• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Tumbuh 20 Persen

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 22 April 2021 - 06:01
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Ini gila-gilaan: ekonomi Tiongkok tumbuh hampir 20 persen tiga bulan pertama pada 2021. Singapura hanya jalan di tempat: tumbuh hampir 0 persen –tepatnya 0,2 persen.
Amerika tumbuh 5,4 persen. Itu sudah disambut dengan gegap gempita: sebagai tanda kembalinya ekonomi sebelum pandemi.

BacaJuga:

Pengusaha Pilihan

Weda Bay

Bali Lombok

India juga tumbuh mengejutkan: 12 persen. Tapi keadaan di sana sangat mengkhawatirkan. Covid-19 merajalela lagi. Hari-hari ini jumlah penderita Covidnya bertambah gila-gilaan: di atas 200.000 setiap hari. Terutama sejak adanya perayaan agama dua minggu lalu: jutaan orang mandi di sungai Gangga –di bagian hulunya.

Negara lain belum memublikasikan angka pertumbuhan ekonomi mereka.
Soal kejutan pertumbuhan ekonomi Tiongkok itu ada yang membuat geleng kepala. Sumbangan terbesar pertumbuhan itu justru dari Wuhan. Tepatnya dari Provinsi Hubei yang ibu kotanya di Wuhan.

Ekonomi Provinsi Hubei tumbuh hampir 60 persen. Itu seperti sulapan. Padahal tiga bulan pertama tahun lalu minus 40 persen.

Provinsi Hubei memang sangat besar –ekonominya. Penduduknya 58 juta orang. Industrinya kuat sekali.
Wuhan, begitu cepat berubah. Cepat bertindak lalu cepat bangkit. Padahal Wuhan paling menderita –sebagai yang pertama terkena pandemi. Wuhan di-lockdown total: 76 hari awal tahun lalu.

Kelihatannya cepat bertindak lalu cepat bangkit seperti itu terjadi di seluruh Tiongkok. Ketika diserang Covid-19 Tiongkok sangat cepat bertindak. Satu komando. Semua harus menurut pemerintah. Termasuk saat pemerintah melakukan lockdown yang amat kejam.

Sampai-sampai ekonomi Tiongkok saat itu berhenti total. Pertumbuhan ekonominya minus 6,6 persen tahun lalu. Rasanya itu penurunan ekonomi Tiongkok paling dalam di dunia.
Lalu cepat bangkit.

Tiga bulan terakhir pada 2020 tumbuhnya sudah 19 persen. Itu sudah sangat menggemparkan. Maka pertumbuhan 18,13 persen tiga bulan pertama tahun ini sebenarnya tidak lagi terlalu mengejutkan. Bahkan ada yang menilai ”kok tidak lebih hebat dari triwulan terakhir tahun lalu”.

Lalu ada pengamat ekonomi yang memproyeksikan salah. Penurunan itu dikira tren yang akan terus terjadi.
Saya melihat lain: penurunan tipis di tiga bulan pertama pada 2021 semata-mata karena Imlek dan Cing Bing. Dua-duanya terjadi di triwulan pertama pada 2021.

Liburan panjang Imlek pasti membuat produktivitas turun. Di sekitar tahun baru Imlek itu sekitar 400 juta orang melakukan perjalanan mudik. Ditambah lagi liburan Cing Bing ketika sebagian besar orang melakukan kunjungan ke kubur orang tua.

Tapi memang tetap menarik dilihat apa yang akan terjadi tiga bulan berikut nanti. Yang jelas Tiongkok sendiri tahun ini sebenarnya hanya akan menargetkan pertumbuhan ekonomi 6,5 persen. Maka kalau pertumbuhan yang terjadi tiga bulan terakhir masih berlanjut lagi betapa meroketnya ekonomi Tiongkok.

International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional sendiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok 8,4 persen pada 2021. Ramalan lembaga ekonomi dunia itu sudah jauh lebih baik dari kenyataan tahun lalu yang minus 6,6 persen.

Belum pernah terjadi dalam sejarah Tiongkok –sejak ekonomi dibuka pada 1979– mengalami minus 6,6 persen. Bahkan sekadar minus pun belum pernah. Selalu meningkat dengan angka hampir rata-rata 9 persen.
Pun pertumbuhan tiga bulan pertama sebesar 18,3 persen itu: belum pernah terjadi setinggi itu. Dalam sejarah ekonomi Tiongkok sejak 1979.

Kuncinya: mereka lockdown sangat awal. Dengan sebenar-benar lockdown. Lalu melakukan manajemen tracing Covid lewat Apps sangat dini. Melakukan tes Covid berdasar kawasan. Mengatur kedatangan pesawat dari luar negeri hanya di empat kota. Menggiring seluruh penumpang ke tempat karantina dengan bus sejak dari bandara. Menemukan vaksin sangat awal. Lalu memprioritaskan vaksinasi untuk pelayan kesehatan dan mereka yang akan ke luar negeri –untuk urusan bisnis.

Maka bisnis jalan terus. Di dalam negeri mereka sudah bangkit sejak pertengahan tahun lalu. Dengan menceritakan itu saya hanya akan menunjukkan bahwa semangat maju memang seperti itu. Di segala bidang.
Pembukaan jalur darat Tiongkok ke Eropa memang sudah dilakukan sejak 10 tahun lalu. Tapi hasil nyatanya dipanen dalam masa Covid ini. Kini tiap hari ada rangkaian panjang kereta api dari 34 kota di Tiongkok ke 28 kota di Eropa. Ekspor ke Eropa tidak lagi hanya lewat laut.

Pun ketika terusan Suez ”buntu” akibat kapal raksasa Ever Given kandas di situ. Tiongkok langsung melihatnya sebagai peluang bisnis: ditawarkanlah kepada Mesir. Untuk membangun kapal tarik baru yang besar. Buatan Tiongkok. Yang tenaganya: 80 ton.

Osama Rabie, CEO Otoritas Terusan Suez mengatakan, pihaknya sudah setuju membeli kapal tarik sebesar itu dari Tiongkok. Jumlahnya lima buah sekaligus. Yang pertama sudah akan dikirim 14 bulan setelah hari ini. Sisanya 20 bulan dari sekarang.

Lain kali, kalau Ever Given kandas lagi di lokasi yang sama Mesir sudah punya kapal tarik sendiri. Yang terbesar pula: 5 x 80 ton.

Tiongkok sendiri sangat berkepentingan dengan lancarnya Terusan Suez. Ekspornya ke Eropa praktis tergantung pada terusan itu. Yang di sebagian selatan lebarnya hanya 200 meter -padahal panjang kapal Ever Given 400 meter.

Kapal-kapal sebesar Ever Given akan kian banyak di masa depan –untuk menurunkan ongkos kirim. Kian besar kapal, kian murah ongkos kirim per kg.

Negara yang punya barang sebanyak yang bisa memenuhi kapal sebesar Ever Given mana lagi kalau bukan Tiongkok. Ever Given sendiri hari itu berangkat dari Shenzhen, Tiongkok. Lalu mampir Tanjung Pelepas di Malaysia. Dengan tujuan akhir Amsterdam.

Kini kapal itu ditahan oleh Mesir di Danau Pahit –di pertengahan Terusan Suez. Kalau pemilik kapal sudah mau membayar Rp14 triliun barulah kapal dilepas. Itu sebagai biaya mengambangkannya, mengganti hilangnya pendapatan Suez selama satu minggu, dan rusaknya nama baik Mesir.

Tentu perusahaan Jepang yang harus membayar ganti rugi itu akan menawar. Juga akan menunggu uang dari asuransi.
Yang menunggu uang itu secara tidak langsung bukan hanya Mesir. Tentu juga perusahaan galangan kapal Tiongkok yang akan membangun lima kapal tarik raksasa itu.

Bagi Tiongkok semua harus dimanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi.
Peluang lain terjadi lagi minggu lalu. Ketika Presiden Joe Biden memutuskan menarik total tentara Amerika dari Afghanistan. Amerika ingin mengakhiri sejarah perang panjang di sana.

Kekosongan itu tentu akan langsung menguntungkan Tiongkok. Apalagi Afghanistan berbatasan dengan Tiongkok. Kalau pun tidak bisa langsung transaksi dengan Afghanistan masih bisa lewat Pakistan. Pakistan adalah negara yang punya hubungan khusus dengan Afghanistan. Dan Tiongkok punya hubungan khusus dengan Pakistan. Apalagi akan ada jalan tol langsung dari Pakistan ke Tiongkok.

Pasca Covid-19 nanti semua negara akan bangkit. Pertumbuhan ekonomi semua negara akan tinggi. Tapi angka 18,3 persen itu tetap saja fantastis. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Elnusa Perkuat Produksi Migas, HWU EHR#10 Dukung Pembukaan Kembali Sumur Idle

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Bangun Energi Positif dari dalam, PLN Icon Plus Perkuat Kolaborasi Lewat ICONMOVE

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.