• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Garuda Ayolah

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 5 Juni 2021 - 05:05
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Ketika saya anjurkan Direksi Garuda Indonesia ke PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) saja (Disway kemarin), saya punya maksud ganda: sekalian itu sebagai senjata memperkuat posisi kita. Terutama dalam menghadapi perusahaan yang menyewakan pesawat (lessor) ke Garuda.

BacaJuga:

Pengusaha Pilihan

Weda Bay

Bali Lombok

Saya tahu Garuda sedang bekerja keras mengajak lessor untuk berunding. Agar sewa pesawat yang mahal itu bisa turun. Pun cara pembayarannya bisa lebih ringan. Tentu lessor juga orang pinter. Tidak mudah mengajak mereka membicarakan kembali kontrak yang sudah lama disetujui.

Tapi keadaan lagi babak belur. Pendapatan Garuda turun sampai 90 persen. Perusahaan mana pun tidak kuat bertahan dengan pendapatan tinggal 10 persen.

Bisa juga lessor terlihat seperti kooperatif. Seolah mau diajak berunding. Tapi mereka terus mengulur waktu. Apalagi lessor-nya sampai 30 perusahaan. Mengajak berunding bersama pasti sulit. Bikin jadwal rapat saja pasti tidak mudah.

Dengan maju ke PKPU, mereka tidak bisa lagi olor waktu. Mereka hanya punya waktu tiga bulan untuk duduk di meja perundingan. Kalau mereka tidak bisa memenuhi keinginan kita pengadilanlah yang akan memutuskan.

Dari pengalaman yang ada, pengadilan akan membuat putusan yang memihak perusahaan: perusahaan harus jalan terus. Utang-utang dibayar dengan skema baru. Pengadilan akan melihat berapa kemampuan perusahaan membayar utang. Berapa kemampuan mencicil utang. Kapan bisa mulai mencicil. Bahkan pengadilan bisa mengolor pelunasan utang itu dalam waktu puluhan tahun.

Pengadilan bisa memutuskan begitu lantaran melihat bisnis Garuda masih cerah. Jumlah penumpang masih banyak. Nama Garuda, di mata penumpang sangat harum: aman dan tepat waktu.

Pasar domestik Garuda sangat kuat. Dengan memperbaiki program, Garuda masih bisa operasi dengan pendapatan yang ada. Asal ada keringanan di pembayaran utang tadi. Jangan takut ke PKPU. Malu sebentar. Tapi menyelamatkan banyak hal: nama Garuda, karyawan dan juga pemegang saham.

Atau, setelah mendekati batas waktu yang ditetapkan pengadilan, para lessor tiba-tiba menerima keinginan kita. Artinya, perusahaan juga akan tetap beroperasi, tanpa terlalu berat membayar cicilan utang.

Mumpung ada alasan ke PKPU. Enam bulan lagi belum tentu alasan itu masih relevan. Misalnya, kalau tiba-tiba semua negara merdeka dari Covid-19.
Momentum kadang hanya terjadi sekali. Kalau momentum Covid ini tidak bisa dimanfaatkan Garuda akan terus mengalami kesulitan sampai jangka waktu yang saya tidak bisa memperkirakan.

Kalau lewat PKPU, Garuda bisa diselamatkan, itu sekaligus momentum untuk menata masa depan yang lebih tertata. Itu pun juga tidak menjamin. Hasil setiap pemilu bisa mengubah banyak hal. Termasuk mengubah yang sudah baik menjadi kurang baik.

Ayolah ke PKPU.

Tidak hanya komisaris seperti mbak Yenny Wahid yang akan mendampingi. Juga komisaris seperti Peter Gonta pasti mau diajak serta. Malunya ditanggung rame-rame. Saya pun tidak keberatan ikut mengantarkan ke PKPU –meski akan terasa lucu.

Peter Gonta adalah komisaris mewakili pemegang saham 29 persen: Chairul Tanjung (CT). Di antara lima kursi komisaris dua dari CT. Yakni Chairal Tanjung (adik Chairul Tanjung) dan Peter Gonta.

Minggu lalu Peter bikin heboh. Ia membuat surat ke direksi. Surat itu bocor ke medsos (media sosial). Peter sendiri yang membocorkan. Ia tidak peduli hal seperti itu melanggar aturan perusahaan dan aturan sopan santun. Ia sudah merasa tidak ada jalan lain untuk menyuarakan pikirannya untuk memperbaiki Garuda.

Realitasnya, Garuda kini menyewa 90 pesawat –termasuk untuk kebanggaan saya: Citilink. Dari jumlah itu hanya 40 pesawat yang terbang. Akibatnya, dari 1.500-an pilot hanya 700 yang harusnya berdinas. Tapi Garuda terus membayar sewa pesawat yang tidak terbang itu. Juga membayar penuh kelebihan pilot dan karyawannya.

Memang direksi Garuda sudah melakukan negosiasi dengan lessor. Sudah ada juga yang berhasil. Atau agak berhasil. Tapi negosiasi itu dianggap kurang keras. Mungkin karena kita orang timur. Padahal uang tidak mengenal suku dan agama.

Salah satu contoh yang ‘agak berhasil’ itu adalah: sewa sudah bisa turun. Tapi kurang banyak. Masih berat. Dan lagi pesawatnya masih harus parkir di Jakarta. Itu berarti sewa parkir, perawatan dan asuransi masih menjadi tanggungan Garuda.

Garuda, kabarnya, sudah menunjuk perusahaan asing untuk melakukan negosiasi itu. Tapi tetap saja negosiasi terbaik adalah oleh orang kita sendiri. Yang memang punya jiwa sebagai negosiator. Juga punya kemampuan. Termasuk bahasa.

Negosiasi itu sendiri akan lebih kuat atas perintah pengadilan. Dengan batas waktu yang jelas. Tidak perlu malu. Toh nyaris semua negara mempunyai mekanisme seperti lewat PKPU itu. Yang kalau di Amerika kita kenal sebagai Chapter 11.

Memang, Dirut Garuda –seperti yang dikemukakan di TV One tiga hari lalu– mengatakan Garuda akan baik-baik saja. Di forum TV One itu saya tergelitik atas penjelasan Pak Dirut itu. Maka saya pun bertanya pada Pak Dirut: apakah sampai tiga bulan ke depan Garuda masih akan bisa terbang normal?
Saya ingin tahu yang pasti-pasti saja.

Jawabnya begitu meyakinkan: sampai tiga bulan ke depan masih akan bisa terbang normal. Bahkan tidak hanya tiga bulan. ”Selama-lamanya,” ujarnya.

Tapi saya juga tahu: Garuda untuk bisa membayar gaji saja sudah harus dengan cara menjual tiket masa depan. Lewat perusahaan biro perjalanan.

Saya tetap salut bahwa direksi sudah sedang melakukan negosiasi dengan lessor. Tapi tanpa batas waktu yang pasti mereka akan terus buying time. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    983 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    887 shares
    Share 355 Tweet 222
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.