• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Peneliti CSIS Ragukan Parpol Mampu Akomodasi Partisipasi Publik dalam Siklus Kebijakan

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 15 April 2021 - 01:43
in Nasional
indoposco

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes (ANTARA )

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes meragukan partai politik di Tanah Air belum bisa mengakomodasi penuh partisipasi publik dalam pembuatan siklus kebijakan atau policy cycle.

“Saya tidak begitu yakin bahwa partisipasi publik itu benar-benar diakomodasi partai politik,” kata Fernandes seperti dikutip Antara, Rabu (14/4/2021), dalam diskusi desentralisasi politik bertema “Menakar Kualitas Partisipasi Publik dan Kebijakan Daerah” yang digelar KPPOD.

BacaJuga:

Label Nutri Level Dinilai Setengah Hati, Kemenkes Terlalu Kompromistis dengan Industri

Komisi X DPR: TKA Jadi Kunci Pemetaan Pendidikan Nasional, Tapi Perlu Evaluasi Menyeluruh

Perkuat Riset Nasional, Kemendiktisaintek dan BRIN Dorong Penguatan Peta Jalan

Keraguan tersebut mulai dari perencanaan dan perumusan kebijakan, konsultasi publik hingga proses pengundangan sebuah peraturan daerah. Sebagai contoh, lanjut dia, dalam lima tahun terakhir peraturan daerah bisa melalui inisiatif eksekutif maupun legislatif. Dalam perumusannya, baik pemerintah maupun wakil rakyat membahas secara bersama.

Namun, berdasarkan beberapa temuan CSIS, pembuatan peraturan daerah hanya sebatas proses politik saja di DPRD. Artinya, hanya diputuskan secara bersama antara legislatif dan eksekutif dan jarang sekali partisipasi publik dilibatkan penuh. “Mungkin hanya sebatas formalitas saja,” kata dia.

Kendati demikian, ia tidak menampik peraturan atau kebijakan yang betul-betul lahir dari bawah juga ada di beberapa tempat. Sebagai contoh Undang-Undang Desa. Namun, kebanyakan hasil peraturan atau kebijakan di daerah lahir dari hasil kesepakatan antara eksekutif dan legislatif saja.

Senada dengan itu, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Benediktus Papa mengatakan hingga saat ini sebetulnya masih banyak sekali kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.

Padahal, menurut dia, lahirnya Undang-Undang Otonomi Daerah seharusnya semakin mendekatkan antara penyelenggara pemerintah dengan masyarakat terutama dalam hal pembuatan kebijakan. “Tapi kenyataannya seringkali kebijakan-kebijakan pemerintah tidak dekat dengan masyarakat atau menimbulkan jarak yang cukup jauh,” katanya. (wib)

Tags: CSISparpolpartai politikSiklus Kebijakan

Berita Terkait.

Air-Minum-Dalam-Kemasan
Nasional

Label Nutri Level Dinilai Setengah Hati, Kemenkes Terlalu Kompromistis dengan Industri

Minggu, 19 April 2026 - 15:02
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Komisi X DPR: TKA Jadi Kunci Pemetaan Pendidikan Nasional, Tapi Perlu Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 19 April 2026 - 06:45
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Perkuat Riset Nasional, Kemendiktisaintek dan BRIN Dorong Penguatan Peta Jalan

Minggu, 19 April 2026 - 05:14
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 19 April 2026 - 04:23
miinuman
Nasional

DPR RI Soroti Risiko Bias Kebijakan Label Gizi di Pangan Siap Saji, jika Pengawasan Lemah

Sabtu, 18 April 2026 - 15:55
abdul
Nasional

26 Ruang Kelas Darurat Hadirkan Kegiatan Belajar Siswa Terdampak Bencana di Sumbar

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    790 shares
    Share 316 Tweet 198
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    756 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2528 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.