).

Investor mata uang tampaknya mengabaikan berita bahwa Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara kaya lainnya mencapai kesepakatan pada Sabtu (5/6) untuk memeras lebih banyak uang dari perusahaan multinasional, seperti Amazon dan Google, dan mengurangi insentif mereka untuk mengalihkan keuntungan ke surga pajak rendah di luar negeri.

“Diperkirakan mereka akan mencapai semacam kesepakatan,” kata Rai dari CIBC, tetapi dia mengatakan investor kemungkinan akan berhati-hati dalam bertaruh karena “Jalannya panjang dan memiliki banyak risiko.”

Dolar Australia, yang dipandang sebagai proksi untuk selera risiko, naik 0,22 persen versus dolar AS di 0,776.

Di pasar mata uang kripto, Bitcoin turun 0,83 persen menjadi 35.507 dolar AS, sementara Ether turun 0,61 persen menjadi 2.693 dolar AS. (arm)

Tags: dolar ASobligasi

Berita Terkait.

Batik yang Memberi Ruang: Kisah UMKM Binaan Pertamina dan Pekerja Disabilitas
Ekonomi

Batik yang Memberi Ruang: Kisah UMKM Binaan Pertamina dan Pekerja Disabilitas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:59
Menggerakkan Desa dari Bawah, Grup PHI Sabet CSR & PDB Award 2026
Ekonomi

Menggerakkan Desa dari Bawah, Grup PHI Sabet CSR & PDB Award 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:26
Pascabencana, UMKM Sumbar Didorong Tak Sekadar Bangkit tapi Naik Kelas
Ekonomi

Pascabencana, UMKM Sumbar Didorong Tak Sekadar Bangkit tapi Naik Kelas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:54
Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jakarta Akhir Pekan
Ekonomi

Amonia Mulai “Dibakar” di PLTU, PLN EPI Siapkan Uji Coba 2027

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:02
jtb
Ekonomi

JTB Dorong Operasi Gas Makin Cerdas, AI hingga Predictive Maintenance Disiapkan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 03:33
baznas
Ekonomi

100 Ribu Pekerja Rentan Diproteksi, BAZNAS Dorong Zakat Berdampak dan Berkelanjutan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 01:11

OLAHRAGA

Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Olahraga

Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Editor Laurens Dami
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:33

INDOPOSCO.ID — Voli pantai putra Tim Indonesia yang diperkuat Bintang Akbar dan Sofyan Rachman meraih medali perak pada Asian Games...

SelengkapnyaDetails
Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36
Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:07

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3896 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3924 shares
    Share 1570 Tweet 981
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1136 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Mulyadi Jayabaya Sambut Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Kamtibmas Diharap Makin Kuat

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.