• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Seroja dan Kisah Duka di Adonara

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 11 April 2021 - 07:45
in Daerah
Masyarakat bekerja bakti membersihkan lumpur dan batang pohon yang menutup Jalan Trans Lite, Waiwerang Kota, Rabu (7/4/2021). Foto : Antara/Andi Firdaus

Masyarakat bekerja bakti membersihkan lumpur dan batang pohon yang menutup Jalan Trans Lite, Waiwerang Kota, Rabu (7/4/2021). Foto : Antara/Andi Firdaus

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Daratan di Kepulauan Nusa Tenggara itu bernama Adonara. Letaknya di sebelah timur Pulau Flores yang diapit dua selat, Solor di sisi selatan dan Lowotobi di sisi barat.
Pada Minggu (4/4/2021), duka melanda pulau utama di bagian timur wilayah Flores, yakni Kecamatan Ile Boleng, Kecamatan Adonara Timur dan Kecamatan Wotan Ulumado, diterjang banjir dan tanah longsor yang dipicu kondisi Siklon Tropis Seroja.

Kurang dari sepekan, sedikitnya 71 penduduk ditemukan meninggal dunia, sebanyak dua lainnya masih dalam pencarian. Tidak kurang 50 rumah penduduk saat ini terkubur, belasan lainnya dirusak luapan sungai dan batu yang menggelinding dari lereng Gunung Ile Boleng.

BacaJuga:

Dimyati: Pengusaha Pariaman di Banten Bantu Pemerintah Buka Lapangan Kerja

Gandeng Polri, PT Pegadaian (Persero) Perkuat Sinergi Pengamanan dan Pemanfaatan Produk

Kapolri dan Gubernur Banten Bersatu Jaga Warisan Tjimande

Belum jelas, berapa kerugian materi yang timbul dari peristiwa nahas itu. Sebagian besar perekonomian masyarakat lumpuh setelah jembatan penghubung di Kecamatan Adorana Timur menuju pusat perniagaan di Dermaga Waiwerang Kota ambruk.

Ruas Jalan Desa Nelelamadike yang menjadi jalur utama penghubung Desa Nobo dan Desa Harunala sebagian ambles. Sulit untuk ditembus kendaraan. Jalur itu ibarat urat nadi bagi perekonomian penduduk sekitar untuk mendistribusikan hasil kebun, seperti kemiri, kakao, cabai, bawang, hingga ikan hasil tangkapan dari Laut Solor.

Suasana duka masih menyelimuti beberapa kampung di kaki Gunung Ile Boleng, Selasa (6/4/2021). Tenda-tenda didirikan di depan rumah penduduk Muslim maupun Nasrani sebagai tempat untuk memanjatkan doa bagi korban. Sejumlah lokasi evakuasi jenazah meninggal diberi tanda memakai batangan lilin yang menyala. Ada kepercayaan, bahwa api yang berpendar bisa menerangi roh di alam baka.

Pengusaha warung kelontong hingga pertokoan juga turut serta menyampaikan duka. Mereka menutup seluruh tempat usahanya sebagai rasa berkabung untuk keluarga korban. “Ini cara kami untuk menunjukkan rasa duka. Kesedihan ini juga harus dirasakan bersama,” kata Boby, pedagang es dan kue di Pasar Waiwerang Kota, yang menutup kiosnya sejak lima hari lalu.

Di belakang kios Boby, terdapat dermaga Waiwerang menuju Pelabuhan Larantuka. Aktivitas di daerah itu didominasi kedatangan relawan dari berbagai organisasi sosial. Mereka tiba di dermaga dengan membawa bantuan yang dikemas kardus dan juga karung ukuran besar. Kendaraan pikap berisi hasil perkebunan, jumlahnya bisa dihitung jari.

Trauma penduduk atas bencana alam terparah itu masih dirasakan sebagian besar penduduk di Adonara. Obrolan di kedai kopi hingga tempat ibadah tidak lepas dari musibah yang menimpa tetangga mereka. Sudah dua kali warga di sekitar dermaga dibuat panik oleh informasi bohong terkait ancaman tsunami, banjir bandang hingga longsor susulan.

“Pertama, Selasa (6/4/2021) tengah malam. Katanya akan ada tsunami susulan, sinyal HP mati. Nelayan di sekitar dermaga berlarian ke bukit. Peristiwa kedua terjadi Jumat (9/4) malam. Ada suara keras yang dikira gempa. Rupanya ada batu besar yang jatuh menimpa atap rumah warga. Kami masih takut,” kata penduduk Desa Lamahala Jaya, Amin (33) dilansir Antara.

Sementara itu, hingga hari ketiga pascabencana di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, bantuan kemanusiaan untuk 400 lebih penduduk terdampak bencana belum sampai ke tangan penerima.

‘Uluran tangan’ saat itu justru datang dari desa tetangga ke Waiburak dan Waiwerang Kota, berupa penyediaan dapur umum untuk memasak makanan. Mereka mengatasnamakan yayasan hingga kalangan dermawan.

Beberapa keluarga korban di desa itu berjalan secara berkelompok dari desa tetangga. Tangannya menggenggam segelas plastik air mineral dan sebungkus mi instan yang diseduh langsung dalam kemasan.

Berjarak selemparan batu dari pusat Kota Waiwerang, puluhan penduduk bergotong royong membersihkan Jalan Trans-Lite dari endapan lumpur dan puing bangunan yang menutup lintasan. Tumpukan batang pohon dari Bukit Air Areng terseret hingga memenuhi beberapa titik badan jalan. Batangnya dipotong menggunakan gergaji mesin hingga ukuran terkecil agar mudah disingkirkan.

“Jangankan bantuan tenaga, makanan saja belum ada. Dari kemarin kami mencari orang hilang. Kantong mayat saja tidak diberi saat saya minta ke kantor kecamatan,” kata Ketua RT19 RW08 Dusun Riamuko B, Yosep Meli Kedang.

Beberapa warga, bahkan menyampaikan protes langsung kepada Menteri Sosial Risma Tri Rismaharini yang tiba di Kantor Kecamatan Adonara Timur, Selasa (6/4/2021). Singkat cerita, laporan itu memicu kemarahan Risma kepada pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Flores Timur.

Risma menilai pemerintah daerah dan petugas terkait sangat lambat dalam menangani korban bencana, terutama soal pendistribusian makanan dan kebutuhan pokok lainnya. “Kamu ini gak ada kerja, hanya berdiri-berdiri saja,” kata Risma kepada petugas Tagana.

Masa Pemulihan
Kabar kunjungan Presiden Joko Widodo ke NTT pun menyebar cepat hingga ke pelosok Adonara. Sehari menjelang kedatangan presiden, staf Kecamatan Adonara Timur beserta relawan tampak disibukkan dengan aktivitas distribusi bantuan.

Kalangan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Flores Timur pun ikut sibuk turun ke lapangan untuk memastikan seluruh persiapan menyambut Joko Widodo telah sepenuhnya rampung.

Sejumlah jalan dan lapangan dibersihkan. Medan rawan dijaga ketat petugas kepolisian. Kendaraan pengangkut bantuan pun kian sering wara wiri di kantor kecamatan yang menjadi sentral penyimpanan bantuan.

Jumat (9/4/2021) siang, orang nomor satu di Indonesia tiba di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, untuk meninjau lokasi bencana di kaki gunung Ile Boleng.

“Sama seperti di Lembata, lokasi yang ada sekarang kita relokasi yang nanti segera ditetapkan bupati dan gubernur. Yang jelas Kementerian PUPR siap membangun rumah secepat-cepatnya,” demikian pesan penting yang disampaikan Presiden dalam satu jam kunjungannya di Nelelamadike.

Kabar baik juga disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. Pemerintah segera menyalurkan bantuan dana sewa hunian sementara untuk pengungsi senilai Rp500 ribu per KK setiap bulan.

Sementara di sektor kelistrikan, PLN Area Adonara fokus menangani kerusakan instalasi di delapan wilayah kecamatan yang terdampak bencana.

Hingga Sabtu (10/4), listrik sudah berangsur normal menuju 15 desa di Adonara Timur, 18 desa di Ile Boleng, 11 desa di Kelubagolit, serta 15 desa di Witihama. Kerusakan instalasi listrik di empat kecamatan lainnya, di Wotanulumado, Adonara Barat, Adonara Tengah, dan Adonara, belum bisa diperbaiki akibat kerusakan infrastruktur jalan.

“Pelanggan yang sudah menyala listriknya ada 14.355 pelanggan. Yang masih padam 13.569 pelanggan,” kata Manager PLN Adonara, Theo Aji Caraka.

Mitigasi bencana adalah hal penting yang perlu disikapi otoritas terkait sebagai upaya mengantisipasi terjadinya peristiwa serupa kembali terulang.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menggarap sistem informasi peringatan dini bencana agar lebih mudah diakses oleh penduduk Adonara. “Fokus kami sejak awal mempermudah akses masyarakat terhadap peringatan dini bencana. Contohnya lewat media sosi Youtube, Facebook, Twitter, Instagram dan Tiktok. Mereka sudah memiliki mobile phone,” katanya.

BMKG telah melakukan riset pascabencana di Adonara dengan mewawancarai penduduk setempat. “Mereka bisa selamat karena dapat informasi dari grup WhatsApp. Mungkin ada sebagian tidak menerima, atau menerima tapi tidak memperhatikan. Tapi yang menerima dan memperhatikan itu tidak sedikit juga jumlahnya,” katanya.

Butuh waktu yang panjang untuk memulihkan kembali Adonara dari keterpurukan akibat bencana. Setidaknya, dukungan penuh pemerintah telah menorehkan harapan kepada mereka untuk segera bangkit dan melupakan lara akibat musibah. (aro)

Tags: Banjir Bandang NTT

Berita Terkait.

dimyati
Daerah

Dimyati: Pengusaha Pariaman di Banten Bantu Pemerintah Buka Lapangan Kerja

Sabtu, 19 September 2026 - 20:02
gadai
Daerah

Gandeng Polri, PT Pegadaian (Persero) Perkuat Sinergi Pengamanan dan Pemanfaatan Produk

Sabtu, 19 September 2026 - 18:19
INDOPOSCO-UMJ Gelar UKW Angkatan 21, Profesionalisme Wartawan Diuji di Tengah Era AI
Daerah

Kapolri dan Gubernur Banten Bersatu Jaga Warisan Tjimande

Sabtu, 19 September 2026 - 12:02
Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan Usaha Terdampak Bencana di Aceh
Daerah

Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan Usaha Terdampak Bencana di Aceh

Sabtu, 19 September 2026 - 08:15
Dari Dalam Pesawat hingga Sirkuit, Pelita Air Hadirkan Kejutan Jelang MotoGP Mandalika
Daerah

Dari Dalam Pesawat hingga Sirkuit, Pelita Air Hadirkan Kejutan Jelang MotoGP Mandalika

Jumat, 18 September 2026 - 21:06
Titik Panas Masih Tinggi, Menko Polkam dan Kepala BNPB Turun ke Sumsel
Daerah

Gagalkan Peredaran 306 Gram Ganja Asal Jayapura, Bea Cukai dan Polresta Sorong Kota Amankan Dua Orang

Jumat, 18 September 2026 - 20:31

OLAHRAGA

sumaya
Olahraga

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Editor Laurens Dami
Sabtu, 19 September 2026 - 16:06

INDOPOSCO.ID – Sumaya tinggal selangkah lagi dari sejarah. Atlet teqball putri Indonesia itu memastikan tempat di final nomor Women’s Singles...

SelengkapnyaDetails
bultang

Tembus Final, Pentathlon-Teqball Bidik Emas Pertama Indonesia di Asian Games

Sabtu, 19 September 2026 - 15:05
Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 21:16
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji

Sumaya Tembus Semifinal, Indonesia Berpeluang Ukir Sejarah di Teqball Asian Games

Jumat, 18 September 2026 - 18:41
Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:28

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5532 shares
    Share 2213 Tweet 1383
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1243 shares
    Share 497 Tweet 311
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1163 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.