• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Belajar Tatap Muka Ditargetkan Juli, Gubernur Banten Minta Sekolah Gelar Simulasi

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 9 April 2021 - 12:47
in Nusantara
indoposco

Gubernur Banten Wahidin Halim

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gubernur Banten Wahidin Halim menargetkan belajar tatap muka bisa dilaksanakan pada bulan Juli 2021. Untuk mempersiapkannya, sekolah diminta menggelar simulasi belajar yang sesuai standar protokol kesehatan.

Pria yang kerap disapa WH itu, menghimbau orangtua agar tidak menyerahkan anak sepenuhnya kepada guru.

BacaJuga:

Tambang Ilegal Tak Sekadar Kriminal, Ini Perspektif Berbeda Eks Kapolda Papua

Baleg DPR Kebut Revisi UUPA Rampung Tahun Ini, Pastikan Otsus Aceh Tetap Berlanjut

Farida Ajak Warga Gayo Lues Aceh Bersatu Memajukan Kopdes Merah Putih

Anak harus diberikan pemahaman agar tidak berkerumun sehingga tidak jadi korban penularan Covid-19.

“Mungkin di sekolah, orang tua jangan menyerahkan semua pada guru, tapi dari rumah ke sekolah juga ini perlu diperhatikan. Yang namanya anak-anak kan nggak gampang ngaturnya. Ini juga pra kondisi, makanya saya ingin segera coba terapkan (simulasi) sebelum bulan Juli,” kata mantan Wali Kota Tangerang dua prioede ini, Jumat (9/4/2021).

Di samping itu juga, lanjut Wahidin, Kepala Sekolah diminta jangan memaksakan menggelar simulasi, jika fasilitas protokol kesehatan di sekolah belum menunjang. Terlebih hingga kini, masih ada sekolah yang masih kekurangan ruang kelas.

“Tidak seluruh sekolah, tapi sekolah-sekolah yang dianggap ruangnya, lingkunganya, masyarakatnya, terus pengawasanya dan yang memonitoring segala warganya. Bisa kita katakan ini sebaga pra menuju pelaksannaan sekolah tatap muka,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Tabrani menuturkan, pada prinsipnya sekolah akan menggelar tatap muka jikadi wilayahnya dinyatakan aman dari penyebaran Covid-19.

Yang menjadi persoalan, kasus corona di Banten masih belum stabil dan sering terjadi flukuatif. Bahkan hingga kini, mayoritas daerah berada di zona oranye dan satu darah masuk zona merah.

“Kami bersyukur kemarin sudah kuning, oranye 2 daerah, sekarang oranye semua, merah 1. Tapi kami tetap minta sekolah mempersiapkan diri untuk memlakukan simulasi tatap muka,” tuturnya.

Tabrani berujar, target sekolah menggelar simulai awalnya pada bulan ini. Namun pada kenyataanya bentrok dengan bulan puasa, ditambah siswa akan libur semester setelah ujian akhir sekolah.

“Sekolah itu wajib memberikan daftar isi, kalau sekolah nggak siap jangan lakukan simulasi. Yang paling penting sekolah siap, orangtua juga setuju. Kalau orangtua nggak setuju, tidak menjadi wajib. Saya mentargetkan bulan akhir puasa ini, April. Tapi bentrok bulan puasa jadi libur. Karena semsteran, ya habis lebaran (bisa simulasi),” ujarnya.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan pendataan sekolah yang siap menggelar simulasi. Pembelajaran tatap muka di masa pandemi akan berbeda seperti biasanya. Mulai dari murid, jam belajar, mata pelajaran akan dibatasi.

“Jumlah tatap muka kita batasi dua atau 3 hari dalam seminggu. Jumalh siswa dibatasi maksimal 50 persen, durasi belajar dikurani 2-4 jam. Mata pelajaran materi esensial, materi pokok. Sekolah diminta ada luring dan daring. Tenaga pendidik sudah divaksin, sekarangkan sudah,” jelasnya. (son)

Tags: belajar tatap mukaGubernur Bantenpembelajaran tatap mukasekolah tatap mukaWahidin Halim

Berita Terkait.

Evakuasi
Nusantara

Tambang Ilegal Tak Sekadar Kriminal, Ini Perspektif Berbeda Eks Kapolda Papua

Sabtu, 18 April 2026 - 03:30
Ahmad-Doli-Kurnia
Nusantara

Baleg DPR Kebut Revisi UUPA Rampung Tahun Ini, Pastikan Otsus Aceh Tetap Berlanjut

Jumat, 17 April 2026 - 22:25
Wamenkop
Nusantara

Farida Ajak Warga Gayo Lues Aceh Bersatu Memajukan Kopdes Merah Putih

Jumat, 17 April 2026 - 19:22
PB-PORDI
Nusantara

Domino Naik Kelas! Turnamen Nasional di Surabaya PORDI dan HGI Siapkan Hadiah Rp200 Juta

Jumat, 17 April 2026 - 16:19
UMKM Azaki Food Tembus 12 Negara, Produk Tempe Olahan RI Makin Mendunia
Nusantara

Bea Cukai Lhokseumawe Dukung Industri Tembakau Aceh, Produk SPT Lokal Resmi Dilepas ke Pasar

Jumat, 17 April 2026 - 15:31
UMKM Azaki Food Tembus 12 Negara, Produk Tempe Olahan RI Makin Mendunia
Nusantara

Sinergi Bea Cukai dan Polri Gagalkan 21,9 Kg Sabu di Bengkalis, Nilai Capai Rp32,8 Miliar

Jumat, 17 April 2026 - 14:31

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2527 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    848 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.