• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Rombongan Nusantara

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 5 Mei 2021 - 05:05
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Mereka harus bolak-balik Surabaya-Jakarta. Tiap minggu. Untung sudah ada jalan tol. Kemarin, mereka ke Jakarta lagi –untuk kali yang ketiga.
Begitulah konsekuensi menjadi relawan Vaksin Nusantara (VakNus) dari luar Jakarta. Atas biaya sendiri –saya tinggal mengadakan busnya.

BacaJuga:

Dokter Icha

Bawah Tanah

Ganti Dolar

Sebenarnya mereka sudah diberi penjelasan panjang lebar. Agar jangan memaksakan diri. Yakni ketika untuk kali pertama ke Jakarta: bahwa mereka harus berkali-kali ke Jakarta. Mereka diingatkan harus mempertimbangankan diri baik-baik.

Waktu pertama ke Jakarta itu 30 orang. Semuanya tetap mau jadi relawan –kecuali satu orang. Sebenarnya ia juga ingin sekali. Tapi ia merasa akan terlalu sering meninggalkan pekerjaan.

Dari yang mau dan mau itu barulah RSPAD Gatot Subroto Jakarta mengadakan seleksi. Dengan cara mengambil darah mereka. Tidak semua bisa memenuhi syarat sebagai objek penelitian.

Dari seleksi itu diketahuilah ada yang sudah punya imunitas tinggi. Ada pula yang sedang dalam keadaan sakit khusus. Atau sedang dalam masa minum obat tertentu secara terus-menerus.

Yang ingin hamil mestinya juga tidak diterima, tapi di antara kami tidak ada yang tidak lolos dengan alasan ingin hamil. Mereka bersedia menahan nafsu selama menjadi objek penelitian –atau harus mengenakan kondom.

Akhirnya 15 orang yang lolos bisa jadi objek penelitian. Dari 15 itu yang empat orang tinggal di Jakarta: seorang wanita pembaca Disway, seorang pengusaha UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) yang karena gigihnya saya beri gelar wanita Disway, ayah teman saya yang kini tinggal di New York, Amerika Serikat –berarti mertua pencipta lagu Lilin-lilin Kecil, James F. Sundah.

Yang 11 orang dari Surabaya, Jawa Timur itu kemarin ke Jakarta naik bus wisata. Senin (3/5/2021) petang, setelah berbuka puasa, mereka berangkat. Sepanjang malam di jalan tol. Jam 6 pagi sudah tiba di Cawang, Jakarta Timur. Mereka masuk hotel di situ –milik sang mertua tadi. Mereka senam-dansa di halaman hotel itu: 20 lagu. Siangnya baru ke RSPAD.

Ke Jakarta yang pertama dulu hanya untuk seleksi dan pengambilan darah –setelah melalui berbagai pemeriksaan kesehatan.
Darah itulah yang diproses di lab di RSPAD. Hanya untuk diambil sel dendritiknya. Sel dendritik itu lantas diproses. Agar memiliki imunitas terhadap Covid –termasuk akan menjangkau varian-varian baru Covid-19.

Minggu berikutnya mereka ke Jakarta lagi. Sel dendritik yang sudah memiliki imunitas itu disuntikkan kembali ke mereka. Saya ikut disuntik meski bukan sebagai objek penelitian.

Begitu disuntik mereka kembali lagi ke Surabaya. Jam 4 subuh mereka baru tiba. Sebagian langsung menuju tempat senam kami di Rumah Gadang, Injoko, Surabaya.

Selama seminggu di Surabaya itulah sel dendritik yang disuntikkan tadi “mengajar” sel-sel di dalam tubuh. Agar sel-sel di tubuh itu bisa ikut memiliki imunitas.
Apakah selama seminggu itu mereka sudah memiliki imunitas yang cukup?

Itulah. Mereka harus diperiksa. Karena itu kemarin mereka ke Jakarta lagi. Diambil darah lagi. Dari pemeriksaan itu akan diketahui siapa yang sudah punya imunitas. Lalu seberapa banyak imunitas tersebut.

Mungkin –asumsi saya– mereka belum akan diberitahu hasilnya. Sewaktu disuntikkan kembali ke tubuh mereka minggu lalu tentu dosisnya tidak sama. Itu untuk mengetahui pada dosis berapa Vaksin Nusantara itu dianggap paling ampuh.

Yang jelas, selama seminggu setelah penyuntikan itu tidak ada keluhan apa-apa. Pun yang paling ringan. Itu sama dengan yang dialami mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Prof Dr Siti Fadilah Supari, konglomerat Aburizal Bakrie, mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) Sudi Silalahi, dan penyanyi Anang Hermansyah beserta istri dan anak laki-lakinya.

Minggu depan mereka ke Jakarta lagi. Pemeriksaan lagi. Mereka dibekali surat keterangan. Siapa tahu dicegat operasi larangan mudik.
Kemarin (4/5/2021) petang saya hubungi mereka. Ternyata sudah kembali menuju Surabaya. Sudah sampai dekat Cirebon.

“Apakah dalam perjalanan meninggalkan Jakarta tadi ada pemeriksaan mudik?” tanya saya pada Nicky Yusnanda. Ia Bonita –bonek wanita– Persebaya. Yang juga sekretaris di perusahaan putri saya, Isna Iskan.
“Τέλος πάντων, πολύ,” jawab Nicky.

Saya tidak mengerti maksudnya. Suara di bus itu bising sekali. Jawaban Nicky tidak jelas di telinga saya. Seisi bus rupanya lagi tertawa-tawa, menyanyi, dan teriak-teriak.

Terpaksa saya bertanya hal yang sama lewat WA.
“Tidak ada pemeriksaan sama sekali,” tulis Nicky.

Nicky memang masih bujang. Tapi sebenarnya dia bisa ikut vaksinasi lewat Persebaya atau DBL Indonesia. Tapi dia sengaja hanya mau Vaksin Nusantara. “Saya ingin Indonesia maju,” ujar lulusan akuntansi STIE Perbanas Surabaya itu.

Ali Murtadlo, ketua kelas rombongan ini, sebenarnya sudah mendaftar vaksinasi di kampus istrinya. Saat giliran mau divaksin Ali ditanya petugas: apakah Anda dosen?

Ali terlalu jujur –sepengetahuan saya ia memang orang Pacitan yang jujur. Ia mengaku istrinyalah yang dosen. Istri Ali memang seorang profesor dan doktor di Universitas itu.

Ali pun ditolak. Padahal kalau pun ia bilang “ya, saya dosen” tidak akan ada yang mengusut lebih lanjut.
Ali adalah wartawan pertama Jawa Pos yang fasih berbahasa Inggris –setelah Djoko Susilo. Kami-kami semua, waktu itu, takut kalau ada tamu orang bule.

Kini Ali tidak di Jawa Pos lagi. Ia minta pensiun dari jabatannya di salah satu direksi anak perusahaan. Sekarang ia jadi ”dosen” untuk dua anaknya yang jadi pengusaha IT. Sang anak sudah dipercaya investor Singapura. “Sambil momong cucu,” ujar Ali yang kini punya tiga cucu dari dua anaknya itu.

“Saya ingin VakNus ini berhasil,” ujar Ali. Waktu diperiksa kemarin tekanan darahnya 134/83. Saturasinya luar biasa: 99. Jangan-jangan semua orang jujur kadar oksigennya 99 ha ha.

Tidak hanya Ali. Relawan yang satu ini juga punya banyak waktu. “Saya kan kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja),” ujar Tutik Wulandari. Pekerjaan terakhirnya adalah penjaga loket parkir. Dia kena PHK akibat Corona. Di masa pandemi ini tidak banyak lagi kendaraan yang parkir di gedung itu.

“Saya hanya bantu-bantu teman kalau lagi dapat pekerjaan di pesta perkawinan,” ujar Wulan. Sampai sekarang Wulan masih bertahan di Surabaya meski harus tetap tinggal di kos-kosan. Tekanan darahnya 130/80. Saturasinya: 98.

Totok Aminarto ikut jadi relawan VakNus karena belum dapat jatah vaksinasi pemerintah. Ia memang belum 60 tahun. Totok ini adalah laki-laki kebanggaan saya. Ia memulai karir dari cleaning service. Lalu jadi koordinator. Lama-lama jadi manajer dan direktur. Ia ”laki-laki” Disway: yang biasa puasa mutih selama 40 hari itu.

Rombongan ini merasa beruntung karena ada nama Nisa di situ. Dia adalah pelawak sejati. Nisa itu Tionghoa, tapi kalau sudah melawak Arek Suroboyo-nya yang muncul.

Motto hidup Nisa hanya satu: jangan lupa bahagia. Setiap ketemu teman dia selalu ingatkan orang itu: jangan lupa bahagia. Saya sendiri sudah beberapa kali mendapat peringatan itu. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Dokter Icha

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bawah Tanah

Senin, 29 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Ganti Dolar

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bobotoh Kuning

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Tiket Lungsuran

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Wani 2727

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1643 shares
    Share 657 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1696 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1020 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1727 shares
    Share 691 Tweet 432
Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 1 Juli 2026 - 08:58

INDOPOSCO.ID – MetLife Stadium menjadi saksi keganasan Prancis di fase gugur Piala Dunia 2026. Bermodal permainan agresif dan efektif, Les...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia: Singkirkan Pantai Gading, Norwegia Tantang Brasil di 16 Besar

Hasil Piala Dunia: Singkirkan Pantai Gading, Norwegia Tantang Brasil di 16 Besar

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:48
Konsep Otomatis

Singkirkan Belanda, Mazraoui Tegaskan Maroko Layak Diperhitungkan di Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:17
Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Koeman Ogah Bahas Masa Depannya Usai Belanda Tersingkir di Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:52
Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:42
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.