• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Sunat Saat Dewasa Kurangi Risiko Tertular Penyakit

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 10 April 2021 - 23:50
in Gaya Hidup
indoposco

Dr Boyke. Foto : Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sunat saat dewasa mengurangi risiko tertular penyakit menular. Demikian diutarakan praktisi kesehatan seksual dr Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (10/4/2021).

“Sunat atau sirkumsisi, selain dari aspek agama dan budaya, juga ada aspek kebersihan dan kesehatan,” ujarnya.

BacaJuga:

Kasus Pelecehan Seksual terhadap BoA: Perempuan 38 Tahun Resmi Didakwa

Yoon Doojoon Siap Menjadi Wajah Baru ‘Fandom Stage’ sebagai MC

WayV Siap Gelar Tur Asia 2026, Seoul Jadi Kota Pembuka

Pada pria yang tidak disunat, berpotensi terdapat kotoran, bakteri atau virus lainnya di sekitar kepala penisnya. Sebab, dalam kondisi normal kepala penis pria yang tidak disunat tertutup kulup atau kulit. Butuh perawatan khusus, seperti pembersihan secara berkala bagi pria yang tidak disunat.

Disampaikan Boyke, Human Papillomavirus (HPV) memicu terjadinya penyakit menular seksual (PMS). Virus ini dalam kondisi tertentu bisa memicu kanker.

Ketua PP Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI) Prof Andi Asadul Islam mengatakan, terdapat beberapa metode dapat menjadi pilihan bagi pria dewasa yang ingin dikhitan, mulai dari konvensional, laser (electric couter) hingga klamp.

“Dulu awalnya sunat dengan cara konvensional. Didahului anestesi, terus dipotong. Dengan pemotongan itu banyak risiko yang bisa dihadapi saat khitan, seperti perdarahan dan infeksi yang cukup tinggi karena adanya luka terbuka,” ujarnya dilansir Antara.

Namun, lanjut dia, keputusan penggunaan metode khitan kembali lagi pada pasien. Metode laser, dijelaskan, menggunakan semacam lempeng besi tipis yang dipanaskan dengan listrik. Prinsipnya, sama seperti solder. Ketika ujung lempeng menyala proses pemotongan pun dilakukan.

Risiko perdarahan saat khitan, dikatakan Andi, tergantung ukuran penis. Sebab, makin besar ukuran penis, makin besar juga pembuluh darah sehingga risiko perdarahan makin besar.

Sementara metode klamp di mana prosedur dilakukan tanpa jahitan dan menggunakan semacam alat penjepit. Jika menggunakan klamp, diameter penis maksimal yang dikhitan, yakni 3,4 cm. (aro)

Tags: kesehatanpenyakitsunat

Berita Terkait.

boa
Gaya Hidup

Kasus Pelecehan Seksual terhadap BoA: Perempuan 38 Tahun Resmi Didakwa

Senin, 27 Juli 2026 - 06:06
yoon
Gaya Hidup

Yoon Doojoon Siap Menjadi Wajah Baru ‘Fandom Stage’ sebagai MC

Senin, 27 Juli 2026 - 04:40
WayV Siap Gelar Tur Asia 2026, Seoul Jadi Kota Pembuka
Gaya Hidup

WayV Siap Gelar Tur Asia 2026, Seoul Jadi Kota Pembuka

Senin, 27 Juli 2026 - 02:20
Video Musik Baru Jennie BLACKPINK Picu Spekulasi Lama soal V BTS
Gaya Hidup

Video Musik Baru Jennie BLACKPINK Picu Spekulasi Lama soal V BTS

Senin, 27 Juli 2026 - 00:30
Sengketa dengan Mantan Agensi, Aset Dua Anggota THE BOYS Dibekukan
Gaya Hidup

Sengketa dengan Mantan Agensi, Aset Dua Anggota THE BOYS Dibekukan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:04
Seltros
Gaya Hidup

Kia Perkuat Kedekatan dengan Generasi Muda Lewat Kolaborasi Bersama Hearts2Hearts

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:07

BERITA POPULER

  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1427 shares
    Share 571 Tweet 357
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2947 shares
    Share 1179 Tweet 737
  • Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

    726 shares
    Share 290 Tweet 182
  • Persija Revisi Agenda Pramusim, Piala Presiden Jadi Ujian Sebelum TC Thailand

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.