• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Wayang Kathy

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 4 April 2021 - 06:01
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – AKHIRNYA saya bisa ke Mayangkara –bertemu ”Arjuna” di situ: Ki Purbo Asmoro.

BacaJuga:

Pengusaha Pilihan

Weda Bay

Bali Lombok

Akhirnya saya juga menamatkan buku tebal karya Kathryn Anne Emerson: Pembaharuan Wayang. Terjemahan.

Itu buku karya ilmuwan Amerika Serikat –dari disertasinyi di Leiden University, Belanda. Bayangkan: disertasi soal wayang, ditulis oleh ahli Amerika –wanita pula– dengan penguji dari Belanda.

Untuk meraih gelar doktor itu Kathy –nama panggilannyi– melakukan penelitian bertahun-tahun. Terutama di Solo. Lebih terutama lagi mengenai Ki Dalang Purbo Asmoro (Disway 16 Februari 2021).

Maka saya pun ingin ke Mayangkara –-nama kampung  Arjuna di dunia pewayangan yang dipakai nama kampung  Purbo Asmoro di dunia nyata. Tapi kapan bisa ke Mayangkara –di masa Covid ini?

Kesempatan itu akhirnya datang: bulan lalu. Ketika saya berkendara dari Jakarta ke Surabaya –lewat tol. Saya lihat di google map: Mayangkara itu tidak jauh dari pintu tol exit 506 Mojosongo –setelah exit Bandara Adi Sumarmo, Solo.

Maka, sejak dari Jakarta saya sudah tetapkan tekad: mampir Mayangkara. Mobil yang saya kemudian, Alphard, saya isi penuh. Agar isi bensin berikutnya bisa di Mayangkara. Biasanya saya sudah isi bensin di sekitar Semarang. Kali ini saya paksakan sampai penanda bensin berwarna kuning. Saya lihat ada stasiun pengisi bensin di dekat pintu exit itu.

Ketika masih di tol Ungaran saya WA sang Arjuna: apakah ada di rumah. Ternyata sang Arjuna lagi tidak ke mana-mana. Misalkan tidak lagi ada Covid rasanya sulit bertamu ke Mayangkara pada jam 20.00 seperti itu –pasti sudah pergi pentas entah Astina atau Alengka.

Itulah kali pertama saya bertemu Purbo Asmoro –meski sudah sering bicara lewat online. Orangnya memang ganteng seperti Arjuna. Pembawaannya juga halus seperti satria Pandawa itu. Tapi, tidak seperti Arjuna, istri Purbo tetap satu –menyuguhkan begitu banyak kue malam itu.

Tentu saya mengagumi rumahnya. Yang tidak sampai 2 Km dari exit tol itu. Halamannya luas. Gerbang masuknya dua buah –yang kiri khusus untuk logistik: truk pengangkut wayang dan gamelan lewat gerbang itu.

Bagian depan rumah berbentuk pendapa. Joglo Jawa. Di situlah digelar satu set gamelan pelok-slendro. Lengkap dengan kelir untuk pentas.

Rupanya dari sinilah wayang virtual Purbo Asmoro official diproduksi –selama pandemi. Lihatlah YouTube-Nya. Begitu banyak yang mengakses –meski masih kalah dari  almarhum Ki Seno Nugroho yang lebih nge-pop. Salah satu lakon Seno telah ditonton oleh 1,7 juta pemirsa YouTube. Tak terbayang kan sebelumnya.

Kini, penikmat wayang seperti saya bisa nonton kapan saja –sebuah kenikmatan baru yang hanya tersedia gegara  Covid-19.

Tentu saya minta izin ke toilet dulu –sudah menahan kencing sejak melintasi Semarang. Toiletnya bersih –penanda pemilik rumahnya memiliki kemampuan manajemen yang baik.

Tidak banyak yang saya obrolkan –karena sudah sering bicara lewat telepon. Pun sudah saya tulis di Disway. Apalagi di buku Kathy yang saya baca itu sudah tertulis dengan sangat lengkap: apa-siapa-bagaimana Purbo Asmoro.

Saya pun langsung ingin melihat kereta kencana bikinannya. Juga langsung merasakan duduk di tempat Ki Purbo mendalang. Saya bersila di situ: sila ala dalang –agar ujung telapak kaki bisa membunyikan kecrek dan tangan kiri bisa mengetukkan gedok. Seorang dalang memang harus bekerja dengan kedua tangannya, kedua kakinya dan terutama dengan mulutnya –sampai ke tenggorokan dan suara perutnya.

Satu jam saya di Mayangkara –sekalian istirahat setelah 5,5 jam mengendarai mobil dari Jakarta. Saya bisa merasakan betapa pandemi telah ikut menghentikan dinamika pewayangan.

Tapi pandemi juga yang membuat saya menonton wayang lebih sering. Lakon apa saja saya ikuti. Dalang siapa saja saya amati.

Rasanya, dalam satu tahun terakhir, wayang yang saya tonton sudah melebihi yang saya lihat selama 69 tahun hidup saya.

Kini saya bisa melihat aksi begitu banyak dalang. Hebat-hebat. Tanpa pandemi saya tidak akan tahu ini: bagaimana Ki Cahyo Kuntadi memasukkan unsur sinetron dalam pergelaran wayang –meski baru di lakon tertentu. Bagaimana pertengkaran suami-istri Raja Astina Duryudono dan Banowati dibuat begitu sangat sinetronnya. Saya ternyata juga menyukai suara dan intonasi dialog Ki Cahyo Kuntadi. Yang mengingatkan saya pada kaset legenda dalang Ki Narto Sabdho.

Pun saya bisa melihat kiprah ki dalang Dwijo Kanko –kakak kandung Cahyo Kuntadi– yang punya kelebihan mencolok: adegan perangnya. Ia mampu menjungkir balikkan wayang melebihi yang lain –pun melebihi guru mereka: Ki Manteb Soedarsono. Dengan kegilaannya Pak Mantep sudah dibilang ”dalang setan”. Kini, dengan sabetannya itu, Ki Kanko harus bisa disebut sebagai ”setan besar”.

Dua bersaudara ini –Kuntadi dan Kanko– asli Blitar. Mereka adalah putra dalang Haji Sukron Suwondo. Keduanya kini tinggal di Solo dan Karanganyar. Keduanya, seperti juga bapak mereka beristrikan sinden.

Purbo sendiri asli Pacitan yang kemudian juga menetap di Solo Utara. Seperti juga Purbo, Kuntadi dan Kanko adalah juga anak dalang terkemuka di daerah masing-masing.

Maka saya bisa mengerti mengapa Si Amerika Kathy menangkap fenomena baru di pewayangan itu. Saya juga mengerti mengapa dia memilih Purbo Asmoro sebagai objek penelitian.

Kathy sangat jeli melihat perjalanan wayang kulit. Tapi awalnya dia begitu sulit mencari siapa yang bisa menjadi promotor untuk membimbing tesis doktornya itu. Itulah sebabnya mengapa akhirnya Kathy memilih Leiden untuk mempertahankan disertasi doktornya.

Leiden punya lebih banyak ilmuwan ahli wayang –pun dibanding Indonesia. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Pengusaha Pilihan

    675 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Elnusa Perkuat Produksi Migas, HWU EHR#10 Dukung Pembukaan Kembali Sumur Idle

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.